ASRITANIASRITANI

Botani : Publikasi Ilmu Tanaman dan AgribisnisBotani : Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis saluran pemasaran ikan nila dan efisiensi pemasaran ikan nila di Keramba Jaring Apung (KJA) Bina Organik Bersatu Desa Arang Limbung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Tempat penelitian pada penelitian ini diambil dengan sengaja (purposive) yaitu berlokasi di Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Keramba Jaring Apung (KJA) Bina Organik Bersatu merupakan salah satu usahatani budidaya ikan yang telah lama berdiri di Desa Arang Limbung. Hasil dari penelitian yang telah di lakukan menunjukkan bahwa analisis saluran pemasaran ikan nila di Keramba Jaring Apung (KJA) Bina Organik Bersatu Desa Arang Limbung terdapat 4 (empat) saluran pemasaran yaitu saluran pemasaran I (produsen-konsumen), saluran pemasaran II (produsen-pengepul-konsumen), saluran pemasaran III (produsen-pengepul-pengecer-konsumen), dan saluran pemasaran IV (produsen-pengecer-konsumen). Efisiensi pemasaran ikan nila pada saluran pemasaran I sebesar 0,00, saluran pemasaran II sebesar 6,85%, saluran pemasaran III sebesar 11,78%, dan saluran pemasaran IV sebesar 6,23%. Hasil ini menunjukkan saluran pemasaran I adalah saluran pemasaran yang paling efisien karena tidak memiliki lembaga pemasaran sehingga tidak terdapat biaya yang dikeluarkan untuk pemasaran.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, terdapat empat saluran pemasaran ikan nila di KJA Bina Organik Bersatu Desa Arang Limbung, yaitu Saluran I (produsen–konsumen), Saluran II (produsen–pengepul–konsumen), Saluran III (produsen–pengepul–pengecer–konsumen), dan Saluran IV (produsen–pengecer–konsumen).Keempat saluran tersebut dinyatakan efisien dengan nilai efisiensi pemasaran masing-masing sebesar 0,00%, 6,85%, 11,78%, dan 6,23%, karena seluruhnya berada di bawah ambang batas 50%.Saluran I merupakan saluran yang paling efisien karena transaksi berlangsung langsung antara produsen dan konsumen tanpa melibatkan lembaga perantara, sehingga tidak terdapat biaya pemasaran dan produsen memperoleh nilai produk secara penuh.

Penelitian lanjutan dapat memperkaya pemahaman mengenai pemasaran ikan nila dari Keramba Jaring Apung (KJA) Bina Organik Bersatu, terutama dengan mempertimbangkan aspek yang belum terjamah mendalam. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk menganalisis secara kualitatif faktor-faktor yang membatasi kemampuan produsen dalam mengoptimalkan saluran pemasaran langsung (Saluran I) meskipun terbukti paling efisien. Studi ini bisa mendalami kendala seperti keterbatasan modal, logistik, atau kapasitas produksi, serta mengidentifikasi strategi pemberdayaan yang efektif bagi pembudidaya agar dapat menjangkau konsumen akhir secara lebih luas dan berkelanjutan tanpa bergantung pada perantara. Kedua, mengingat perkembangan teknologi digital, penelitian selanjutnya bisa mengeksplorasi potensi dan efektivitas adopsi platform e-commerce atau media sosial sebagai saluran pemasaran alternatif bagi ikan nila dari KJA. Investigasi ini dapat mencakup analisis biaya dan manfaat dari implementasi pemasaran digital, dampaknya terhadap marjin pemasaran dan akses pasar produsen, serta preferensi konsumen terhadap pembelian ikan secara daring, terutama dalam konteks memperpendek rantai pasok dan meningkatkan efisiensi. Ketiga, untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif, penelitian komparatif antara KJA Bina Organik Bersatu dengan unit budidaya ikan nila serupa di wilayah lain di Kalimantan Barat atau Indonesia akan sangat berharga. Perbandingan ini dapat mengidentifikasi praktik terbaik dalam manajemen pemasaran, perbedaan struktur biaya, faktor-faktor eksternal yang memengaruhi efisiensi, dan potensi replikasi model pemasaran yang sukses di berbagai kondisi geografis dan sosial ekonomi, sehingga memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih luas bagi pengembangan budidaya ikan nila secara nasional.

  1. Analisis Efisiensi Saluran Pemasaran Ikan Nila di Desa Kupang Kecamatan Lampihong Kabupaten Balangan... rawasains.stiperamuntai.ac.id/rs/index.php/rs/article/view/82Analisis Efisiensi Saluran Pemasaran Ikan Nila di Desa Kupang Kecamatan Lampihong Kabupaten Balangan rawasains stiperamuntai ac rs index php rs article view 82
  2. EFISIENSI PEMASARAN IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) KERAMBA JARING APUNG SUNGAI BATANGHARI KABUPATEN... doi.org/10.22437/jmk.v11i03.17978EFISIENSI PEMASARAN IKAN NILA OREOCHROMIS NILOTICUS KERAMBA JARING APUNG SUNGAI BATANGHARI KABUPATEN doi 10 22437 jmk v11i03 17978
Read online
File size1.04 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test