JMHSAJMHSA

Journal of Midwifery and Health Science of Sultan AgungJournal of Midwifery and Health Science of Sultan Agung

Preeklamsia merupakan gangguan hipertensi pada kehamilan yang menyebabkan 75% penyebab langsung kematian ibu. Salah satu cara untuk mengurangi risiko preeklamsia adalah dengan terapi komplementer menggunakan fermentasi beras merah dan beras hitam yang menghasilkan lovastatin alami. Produk alami ini merupakan metode tradisional yang dapat memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan dan menganalisis pengaruh pemberian fermentasi beras merah (oryza sativa) dan fermentasi beras hitam (oryza sativa l. indica) pada ibu hamil dengan preeklamsia di wilayah kerja Bidan Lisensi Tuty, Desa Mekarmukti, Kabupaten Bandung Barat pada tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah true experimental dengan desain randomized pretest and posttest control group. Penelitian akan dilakukan pada 24 ibu hamil dengan preeklamsia di wilayah kerja Bidan Lisensi Tuty, Desa Mekarmukti, Kabupaten Bandung Barat, pada tahun 2025. Partisipan dipilih menggunakan metode simple random sampling dan dibagi menjadi tiga kelompok: kelompok fermentasi beras merah, kelompok fermentasi beras hitam, dan kelompok kontrol. Setiap kelompok terdiri dari 8 responden. Kedua kelompok eksperimen menerima fermentasi beras merah atau fermentasi beras hitam, sedangkan kelompok kontrol menerima jus jeruk. Semua partisipan diberikan 5 cc intervensi masing-masing setiap hari selama 14 hari. Data dianalisis menggunakan independent samples t-test. Hasil penelitian setelah intervensi empat belas hari menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara fermentasi beras merah dan fermentasi beras hitam (p=0,041). Rata-rata tekanan darah sistole ibu setelah diberikan fermentasi beras merah adalah 144,63 mmHg dan rata-rata tekanan darah sistole peserta setelah diberikan fermentasi beras hitam adalah 142,75 mmHg.

Penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan perbandingan pemberian fermentasi beras merah dan fermentasi beras hitam (p=0,041).Rata-rata tekanan darah sistole ibu setelah diberikan fermentasi beras merah adalah 144,63 mmHg dan rata-rata tekanan darah sistole ibu setelah diberikan fermentasi beras hitam adalah 142,75 mmHg.Dengan demikian, kedua jenis fermentasi ini berpotensi sebagai intervensi non-farmakologis untuk membantu menurunkan tekanan darah pada ibu hamil dengan preeklamsia.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menginvestigasi mekanisme molekuler yang mendasari efek penurunan tekanan darah dari fermentasi beras merah dan hitam pada ibu hamil dengan preeklamsia. Hal ini dapat dilakukan dengan menganalisis perubahan ekspresi gen terkait regulasi tekanan darah dan fungsi endotel. Selain itu, studi komparatif yang lebih besar dengan durasi intervensi yang lebih panjang diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas jangka panjang dan keamanan kedua jenis fermentasi tersebut. Penelitian selanjutnya juga dapat mengeksplorasi kombinasi fermentasi beras merah dan hitam dengan intervensi lain, seperti modifikasi diet dan olahraga ringan, untuk mencapai efek sinergis dalam mengelola preeklamsia. Terakhir, penting untuk meneliti preferensi dan penerimaan ibu hamil terhadap kedua jenis fermentasi ini, serta mengembangkan formulasi produk yang lebih praktis dan mudah dikonsumsi untuk meningkatkan kepatuhan dan keberhasilan intervensi.

  1. #terapi komplementer#terapi komplementer
  2. #beras hitam#beras hitam
Read online
File size612.29 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-3pl
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test