POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR

Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery)Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery)

Tidur merupakan kebutuhan esensial bagi kesehatan anak, namun gangguan tidur dapat berdampak negatif pada kesehatan serta pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan menilai hubungan antara kualitas tidur dengan pertumbuhan dan perkembangan anak usia balita di Karangdadap, Pekalongan, Jawa Tengah. Desain penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross‑sectional dilakukan pada 267 anak berusia 1‑3 tahun. Pengumpulan data pada Oktober hingga Desember 2023 menggunakan timbangan, microtoise, grafik KMS, DDST II, dan kuesioner BISQ. Analisis data menggunakan statistik deskriptif serta uji Chi‑Square. Mayoritas responden (82,4 %) memiliki kualitas tidur baik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kualitas tidur dengan pertumbuhan anak; anak dengan gangguan tidur memiliki risiko lebih tinggi mengalami undernutrisi maupun overnutrisi (p = 0,0001; OR = 5,260). Kualitas tidur juga berhubungan signifikan dengan perkembangan anak; anak dengan gangguan tidur berisiko lebih tinggi mengalami masalah perkembangan yang dicurigai (p = 0,0001; OR = 37,217). Dengan demikian, kualitas tidur sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak prasekolah, sehingga penanganan gangguan tidur menjadi penting untuk mendukung kesehatan anak.

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kualitas tidur dengan pertumbuhan dan perkembangan anak usia balita.Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi kepada orang tua dan guru di sekolah usia balita bahwa kualitas tidur harus dipertimbangkan untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal pada anak.

Penelitian lanjutan dapat meneliti secara longitudinal bagaimana kualitas tidur memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan balita selama periode lima tahun, dengan mengumpulkan data tidur, antropometri, dan kemampuan perkembangan secara berkala untuk mengidentifikasi pola perubahan dan konsekuensi jangka panjang. Selanjutnya, diperlukan uji coba intervensi edukasi bagi orang tua yang mencakup pelatihan tentang rutinitas tidur sehat, penataan lingkungan tidur, dan pemahaman nutrisi, guna menilai apakah peningkatan pengetahuan dapat menurunkan prevalensi undernutrisi, overnutrisi, serta gangguan perkembangan pada anak usia 1‑3 tahun; desain penelitian dapat berupa randomized controlled trial dengan kelompok kontrol. Ketiga, penting untuk menyelidiki dampak paparan perangkat digital, khususnya durasi dan jenis konten layar, terhadap kualitas tidur dan kemampuan kognitif balita, dengan menggabungkan pengukuran objektif actigraphy dan kuesioner perkembangan; hasilnya dapat membantu menetapkan pedoman penggunaan layar yang aman. Keempat, studi komparatif antar wilayah dengan variasi sosio‑ekonomi dapat mengungkap perbedaan faktor pemicu gangguan tidur dan implikasinya pada pertumbuhan. Kelima, analisis faktor mediator seperti tingkat stres orang tua dan dukungan sosial dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang mekanisme yang menghubungkan tidur dengan hasil kesehatan anak. Semua usulan tersebut diharapkan memperluas pengetahuan ilmiah serta mendukung kebijakan publik yang lebih efektif dalam meningkatkan kualitas tidur dan kesehatan balita.

  1. The Relationship between Sleep Quality and Growth and Development in Toddler-Aged Children | Jurnal Ilmiah... doi.org/10.33992/jik.v13i2.4282The Relationship between Sleep Quality and Growth and Development in Toddler Aged Children Jurnal Ilmiah doi 10 33992 jik v13i2 4282
Read online
File size384.19 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test