POLITEKNIKALISLAMPOLITEKNIKALISLAM

Jurnal Teras KesehatanJurnal Teras Kesehatan

Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 oleh Kementerian Kesehatan, angka stunting di Indonesia mencapai 24,4%. Stunting dapat diidentifikasi sejak kehamilan. Pemeriksaan USG adalah alat penting untuk memantau tumbuh kembang janin, termasuk berat badan, guna mencegah stunting, komplikasi, dan kelainan lainnya agar dapat ditangani lebih awal dan tepat untuk kesehatan ibu dan janin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan USG dalam hubungannya dengan penambahan berat badan ibu hamil dan janin melalui Fetal Biometri. Metode penelitian yang digunakan adalah melalui observasional analitik dengan pendekatan longitudinal atau kohort prospektif, dengan jumlah sampel 37 ibu hamil dan dianalisis secara deskriptif menggambarkan karakteristik demografis dan klinis sampel. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar janin yang berusia di atas 30 minggu memiliki berat antara 2500 hingga 3500 gram (normal). Namun, ada beberapa janin dengan berat lebih rendah (di bawah 2500 gram), yang mungkin memerlukan pemantauan lebih lanjut terkait kemungkinan adanya Intrauterine Growth Restriction (IUGR). Pertambahan berat badan ibu hamil mungkin berperan dalam mendukung pertumbuhan janin, sehingga penting untuk memantau pertambahan berat badan ibu selama kehamilan guna mengoptimalkan berat janin dan mencegah IUGR.

Mayoritas ibu hamil berada dalam rentang usia reproduksi optimal (20‑35 tahun) dan pada trimester ketiga, sehingga pertumbuhan janin telah mencapai tahap akhir kehamilan yang memerlukan pemantauan intensif untuk memastikan kesehatan ibu dan janin menjelang persalinan.Berat janin bervariasi antara 2000‑4000 gram, dengan sebagian janin di bawah 2500 gram memerlukan evaluasi lebih lanjut guna mencegah risiko intrauterine growth restriction (IUGR).Kebanyakan ibu hamil menunjukkan peningkatan berat badan sesuai standar kehamilan, namun beberapa kasus dengan berat badan rendah tetap memerlukan perhatian khusus dalam aspek nutrisi.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak intervensi nutrisi ibu hamil pada akurasi estimasi berat janin melalui USG pada setiap trimester, dengan tujuan meningkatkan prediksi IUGR. Selain itu, studi longitudinal dapat meneliti hubungan antara pola perubahan BMI ibu selama kehamilan dan kejadian IUGR, menggunakan data USG berulang untuk mengidentifikasi faktor risiko yang paling berpengaruh. Terakhir, penelitian dapat menilai efektivitas program integrasi pemantauan USG rutin dengan konseling peningkatan berat badan ibu hamil dalam menurunkan prevalensi stunting pada bayi baru lahir, sehingga memberikan bukti kebijakan untuk program kesehatan maternal dan anak.

  1. Hubungan Pertambahan Berat Tubuh Ibu Hamil Terhadap Berat Janin Melalui Fetal Biometri Ultrasonogr afi:... jurnal.politeknikalislam.ac.id/index.php/jutek/en/article/view/160Hubungan Pertambahan Berat Tubuh Ibu Hamil Terhadap Berat Janin Melalui Fetal Biometri Ultrasonogr afi jurnal politeknikalislam ac index php jutek en article view 160
  2. Ultrasonografi Obstetri Dalam Prespektif Medis, Kaidah Bioetika Dan Islam | Wal'afiat Hospital Journal.... whj.umi.ac.id/index.php/whj/article/view/2Ultrasonografi Obstetri Dalam Prespektif Medis Kaidah Bioetika Dan Islam Walafiat Hospital Journal whj umi ac index php whj article view 2
  3. Sistem informasi dan monitoring perkembangan janin berbasis android | Jurnal Teknologi Terpadu. sistem... journal.nurulfikri.ac.id/index.php/jtt/article/view/35Sistem informasi dan monitoring perkembangan janin berbasis android Jurnal Teknologi Terpadu sistem journal nurulfikri ac index php jtt article view 35
  4. "Hubungan Riwayat Komplikasi Saat Hamil dengan Kejadian Berat Badan Lah" by Pebrina Manurung... scholarhub.ui.ac.id/epidkes/vol4/iss2/3Hubungan Riwayat Komplikasi Saat Hamil dengan Kejadian Berat Badan Lah by Pebrina Manurung scholarhub ui ac epidkes vol4 iss2 3
Read online
File size889.63 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test