PNJPNJ

Construction and Material JournalConstruction and Material Journal

Pervious Paving (Paving Berpori) adalah material konstruksi yang terbuat dari semen, air, agregat dan bahan campuran lainnya. Paving berpori dapat diaplikasikan pada trotoar, area bermain dan jalan perumahan. Dengan menggunakan paving berpori air akan langsung meresap, sehingga akan mencegah adanya genangan air pada lapis permukaan paving. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan AAPA (Australian Asphalt Pavement Association) dimana dilakukan sistem Trial Eror. Campuran yang digunakan adalah 1:4, dengan menggunakan gradasi terbuka. Kuat tekan yang di rencanakan yaitu 18,00 MPa, masuk dalam kategori mutu B untuk tempat parkir mobil, pejalan kaki dan taman kota. Campuran paving menggunakan abu sekam padi sebagai reduksi semen dengan persentase 0%, 10%, 20% dan 30%. Pelaksanaan pekerjaan dimulai dari pengambilan bahan baku, pengujian material, perencanaan komposisi dan pembuatan benda uji dengan ukuran P = 21 cm, L = 11,5 cm dan T = 6 cm. Uji kuat tekan dilakukan untuk mengetahui pengaruh abu sekam sebagai bahan reduksi semen pada Paving Berpori. Nilai kuat tekan yang didapatkan akan menjadi input pada program Matlab untuk mendapatkan pemodelan Persamaan Empiris dengan ARTIFICIAL NEURAL NETWORK (ANN) sehingga didapatkan nilai kuat tekan dari berbagai komposisi penambahan bahan abu sekam. Dari hasil penelitian didapatkan persentase tertinggi dicapai pada tambahan abu sekam 30%.

Hasil pengujian kuat tekan tertinggi didapat pada campuran abu sekam 30% sebesar 431,80 kg/cm2 dan kuat tekan terendah pada campuran abu sekam 0% sebesar 152,54 kg/cm2, pengujian berat volume didapatkan nilai tertinggi pada campuran abu sekam 30% sebesar 2,12 gr/cm3 dan nilai terendah pada campuran abu sekam 0% sebesar 2,07 gr/cm3.Dari hasil pemodelan ANN didapatkan nilai error 0% pada tiap pengujian.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada penggunaan bahan alternatif lain sebagai pengganti semen, seperti abu terbang atau serbuk batu, untuk mengevaluasi dampaknya terhadap kuat tekan dan daya tahan jangka panjang paving berpori. Selain itu, pengembangan model Artificial Neural Network (ANN) dengan data lebih luas dan variabel tambahan, seperti suhu lingkungan atau kelembapan material, dapat meningkatkan akurasi prediksi. Terakhir, penelitian juga bisa mengkaji pengaruh perubahan komposisi agregat atau metode pembakaran abu sekam terhadap performa struktural paving berpori, termasuk efek jangka panjang terhadap porositas dan stabilitas material.

Read online
File size465.2 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test