STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA
INSAN USADAINSAN USADALatar belakang: Penyakit hipertensi harus segera ditangani, salah satunya dengan pengobatan komplementer yaitu biomassage. Biomassage adalah teknik pijat yang dirancang untuk merangsang aliran darah cairan dalam tubuh dan membangkitkan energi dalam tubuh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Biomassage terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Biomassage Clinik. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan Pre Eksperimental Design dengan pendekatan One Grup Pretest- Posttest Design. Dalam penelitian ini menggunakan Non-Probability Sampling dengan teknik simple purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden yang memenuhi kriteria insklusi, ekslusi. Hasil:Uji analisis yang digunakan yaitu uji Wilcoxon Singned-Rangk dengan nilai signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan adanya perubahan pada tekanan darah yaitu terjadi penurunan dengan selisih nilai mean pada sistol (14,94) dan diastol (11,18). Uji statistik yang menggunakan uji Wilcoxon pada sistol dan diastol menunjukan nilai (p=0,001) yang berarti nilai p<0,05. Simpulan: menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan terapi biomassage terhadap perubahan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Terdapat pengaruh terapi biomassage terhadap tekanan darah setelah dilakukan biomassage dengan menggunakan uji wilcoxon pada sistol dan diastol yang menunjukan nilai p value 0,000 yang berarti nilai p < 0,05, menunjukan terjadi pengaruh terhadap perubahan tekanan darah setelah diberikan intervensi biomassage.Hasil penelitian ini mengindikasikan efektivitas biomassage dalam menurunkan tekanan darah secara signifikan.Oleh karena itu, terapi biomassage dapat dipertimbangkan sebagai intervensi non-farmakologis untuk membantu mengelola hipertensi.
Penelitian ini menunjukkan potensi terapi biomassage dalam menurunkan tekanan darah, namun masih banyak ruang untuk eksplorasi lebih lanjut. Studi mendatang dapat difokuskan untuk mengukur dampak terapi biomassage terhadap kualitas hidup pasien hipertensi, termasuk aspek-aspek seperti tingkat stres, kualitas tidur, dan kemampuan fungsional sehari-hari. Selain itu, penting untuk meneliti efektivitas biaya dari terapi biomassage dibandingkan dengan intervensi konvensional lainnya dalam pengelolaan hipertensi. Penelitian juga bisa menggali lebih dalam tentang mekanisme biologis bagaimana biomassage dapat memengaruhi regulasi tekanan darah, seperti pengaruhnya terhadap sistem saraf otonom, pelepasan hormon, atau perubahan dalam aliran darah perifer. Dengan demikian, akan diperoleh pemahaman lebih komprehensif mengenai potensi terapi ini sebagai bagian dari pendekatan holistik dalam penanganan hipertensi.
| File size | 247.39 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UnwahasUnwahas Menurut Riset Kesehatan Dasar 2018 populasi hipertensi di Indonesia berada pada sekitar 34,1 % pada usia ≥18 tahun. Setiap tahunnya penderita hipertensiMenurut Riset Kesehatan Dasar 2018 populasi hipertensi di Indonesia berada pada sekitar 34,1 % pada usia ≥18 tahun. Setiap tahunnya penderita hipertensi
UnwahasUnwahas Kepatuhan minum obat bagi pasien penyakit kronis seperti hipertensi sangat penting karena dengan minum obat secara teratur dapat mengontrol tekanan darahKepatuhan minum obat bagi pasien penyakit kronis seperti hipertensi sangat penting karena dengan minum obat secara teratur dapat mengontrol tekanan darah
ENSIKLOPEDIAKUENSIKLOPEDIAKU Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketentuan hukum yang mengatur balap liar berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu LintasPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketentuan hukum yang mengatur balap liar berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas
POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA Pemberian asuhan holistik terbukti meningkatkan kepuasan pasien rawat inap. Pelayanan keperawatan yang diberikan secara holistik berhubungan signifikanPemberian asuhan holistik terbukti meningkatkan kepuasan pasien rawat inap. Pelayanan keperawatan yang diberikan secara holistik berhubungan signifikan
STIKESHT TPISTIKESHT TPI Rancangan penelitian kuantitatif Quasy Experiment dengan pre-test post-test tanpa kelompok kontrol dilakukan pada 13 pasien hipertensi yang melakukan briskRancangan penelitian kuantitatif Quasy Experiment dengan pre-test post-test tanpa kelompok kontrol dilakukan pada 13 pasien hipertensi yang melakukan brisk
MARANATHAMARANATHA Hasil studi ini membuktikan hipotesis, yang menyatakan terdapat kontribusi yang bermakna antara kepatuhan minum obat anti-hipertensi dan terkendalinyaHasil studi ini membuktikan hipotesis, yang menyatakan terdapat kontribusi yang bermakna antara kepatuhan minum obat anti-hipertensi dan terkendalinya
KETERAPIAN FISIKKETERAPIAN FISIK Penelitian ini dilakukan untuk melihat efektivitas latihan menggenggam alat handgrip dalam perubahan tekanan darah pada pasien hipertensi. Hasil penelitianPenelitian ini dilakukan untuk melihat efektivitas latihan menggenggam alat handgrip dalam perubahan tekanan darah pada pasien hipertensi. Hasil penelitian
UPERTISUPERTIS Rata-rata perbedaan tekanan darah sistolik sebelum-sesudah adalah (20.526 ± 12.236). Dan rata-rata perbedaan tekanan darah diastolik sebelum-sesudah adalahRata-rata perbedaan tekanan darah sistolik sebelum-sesudah adalah (20.526 ± 12.236). Dan rata-rata perbedaan tekanan darah diastolik sebelum-sesudah adalah
Useful /
STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA Pemberian jus belimbing manis diharapkan terus aktif dijadikan sebagai penanganan nonfarmakologi pendamping obat anti hipertensi bilamana ditemukan hipertensiPemberian jus belimbing manis diharapkan terus aktif dijadikan sebagai penanganan nonfarmakologi pendamping obat anti hipertensi bilamana ditemukan hipertensi
UPERTISUPERTIS Penelitian ini merupakan eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan. Uji organoleptik dilakukan pada 20 panelis danPenelitian ini merupakan eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan. Uji organoleptik dilakukan pada 20 panelis dan
UPERTISUPERTIS 000 pada 2007 menjadi 12,1 per 1. 000 pada 2013. Salah satu masalah yang muncul akibat stroke adalah gangguan menelan atau disfagia. Menurut World Stroke000 pada 2007 menjadi 12,1 per 1. 000 pada 2013. Salah satu masalah yang muncul akibat stroke adalah gangguan menelan atau disfagia. Menurut World Stroke
UPERTISUPERTIS Upaya mengatasi permasalahan KEP pada anak dapat dilakukan melalui diversifikasi pangan berupa substitusi tepung kedelai pada brownies kukus. PenelitianUpaya mengatasi permasalahan KEP pada anak dapat dilakukan melalui diversifikasi pangan berupa substitusi tepung kedelai pada brownies kukus. Penelitian