ASRITANIASRITANI

Botani : Publikasi Ilmu Tanaman dan AgribisnisBotani : Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas pangan utama setelah padi yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di berbagai jenis lahan, termasuk lahan gambut. Namun, karakteristik tanah gambut seperti pH yang rendah dan kandungan hara esensial (N, P, K) yang minim menjadi kendala utama dalam budidaya jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respons genotipe jagung F15 yang toleran terhadap kemasaman tanah terhadap pemberian dosis pupuk NPK (Phonska 15:15:15) di lahan gambut. Penelitian dilaksanakan di Rasau Jaya II, Kabupaten Kubu Raya, selama lima bulan (12 September 2024 – 12 Januari 2025) menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar variabel pengamatan tidak menunjukkan pengaruh nyata dari perlakuan, kecuali jumlah daun di atas tongkol yang dipengaruhi secara signifikan oleh genotipe. Dosis pupuk NPK 400 kg/ha memberikan efisiensi terbaik dalam mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman jagung F15 di lahan gambut.

Pemberian pupuk NPK pada genotipe jagung tahan kemasaman di lahan gambut tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap sebagian besar variabel pertumbuhan dan hasil tanaman, kecuali variabel jumlah daun di atas tongkol yang dipengaruhi oleh faktor genetik genotipe.Kondisi lingkungan lahan gambut yang memiliki pH rendah dan kandungan senyawa organik tinggi menghambat penyerapan unsur hara dari pupuk NPK, sehingga efektivitas pupuk menjadi terbatas.Interaksi antara faktor genetik dan lingkungan sangat menentukan hasil pertumbuhan tanaman jagung di lahan gambut.Oleh karena itu, pengelolaan pemupukan pada lahan gambut perlu mempertimbangkan perbaikan kondisi tanah, seperti penggunaan pupuk organik, mikroba tanah, dan modifikasi pH tanah untuk meningkatkan ketersediaan dan penyerapan hara oleh tanaman jagung.Berdasarkan hasil penelitian, dosis pupuk NPK Phonska 400 kg/ha merupakan dosis pupuk yang efisien untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung F15 di lahan gambut.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang pengaruh interaksi antara faktor genetik dan lingkungan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung di lahan gambut. Selain itu, penelitian tentang strategi pengelolaan pemupukan yang mempertimbangkan perbaikan kondisi tanah, seperti penggunaan pupuk organik, mikroba tanah, dan modifikasi pH tanah, dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. Studi tentang efektivitas dosis pupuk NPK yang berbeda pada genotipe jagung F15 juga dapat dilakukan untuk menentukan dosis optimal yang mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman jagung di lahan gambut.

  1. Respon Genotipe Jagung Tahan Kemasaman terhadap Pemberian Pupik N,P,K di Lahan Gambut | Botani : Publikasi... journal.asritani.or.id/index.php/Botani/article/view/603Respon Genotipe Jagung Tahan Kemasaman terhadap Pemberian Pupik N P K di Lahan Gambut Botani Publikasi journal asritani index php Botani article view 603
Read online
File size558.9 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test