STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA
INSAN USADAINSAN USADALatar belakang: Hipertensi sampai saat ini masih menjadi salah satu penyakit kardiovaskular yang paling banyak diderita masyarakat. Setiap tahun terjadi peningkatan kasus dengan perkiraan pada tahun 2025 akan ada sekitar 1,5 miliar orang yang terkena hipertensi dan setiap tahunnya sekitar 9,4 juta orang akan meninggal dunia akibat hipertensi dan komplikasi lainnya. Untuk mencegah terjadinya hipertensi dapat dilakukan penanganan dengan pemberian jus belimbing manis. Pemberian jus belimbing manis merupakan salah satu terapi nonfarmakologi pendamping obat medis yang dapat membantu mencegah terjadinya hipertensi. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian jus belimbing manis (Averrhoa Carambola L) terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Banjar Demung Desa Kediri Kecamatan Kediri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimental dengan pendekatan Pre-Test and Post-Test Design With Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah 33 lansia dengan hipertensi yang ada di Banjar Demung Kediri dengan jumlah sampel 10 orang per kelompok. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Uji analisis yang digunakan yaitu Wilcoxon Sign Rank Test dengan nilai signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh pada 10 lansia kelompok intervensi antara pemberian jus belimbing manis terhadap perubahan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi sebelum dan sesudah diberikan jus belimbing manis dengan nilai p-value tekanan darah sistolik (p=0,002) dan nilai p-value tekanan darah diastolik (p=0,011). Simpulan: Pemberian jus belimbing manis selama 2 kali sehari pada pagi dan siang hari selama 3 hari berturut-turut bermanfaat bagi lansia dengan hipertensi untuk mengontrol tekanan darahnya. Pemberian jus belimbing manis diharapkan terus aktif dijadikan sebagai penanganan nonfarmakologi pendamping obat anti hipertensi bilamana ditemukan hipertensi di masa mendatang.
Adapun simpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat pengaruh pemberian jus belimbing manis (Averrhoa Carambola L) terhadap penurunan tekanan darah pada sepuluh orang lansia hipertensi kelompok intervensi di Banjar Demung Kecamatan Kediri.
Penelitian selanjutnya dapat memperluas sampel dengan melibatkan lansia dari beberapa daerah untuk menguji konsistensi efek jus belimbing manis pada populasi yang lebih heterogen, sehingga hasilnya lebih generalisasi; selanjutnya, diperlukan studi jangka panjang yang menilai keberlanjutan penurunan tekanan darah setelah pemberian jus selama tiga hari, misalnya dengan follow‑up selama tiga hingga enam bulan, untuk mengetahui apakah efeknya tetap bertahan atau memerlukan dosis pemeliharaan; terakhir, penelitian eksperimental dapat membandingkan dosis harian yang berbeda (misalnya satu kali vs. dua kali vs. tiga kali per hari) serta durasi konsumsi (tiga hari vs. tujuh hari) guna menentukan protokol paling efektif dan aman bagi lansia hipertensi, dengan memperhatikan potensi efek samping atau interaksi obat.
| File size | 245.39 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS Tekanan darah pretest pada masing-masing kelompok tidak ada perbedaan, pada posttest hari ke-1 masing-masing kelompok mengalami penurunan tekanan darah,Tekanan darah pretest pada masing-masing kelompok tidak ada perbedaan, pada posttest hari ke-1 masing-masing kelompok mengalami penurunan tekanan darah,
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Kadar plasma adiponektin di ukur dengan menggunakan alat immunosorbent enzyme-linked (ELISA) sesuai dengan spesifikasi alat. Hasil: terdapat hasil yangKadar plasma adiponektin di ukur dengan menggunakan alat immunosorbent enzyme-linked (ELISA) sesuai dengan spesifikasi alat. Hasil: terdapat hasil yang
UMNYARSIUMNYARSI Pasien yang menerima terapi antihipertensi yang rasional sebanyak 92,3 % dan pasien yang mencapai luaran klinis berupa tercapai target tekanan darah sebanyakPasien yang menerima terapi antihipertensi yang rasional sebanyak 92,3 % dan pasien yang mencapai luaran klinis berupa tercapai target tekanan darah sebanyak
PELNIPELNI Hipertensi adalah sebuah penyakit yang sangat tidak terlihat tanda gejalanya maka dari ini sedini mungkin mendeteksi kejadian hipertensi. Cold PressureHipertensi adalah sebuah penyakit yang sangat tidak terlihat tanda gejalanya maka dari ini sedini mungkin mendeteksi kejadian hipertensi. Cold Pressure
MEDISTRAMEDISTRA Hipertensi merupakan kondisi medis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah kronis dan merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum.Hipertensi merupakan kondisi medis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah kronis dan merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum.
UNIVMEDUNIVMED Analisis regresi logistik pada kelompok kasus menunjukkan bahwa pendidikan yang lebih tinggi (perguruan tinggi) memiliki pengaruh 2,32 kali lebih besarAnalisis regresi logistik pada kelompok kasus menunjukkan bahwa pendidikan yang lebih tinggi (perguruan tinggi) memiliki pengaruh 2,32 kali lebih besar
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Metode penelitian Quasi Experiment dengan Pretest-Posttest Control Group. Teknik sampel dalam penelitian menggunakan purposive sampling. Analisis dataMetode penelitian Quasi Experiment dengan Pretest-Posttest Control Group. Teknik sampel dalam penelitian menggunakan purposive sampling. Analisis data
KETERAPIAN FISIKKETERAPIAN FISIK Hipertensi adalah masalah kesehatan serius yang semakin meningkat setiap tahun. Perubahan gaya hidup, seperti kurangnya pergerakan, menjadi salah satuHipertensi adalah masalah kesehatan serius yang semakin meningkat setiap tahun. Perubahan gaya hidup, seperti kurangnya pergerakan, menjadi salah satu
Useful /
MEDISTRAMEDISTRA ) berpotensi sebagai alternatif pewarna gentian violet dalam pewarnaan Gram untuk bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Pewarnaan dengan) berpotensi sebagai alternatif pewarna gentian violet dalam pewarnaan Gram untuk bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Pewarnaan dengan
UNIVMEDUNIVMED Parameter yang diukur meliputi kelangsungan hidup, aktivitas geotaksis negatif, dan laju eklosi. Analisis biokimia dilakukan untuk menilai peroksidasiParameter yang diukur meliputi kelangsungan hidup, aktivitas geotaksis negatif, dan laju eklosi. Analisis biokimia dilakukan untuk menilai peroksidasi
UNIVMEDUNIVMED Biofilm biomass dari kultur sejenis secara total tergantung pada spesies, dan biofilm biomass dari empat spesies berada dalam urutan berikut. bakteri CBiofilm biomass dari kultur sejenis secara total tergantung pada spesies, dan biofilm biomass dari empat spesies berada dalam urutan berikut. bakteri C
UNIVMEDUNIVMED Frekuensi sakit kepala terkait penggunaan PPE tinggi pada petugas kesehatan COVID-19. Level PPE merupakan faktor risiko terjadinya sakit kepala. StrategiFrekuensi sakit kepala terkait penggunaan PPE tinggi pada petugas kesehatan COVID-19. Level PPE merupakan faktor risiko terjadinya sakit kepala. Strategi