GREENATIONPUBLISHERGREENATIONPUBLISHER

Jurnal Greenation Ilmu AkuntansiJurnal Greenation Ilmu Akuntansi

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah tertinggal menghadapi kesulitan dalam mengakses pembiayaan melalui lembaga perbankan konvensional. Penelitian ini menganalisis model pembiayaan hibrida yang menggabungkan teknologi keuangan (fintech) dengan lembaga keuangan mikro untuk meningkatkan inklusi keuangan di daerah tertinggal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data sekunder dari Otoritas Jasa Keuangan dan survei lapangan terhadap 150 UMKM di lima provinsi daerah tertinggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model hibrida dapat meningkatkan akses pembiayaan sebesar 65% dibandingkan dengan sistem konvensional. Kolaborasi fintech-LKM mengurangi biaya operasional hingga 40% dan mempercepat proses persetujuan kredit dari 14 hari menjadi 3 hari. Model ini terbukti efektif dalam menjangkau segmen yang tidak terjangkau dengan tingkat pengembalian 92%. Rekomendasi penelitian termasuk penguatan regulasi, peningkatan literasi digital, dan pengembangan infrastruktur teknologi di daerah tertinggal.

Penelitian ini menunjukkan bahwa model pembiayaan hibrida yang menggabungkan fintech dan lembaga keuangan mikro terbukti efektif dalam meningkatkan akses pembiayaan UMKM di daerah tertinggal.Model hibrida berhasil meningkatkan tingkat persetujuan pinjaman sebesar 65%, mengurangi waktu pengolahan dari 14 hari menjadi 3 hari, dan mengurangi biaya modal sebesar 20,1%.Dampak positif juga terlihat pada kinerja UMKM, dengan peningkatan rata-rata omset sebesar 34,7% dan peningkatan tenaga kerja sebesar 22,1%.Empat faktor kunci keberhasilan model hibrida diidentifikasi.integrasi teknologi, kolaborasi operasional, berbagi data dan informasi, serta mekanisme berbagi risiko.Integrasi teknologi memiliki pengaruh terbesar terhadap keberhasilan model hibrida, diikuti oleh kolaborasi operasional dan berbagi data.Model kemitraan menunjukkan kinerja terbaik dibandingkan dengan model agen dan akuisisi.Model hibrida menghasilkan efisiensi operasional yang signifikan, dengan penurunan biaya operasional sebesar 38,4% untuk fintech dan 42,7% untuk LKM.Tingkat pengembalian pinjaman mencapai 91,8%, lebih tinggi dari rata-rata industri.Segmen optimal untuk model hibrida adalah UMKM dengan omset tahunan Rp 50-500 juta, usia usaha 3-10 tahun, dan terletak dalam radius 50 km dari kantor cabang LKM.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengembangan model hibrida yang lebih terintegrasi dan efisien. Penelitian ini dapat mengeksplorasi berbagai variasi model hibrida, seperti model berbasis platform atau ekosistem, untuk meningkatkan akses pembiayaan UMKM di daerah tertinggal. Selain itu, studi longitudinal diperlukan untuk menganalisis dampak jangka panjang model hibrida terhadap pertumbuhan UMKM dan pengembangan ekonomi regional. Penelitian lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak sosial dan lingkungan dari model hibrida, termasuk pemberdayaan perempuan, pengentasan kemiskinan, dan pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, kolaborasi fintech-LKM dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan inklusi keuangan dan pembangunan ekonomi di daerah tertinggal.

Read online
File size194.16 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test