SARI MUTIARASARI MUTIARA

Jurnal Abdimas MutiaraJurnal Abdimas Mutiara

Hipertensi merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang paling sering terjadi dan menjadi faktor risiko kematian utama. Penyakit hipertensi merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan mengetahui secara dini faktor risiko yang ada. Sehingga perlu dilakukan suatu kegiatan skrining faktor risiko penyakit hipertensi sebagai suatu upaya pencegahan timbulnya penyakit ini. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan masyarakat mengetahui tekanan darah serta meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi secara dini. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi dengan menggunakan media leaflet dan pengukuran tekanan darah. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat di Desa Kramat Gajah Kecamatan Galang sebanyak 35 orang. Hasil pengukuran tekanan darah didapatkan sebagian besar tekanan darah dalam kategori normal 48,6%, namun ada sebagian kecil peserta yang mengalami pre hipertensi sebanyak 25,8%, hipertensi grade 1 sebanyak 11,4% serta hipertensi grade 2 sebanyak 14,2%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah berhasil mencapai tujuan utama yaitu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang penyakit hipertensi dan bagaimana tatalaksana non farmakologi penyakit ini, sehingga harapannya terdapat perubahan perilaku terhadap faktor risiko yang dapat diubah.

Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta mengenai hipertensi dan hasil pengukuran tekanan darah mereka.Peserta merasa puas dan menunjukkan kesiapan untuk mengubah perilaku terkait pola makan dan aktivitas guna menurunkan risiko hipertensi.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tindakan di masyarakat untuk mengevaluasi dampak dari edukasi berbasis leaflet terhadap perubahan perilaku jangka panjang dalam pengendalian tekanan darah, terutama pada lansia di desa binaan. Kedua, sebaiknya dikembangkan studi intervensi tentang efektivitas pendekatan kombinasi antara skrining rutin dengan pendampingan gaya hidup sehat oleh kader kesehatan lokal untuk mencegah progresi dari pre-hipertensi menjadi hipertensi. Ketiga, perlu dilakukan penelitian komparatif untuk melihat perbedaan respons dan kepatuhan terhadap edukasi kesehatan antara metode ceramah langsung dengan metode digitalisasi pesan kesehatan melalui media sosial atau pesan suara, terutama bagi populasi lanjut usia di wilayah terpencil. Studi-studi ini dapat memperkuat strategi pencegahan hipertensi berbasis komunitas dan meningkatkan keberlanjutan program. Dengan pendekatan penelitian yang berkelanjutan, intervensi kesehatan masyarakat dapat lebih tepat sasaran dan adaptif terhadap kebutuhan lokal. Penelitian juga perlu mengevaluasi faktor-faktor sosial dan lingkungan yang memengaruhi keberhasilan skrining. Fokus pada pemberdayaan masyarakat lokal dapat meningkatkan kemandirian dalam pengelolaan kesehatan. Intervensi yang melibatkan aktor lokal seperti kader dan tokoh masyarakat patut dieksplorasi lebih lanjut. Dengan pendekatan holistik, dampak kesehatan dari program pencegahan dapat menjadi lebih nyata dan terukur. Penelitian lanjutan harus mampu menghasilkan model pencegahan hipertensi yang bisa direplikasi di wilayah lain.

Read online
File size442.98 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test