UNIFLORUNIFLOR

Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran SejarahSajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah

Upacara adat Mbama merupakan warisan yang masih mengakar dan menjadi kebiasaan secara turun-temurun dari nenek moyangnya. Berbagai pembuktian bisa dilihat di Desa Wololele A, dilakukan di tiap tahun oleh Suku Lio di wilayah desa tersebut. Proses ini panjang, diawali dengan aturan-aturan yang sudah melekat, kemudian diakhiri dengan adat ritual yang dinamakan Adat Poo. Dalam ritual yang dilakukan, ada beberapa tanaman yang digunakan, yaitu padi dan kelapa. Tumbuhan-tumbuhan ini digunakan sebagai bahan upacara adat Mbama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tumbuh-tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan upacara adat Mbama. Metode yang digunakan adalah survei eksploratif, observasi partisipatif, dan wawancara.

Proses berlangsung ritual adat Mbama diawali dengan penumbukan padi, setelah padi ditumbuk menjadi beras, baru dipersipakan bahan-bahan seperti beras, kayu api, daging ayam, dan babi.Ritual adat Mbama dimulai dengan beberapa urutan, yaitu para mosalaki duduk berkumpul di satu rumah adat untuk menentukan waktu ritual adat Mbama.Setelah disepakati kapan Mbama diadakan, para mosalaki akan memberikan tautan kepada aji ana agar dapat mempersiapkan segala bahan dan kebutuhan untuk upacara ritual Mbama.Makna yang terkandung dalam ritual Mbama adalah menyucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang telah diberikan dan dapat berlimpah.Dalam kajian etnobotani upacara adat Mbama, terdapat hubungan antara tumbuhan dengan budaya dalam suatu masyarakat Suku Lio.Masyarakat memiliki pengetahuan yang baik tentang tumbuhan dalam upacara adat, baik secara makna simbolik yang terkandung di dalamnya, bagian tumbuhan yang digunakan, hingga cara pengolahan tumbuhan tersebut.

Berdasarkan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Mempelajari lebih lanjut tentang makna dan simbolisme yang terkandung dalam penggunaan tumbuhan dalam upacara adat Mbama, serta bagaimana pengetahuan ini diturunkan secara turun-temurun di masyarakat Suku Lio. 2. Melakukan studi komparatif antara penggunaan tumbuhan dalam upacara adat Mbama dengan upacara adat lainnya di Indonesia, untuk memahami perbedaan dan kesamaan dalam pemanfaatan tumbuhan dan makna yang terkandung di dalamnya. 3. Mengembangkan penelitian tentang strategi pelestarian pengetahuan tradisional terkait tumbuhan dan budaya, serta bagaimana pengetahuan ini dapat dipertahankan dan dilestarikan di tengah arus globalisasi dan modernitas.

Read online
File size217.88 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test