PNJPNJ

Construction and Material JournalConstruction and Material Journal

Kerusakan jalan akhir-akhir ini semakin sering terjadi pada lapis perkerasan jalan berupa retak-retak, terkelupasnya agregat, lubang-lubang hingga amblasnya perkerasan jalan. Hal ini dapat terjadi disebabkan: tingginya temperatur permukaan jalan, intensitas curah hujan yang sulit diprediksi serta beban lalulintas yang semakin hari semakin bertambah. Aspal modifikasi dibuat dengan menambahkan bahan yang bersifat elastomer seperti karet alam, maupun karet sintetis dan bahan plastik, sehingga dapat meningkatkan sifat-sifat fisik dari aspal seperti: elastisitas, ketahanan terhadap temperatur dan dapat meningkatkan stabilitas pada campuran aspal beton. Uji coba pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan pengganti aspal telah dilaksanakan pada jalan nasional di Indonesia maupun di manca negara, hal ini menimbulkan pro dan kontra dari aktivis lingkungan. Namun menurut beberapa sumber menyatakan bahwa aspal modifikasi ini bisa bertahan di suhu ekstrem (- 4,5oC hingga 80oC). Berdasarkan permasalahan diatas akan diteliti, berapa persen limbah plastik HDPE yang efektif ditambahkan pada aspal modifikasi untuk campuran Laston (AC-BC) agar tahan terhadap cuaca ekstrem. Pengujian dilakukan pada 75 benda uji dengan kadar aspal optimum 5,4 % dan limbah plastik HDPE bervariasi 0%; 2%; 4%; 6% dan 8% terhadap berat aspal. Untuk mengetahui pengaruh suhu dari campuran Laston, sebelum dilakukan Marshall Test, terlebih dahulu benda uji direndam pada suhu 60oC; 70oC; 80oC selama 30 menit dan 60oC selama 24 jam. Berdasarkan Spesifikasi Lapis Perkerasan aspal (Bina Marga revisi 3, 2010), limbah plastik HDPE yang dapat ditambahkan pada campuran LASTON (AC-BC) hanya 2-4 % terhadap berat aspal, yang memenuhi nilai karakteristik Marshall dan tahan terhadap cuaca ekstrem.

Aspal yang dimodifikasi dengan limbah plastik HDPE yang memenuhi Spesifikasi Umum Divisi VI Revisi 3, Bina Marga, 2010 yaitu sebesar < 4%.Limbah plastik HDPE yang dapat ditambahkan pada campuran aspal beton (AC-BC) berkisar 2-4 % terhadap berat aspal, yang memenuhi nilai karakteristik Marshall dan tahan terhadap cuaca ekstrem.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan jenis limbah plastik lain seperti PET atau LDPE sebagai pengganti HDPE untuk mengevaluasi perbedaan kinerja dalam kondisi cuaca ekstrem. Selain itu, penelitian perlu dilakukan untuk mempelajari dampak jangka panjang penggunaan aspal modifikasi terhadap lingkungan, termasuk proses degradasi material dan potensi polusi. Selanjutnya, studi tentang optimasi proporsi bahan tambah plastik dalam campuran aspal beton dengan pendekatan teknologi nanomaterial dapat dikembangkan untuk meningkatkan ketahanan terhadap deformasi dan keausan jangka panjang.

Read online
File size980.36 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test