ZAMRONEDUZAMRONEDU

Ar-Fachruddin: Journal of Islamic EducationAr-Fachruddin: Journal of Islamic Education

Penelitian ini bertujuan mengkaji dan membandingkan model Continuing Professional Development (CPD) untuk guru pendidikan Islam di Malaysia dan Indonesia, dengan fokus pada implementasi, tantangan, dan peluang meningkatkan profesionalisme guru di era global dan pendidikan digital. Pendekatan kualitatif komparatif studi kasus digunakan, melibatkan wawancara, analisis dokumen, dan observasi terbatas di sekolah menengah agama. Data dikumpulkan dari 40 partisipan termasuk guru, pemimpin sekolah, penentu kebijakan, dan fasilitator CPD. Temuan menunjukkan bahwa Malaysia menerapkan kerangka kerja CPD berstruktur dengan dukungan institusional kuat, integrasi digital, dan kolaborasi. Sebaliknya, implementasi CPD di Indonesia menghadapi fragmentasi, adaptasi kontekstual terbatas, dan keterbatasan infrastruktur—terutama di daerah pedesaan. Kedua negara menghadapi resistensi terhadap perubahan pedagogis, terutama di kalangan guru pendidikan Islam yang berakar pada model tradisional.

Studi komparatif ini menyoroti perbedaan trajektoris model CPD untuk guru pendidikan Islam di Malaysia dan Indonesia.Malaysia menunjukkan sistem CPD yang lebih terpusat, berstratifikasi, dan berbasis hasil dengan dukungan infrastruktur digital dan komunitas pembelajaran profesional berbasis sekolah.Sebaliknya, implementasi CPD di Indonesia dibatasi oleh eksekusi kebijakan yang terpecah, keterbatasan infrastruktur di daerah pedesaan, dan kecenderungan formalistik administratif.Ketergantungan pada model pembelajaran tradisional, terutama dalam pendidikan Islam, menjadi tantangan utama bagi penerapan pendekatan siswa-sentris dan teknologi.Membangun kerangka kerja CPD yang responsif secara lokal, inklusif secara digital, dan progresif secara pedagogis memerlukan reformasi kebijakan dan perubahan budaya dalam ekosistem pendidikan Islam.

Penelitian lanjutan perlu memeriksa dampak jangka panjang CPD terhadap kualitas pengajaran dan hasil belajar siswa di berbagai konteks pendidikan Islam di Asia Tenggara. Arah studi lain bisa mengembangkan model CPD yang mengakomodasi perbedaan budaya dan kebutuhan lokal, terutama di daerah terpencil. Selain itu, perlu diteliti bagaimana mengintegrasikan teknologi modern secara efektif dalam CPD tanpa mengabaikan prinsip pendidikan Islam tradisional, agar tetap relevan dengan nilai-nilai spiritual dan sosial yang diamanatkan.

Read online
File size763.43 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test