BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL
International Journal of Social ScienceInternational Journal of Social ScienceSebagian besar orang tua beranggapan bahwa gadget dapat menjadi alat bermain yang aman dan mudah diawasi. Namun, dari perspektif ilmu kesehatan mental, proses pertumbuhan dan perkembangan alami pada anak dapat terganggu akibat penggunaan gadget, termasuk pada perkembangan emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh durasi penggunaan gadget terhadap perkembangan emosional anak. Desain penelitian menggunakan pendekatan korelasional analitik dengan metode cross‑sectional. Populasi penelitian terdiri dari seluruh anak berusia 1–5 tahun di Kids Room Rumah Sakit Mojowarno, sebanyak 34 anak, dengan teknik purposive sampling menghasilkan sampel sebanyak 32 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner mengenai durasi penggunaan gadget dan Kuesioner Masalah Emosional Mental, dengan analisis data menggunakan Uji Spearman Rho. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas anak (19 anak/69,4 %) menggunakan gadget dalam kategori sedang (60–120 menit per hari), dan hampir seluruh anak (28 anak/87,5 %) tidak mengalami gangguan perkembangan emosional. Analisis Uji Spearman Rho menghasilkan nilai p = 0,001 (< 0,05) dan r = ‑0,552, yang mengindikasikan adanya hubungan antara durasi penggunaan gadget dan perkembangan emosional anak di Rumah Sakit Mojowarno Kristen, dimana semakin lama penggunaan gadget, semakin tinggi risiko gangguan perkembangan emosional. Penjelasan tersebut didasarkan pada temuan bahwa penggunaan gadget secara berlebih dapat mengurangi empati dan kepedulian anak terhadap lingkungan sekitar, serta memicu respons emosional negatif seperti menangis atau marah tanpa alasan ketika keinginan tidak terpenuhi, terutama ketika anak menginginkan bermain gadget. Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan arahan atau edukasi kepada orang tua mengenai cara memperkenalkan gadget secara bijak kepada anak.
Sebagian besar anak di Rumah Sakit Mojowarno Kristen menggunakan gadget selama 60–120 menit per hari.Hampir semua anak di rumah sakit tersebut tidak mengalami gangguan perkembangan emosional.Terdapat hubungan signifikan antara durasi penggunaan gadget dan perkembangan emosional anak.
Saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada tiga arah utama. Pertama, dilakukan penelitian longitudinal untuk memantau efek jangka panjang durasi penggunaan gadget terhadap perkembangan emosional anak, dengan mengikuti sampel yang sama sejak usia balita hingga usia sekolah dasar, sehingga dapat mengidentifikasi perubahan pola emosional seiring waktu. Kedua, diperlukan studi eksperimental yang mengevaluasi peran strategi mediasi orang tua, seperti penetapan batas waktu, pemilihan konten edukatif, dan kegiatan bersama, dalam mengurangi risiko gangguan emosional yang dihubungkan dengan penggunaan gadget berlebih. Ketiga, peneliti dapat membandingkan dampak emosional antara jenis gadget atau aplikasi, misalnya aplikasi edukatif versus aplikasi hiburan, untuk menentukan apakah konten tertentu lebih aman atau memberikan manfaat emosional bagi anak. Dengan mengintegrasikan ketiga pendekatan tersebut, masa depan penelitian dapat memberikan panduan praktis yang berbasis bukti bagi orang tua, tenaga kesehatan, dan pembuat kebijakan dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi pada anak usia dini.
| File size | 169.74 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UnlaUnla Sementara itu, variabel makroekonomi seperti pertumbuhan PDB dan skor ESG tidak menunjukkan dampak langsung yang signifikan selama periode studi, meskipunSementara itu, variabel makroekonomi seperti pertumbuhan PDB dan skor ESG tidak menunjukkan dampak langsung yang signifikan selama periode studi, meskipun
UnlaUnla 8. Hasil menunjukkan bahwa keterikatan kerja memengaruhi komitmen organisasi serta berfungsi sebagai variabel mediasi antara kepemimpinan transformasional8. Hasil menunjukkan bahwa keterikatan kerja memengaruhi komitmen organisasi serta berfungsi sebagai variabel mediasi antara kepemimpinan transformasional
ZAMRONEDUZAMRONEDU Malaysia menunjukkan sistem CPD yang lebih terpusat, berstratifikasi, dan berbasis hasil dengan dukungan infrastruktur digital dan komunitas pembelajaranMalaysia menunjukkan sistem CPD yang lebih terpusat, berstratifikasi, dan berbasis hasil dengan dukungan infrastruktur digital dan komunitas pembelajaran
ZAMRONEDUZAMRONEDU Metode quasi-eksperimental digunakan dengan desain non-equivalent control group, melibatkan dua kelas kelas lima. Data dikumpulkan melalui pre-test, post-test,Metode quasi-eksperimental digunakan dengan desain non-equivalent control group, melibatkan dua kelas kelas lima. Data dikumpulkan melalui pre-test, post-test,
ZAMRONEDUZAMRONEDU Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara intensitas penggunaan metode yang berbasis dialog mendalam dan motivasi siswa dalam pembelajaranPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara intensitas penggunaan metode yang berbasis dialog mendalam dan motivasi siswa dalam pembelajaran
STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL Implementasi nilai-nilai pendidikan karakter di SDN 4 Kotakarang mencakup dua tahap yaitu perencanaan dan pelaksanaan. Perencanaan merupakan dalam melaksanakanImplementasi nilai-nilai pendidikan karakter di SDN 4 Kotakarang mencakup dua tahap yaitu perencanaan dan pelaksanaan. Perencanaan merupakan dalam melaksanakan
STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL Data dianalisis menggunakan data pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dalam pencapaian pemahaman membacaData dianalisis menggunakan data pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dalam pencapaian pemahaman membaca
STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data angket skala lima kategori Likert. Teknik analisis data yang digunakanMetode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data angket skala lima kategori Likert. Teknik analisis data yang digunakan
Useful /
STTBISTTBI Gembala sebagai pemimpin gereja merupakan salah satu penentu dari perkembangan gereja yang dipimpinnya. Mau tidak mau, seorang pemimpin gereja harus memiliki,Gembala sebagai pemimpin gereja merupakan salah satu penentu dari perkembangan gereja yang dipimpinnya. Mau tidak mau, seorang pemimpin gereja harus memiliki,
STTBISTTBI Alasan penerapan kelompok sel bagi sebuah gereja lokal mendapat sorotan khusus. Dan pada akhirnya diulas bagaimana proses dan penerapan sebuah kelompokAlasan penerapan kelompok sel bagi sebuah gereja lokal mendapat sorotan khusus. Dan pada akhirnya diulas bagaimana proses dan penerapan sebuah kelompok
ZAMRONEDUZAMRONEDU Analisis regresi menegaskan bahwa PjBL dan self-efficacy bersama-sama menjelaskan 52% variasi dalam motivasi belajar, dengan self-efficacy sebagai prediktorAnalisis regresi menegaskan bahwa PjBL dan self-efficacy bersama-sama menjelaskan 52% variasi dalam motivasi belajar, dengan self-efficacy sebagai prediktor
IAPAIAPA Kontribusi akademik penelitian ini adalah menambah pengetahuan baru dalam bidang transformasi birokrasi, khususnya melalui optimasi pejabat desa. SecaraKontribusi akademik penelitian ini adalah menambah pengetahuan baru dalam bidang transformasi birokrasi, khususnya melalui optimasi pejabat desa. Secara