UNIMALUNIMAL
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)Kulit pisang awak merupakan limbah bahan buangan yang cukup banyak jumlahnya. Salah satu kandungan dalam kulit pisang awak adalah pati yang mengandung karbohidrat yang dapat dikonversi menjadi glukosa dengan proses hidrolisis. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan glukosa dari kulit pisang awak dan menganalisa pengaruh suhu dan waktu hidrolisa serta menghitung kinetika reaksi hidrolisa tersebut. Proses hidrolisis kulit pisang awak menggunakan katalis H2SO4 dilakukan dalam labu hidrolisis dengan variasi suhu 70, 80, dan 90℃ dan waktu 10, 15, 20, 25, 40, dan 50 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar glukosa paling tinggi diperoleh 40% dengan jumlah 9,176 gr, yield paling tinggi sebesar 91,76%, konversi glukosa yang paling tinggi sebesar 82,58%, hasil ini diperoleh pada waktu hidrolisa 50 menit dan suhu 90℃. Kinetika reaksi hidrolisis kulit pisang awak menggunakan katalis H2SO4 mengikuti reaksi orde satu, pengaruh suhu terhadap konstanta kecepatan reaksi mengikuti persamaan Arhenius dengan nilai konstanta kecepatan reaksi untuk masing-masing temperatur 70, 80 dan 90℃ berturut-turut adalah 0,0141, 0,0286 dan 0,0372 menit-1 dengan energi aktivasi sebesar 50.416,096 kJ/mol.
Kadar glukosa tertinggi sebesar 9,176 gram diperoleh pada suhu 90℃ dan waktu hidrolisis 50 menit, sedangkan kadar terendah sebesar 1,611 gram diperoleh pada suhu 70℃ dan waktu 10 menit.Yield maksimum mencapai 91,76% dan konversi tertinggi sebesar 82,58%, keduanya terjadi pada kondisi suhu dan waktu yang sama.Reaksi hidrolisis mengikuti kinetika orde satu dengan konstanta laju reaksi yang meningkat seiring kenaikan suhu, dan energi aktivasi sebesar 50.
Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk mengevaluasi penggunaan katalis asam yang lebih ramah lingkungan, seperti asam organik atau katalis heterogen, dalam proses hidrolisis kulit pisang awak, untuk mengurangi dampak korosif dan limbah asam sulfat. Kedua, penting untuk mengkaji penerapan proses hidrolisis secara kontinu menggunakan reaktor alir, dibandingkan metode batch yang digunakan saat ini, guna meningkatkan efisiensi produksi glukosa dalam skala industri. Ketiga, diperlukan studi tentang pemanfaatan residu pasca-hidrolisis, seperti lignoselulosa atau komponen lain dalam kulit pisang, sebagai bahan baku untuk produk bernilai tambah tinggi, misalnya dalam sintesis bioplastik atau pakan ternak termodifikasi, sehingga mendukung konsep ekonomi sirkular dari pemanfaatan limbah pertanian.
| File size | 936.61 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UnwahasUnwahas Viskositas meningkat seiring peningkatan konsentrasi surfaktan Cremophor RH 40, sementara dispersi menurun. Optimasi formula dengan metode multilevelViskositas meningkat seiring peningkatan konsentrasi surfaktan Cremophor RH 40, sementara dispersi menurun. Optimasi formula dengan metode multilevel
IPBIPB Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) waktu minimum pembuatan kompos dari kulit singkong dan kotoran kambing dengan parameter pH sesuai SNI adalah 42 hari;Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) waktu minimum pembuatan kompos dari kulit singkong dan kotoran kambing dengan parameter pH sesuai SNI adalah 42 hari;
BSIBSI Digitalisasi mutlak diperlukan karena menjadi kunci keberlanjutan dan pertumbuhan UMKM. Implementasi aplikasi SMARTKAS mempermudah laporan keuangan danDigitalisasi mutlak diperlukan karena menjadi kunci keberlanjutan dan pertumbuhan UMKM. Implementasi aplikasi SMARTKAS mempermudah laporan keuangan dan
UPIUPI Katalis asam padat magnetik turunan jagung tongkol disintesis melalui metode sulfonasi dan proses impregnasi. Dalam proses sulfonasi, H₂SO₄ pekat digunakanKatalis asam padat magnetik turunan jagung tongkol disintesis melalui metode sulfonasi dan proses impregnasi. Dalam proses sulfonasi, H₂SO₄ pekat digunakan
UNSOEDUNSOED Formula dengan ekstrak bawang putih dan bawang Bombay memiliki nilai SPF ultra-proteksi, meskipun efektivitasnya menurun dengan meningkatnya konsentrasiFormula dengan ekstrak bawang putih dan bawang Bombay memiliki nilai SPF ultra-proteksi, meskipun efektivitasnya menurun dengan meningkatnya konsentrasi
UNPAMUNPAM Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit pisang sebagai bahan baku pembuatan kertas alternatif. Metode yang digunakan adalah metode kraftPenelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit pisang sebagai bahan baku pembuatan kertas alternatif. Metode yang digunakan adalah metode kraft
ITBITB Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi limbah kulit pisang sebagai bahan baku alternatif dalam pembuatan kertas komposit. Metode yang digunakanPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi limbah kulit pisang sebagai bahan baku alternatif dalam pembuatan kertas komposit. Metode yang digunakan
UNILAUNILA Sumber garam berasal dari tanah dan lumpur di pinggir sungai, tebing, hutan primer, hutan sekunder, dan padang rumput. Menggaram dilakukan dengan caraSumber garam berasal dari tanah dan lumpur di pinggir sungai, tebing, hutan primer, hutan sekunder, dan padang rumput. Menggaram dilakukan dengan cara
Useful /
UNIMALUNIMAL Adapun hasil penelitian kadar air terbaik diperoleh pada berat bahan baku 600gr dan waktu 150 menit sebesar 5,72%, kadar abu terbaik diperoleh pada beratAdapun hasil penelitian kadar air terbaik diperoleh pada berat bahan baku 600gr dan waktu 150 menit sebesar 5,72%, kadar abu terbaik diperoleh pada berat
UNIMALUNIMAL Kandungan kadar air terendah pada saus cabai menggunakan konsentrasi kitosan 2% yaitu pada minggu ketiga yaitu 20,53%. Nilai pH terbaik yang diperolehKandungan kadar air terendah pada saus cabai menggunakan konsentrasi kitosan 2% yaitu pada minggu ketiga yaitu 20,53%. Nilai pH terbaik yang diperoleh
UNMUNM Penelitian ini menganalisis entitas dan proses penulisan esai baik menggunakan maupun tidak menggunakan outline. Tujuannya adalah untuk mengetahui kualitasPenelitian ini menganalisis entitas dan proses penulisan esai baik menggunakan maupun tidak menggunakan outline. Tujuannya adalah untuk mengetahui kualitas
UNMUNM Model ini membatasi kreativitas dosen karena tugas ditetapkan secara formal dan mengurangi inisiatif individu. Oleh karena itu, perlu dikembangkan kolaborasiModel ini membatasi kreativitas dosen karena tugas ditetapkan secara formal dan mengurangi inisiatif individu. Oleh karena itu, perlu dikembangkan kolaborasi