STIKESMITRAKELUARGASTIKESMITRAKELUARGA

Jurnal Mitra Masyarakat (JMM)Jurnal Mitra Masyarakat (JMM)

Karies gigi merupakan penyakit tidak menular paling umum secara global dan banyak dialami oleh anak usia dini. Berdasarkan survei awal di wilayah Puskesmas Jalan Kutai, ditemukan tingginya angka karies pada balita yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan orangtua, kebiasaan menyikat gigi yang kurang tepat, serta tingginya konsumsi gula. Kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orangtua mengenai kesehatan gigi dan mulut sebagai upaya pencegahan karies pada balita melalui penyuluhan terstruktur di Posyandu Flamboyan. Metode kegiatan meliputi analisis situasi, ceramah interaktif, pembagian leaflet, demonstrasi perawatan gigi anak, serta evaluasi pre-test dan post-test. Efektivitas penyuluhan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan nilai p < 0,05 sebagai batas signifikansi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan kenaikan skor rata-rata post-test dibandingkan pre-test serta persentase jawaban benar yang meningkat pada sebagian besar indikator pengetahuan. Peserta juga menunjukkan antusiasme melalui tanya jawab dan diskusi aktif, didukung oleh penggunaan media edukatif yang menarik. Dengan demikian, penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman orangtua mengenai pencegahan karies dan berpotensi berkontribusi pada perubahan perilaku kesehatan gigi balita di masyarakat. Program ini direkomendasikan untuk dilanjutkan secara berkala melalui kolaborasi antara puskesmas, kader, dan institusi pendidikan kesehatan.

Penyuluhan berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua, khususnya ibu balita, tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sebagai pencegahan karies sejak usia dini.Peningkatan skor pengetahuan signifikan, dengan rata-rata pre-test 77,53 ± 21,93 menjadi 89,47 ± 13,85.Temuan sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa ceramah interaktif dan media visual dapat meningkatkan pengetahuan ibu balita secara bermakna.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas demonstrasi langsung teknik menyikat gigi pada balita menggunakan model gigi edukatif dibandingkan hanya ceramah interaktif, dengan mengukur perubahan perilaku menyikat gigi dua kali sehari serta peningkatan kebersihan mulut melalui pemeriksaan klinis selama tiga bulan setelah intervensi, dan membandingkan hasilnya antar kelompok usia balita. Selain itu, studi longitudinal dapat meneliti pengaruh video edukasi audiovisual singkat yang menampilkan prosedur menyikat gigi dan tips nutrisi terhadap pengetahuan dan praktik kebiasaan pemberian susu botol pada malam hari, serta mengidentifikasi apakah kampanye Bebas Dot di Malam Hari dapat secara signifikan menurunkan prevalensi karies pada anak usia dua hingga lima tahun melalui survei tahunan dan analisis faktor risiko. Selanjutnya, penelitian multi‑situs dapat membandingkan hasil penyuluhan di berbagai posyandu dengan sampel yang lebih besar dan beragam secara geografis dan sosial‑kultural, untuk menilai keberlanjutan perubahan pengetahuan menjadi perilaku praktis, serta mengidentifikasi faktor‑faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi keberhasilan program, termasuk peran kader kesehatan, dukungan keluarga, dan akses media edukasi.

  1. Tooth Brushing in Children. tooth brushing children journal dental materials techniques document type... jdmt.mums.ac.ir/article_11584.htmlTooth Brushing in Children tooth brushing children journal dental materials techniques document type jdmt mums ac ir article 11584 html
Read online
File size697.68 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test