MARKANDEYABALIMARKANDEYABALI

Jurnal Pendidikan Dasar Rare PustakaJurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka

Perubahan kurikulum merupakan suatu keniscayaan, perubahan kurikulum dimaknai dengan pengembangan kurikulum yang harus dilaksanakan karena merupakan tuntutan zaman. Namun dalam implementasinya perubahan atau pengembangan kurikulum, dari kurikulum 2006 (KTSP) ke kurikulum 2013 mengalami permasalahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji masalah penerapan Kurikulum Merdeka yang dihadapi sekolah, guru dan siswa. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, sumber data dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan siswa SDN 3 Apuan. Teknik pengumpulan data dengan kajian dokumen, observasi partisipatif dan wawancara mendalam. Analisis data digunakan model interaktif, keabsahan data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan penerapan kurikulum 2013: (1) Sering bergantinya regulasi dan revisi peraturan yang berulang, belum meratanya pelatihan pada guru, belum lengkapnya sarana dan prasarana, buku pegangan guru dan buku pegangan siswa, perubahan budaya ilmiah, gerakan literasi sekolah dan supervisi internal belum optimal; (2) Belum semua guru ikut pelatihan, guru belum memahami substansi Kurikulum Merdeka, guru masih kesulitan dalam menyusun RPP, dan menerapkan dengan model pembelajaran yang sesuai pendekatan saintifik, literasi dalam pembelajaran dan standar penilaian masih dirasa sulit dan rumit oleh guru; (3) Permasalahan yang dihadapi siswa yaitu siswa kebanyakan dari keluarga menengah ke bawah dengan dukungan belajar dari orang tua yang kurang. Siswa terbiasa pasif mendengarkan penjelasan guru, butuh waktu untuk menjadi aktif mencari dan mempelajari materi. Beban belajar siswa bertambah dari 46 jam menjadi 50 jam belajar dalam seminggu membuat siswa menjadi jenuh. Buku pegangan siswa jumlahnya masih kurang dan buku sumber belajar lainnya jumlahnya masih terbatas, menjadikan proses KBM kurang bisa optimal.

Penelitian ini menguatkan temuan penelitian terdahulu bahwa implementasi Kurikulum Merdeka belum berjalan efektif karena beberapa hal, seperti belum semua guru mendapatkan pelatihan, guru belum memahami substansi kurikulum, dukungan sekolah masih rendah, dan kurang matangnya perencanaan implementasi.Koordinasi yang lemah antar jenjang pemerintahan juga menjadi penghambat.Perlu adanya perencanaan yang matang, peningkatan koordinasi, dan dukungan yang lebih baik untuk mengatasi masalah implementasi Kurikulum Merdeka.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa ide penelitian baru dapat diusulkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas berbagai model pelatihan Kurikulum Merdeka untuk guru, dengan fokus pada pendekatan yang lebih aplikatif dan berkelanjutan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan modul pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan siswa di berbagai daerah, dengan melibatkan partisipasi aktif guru dan masyarakat setempat. Ketiga, penting untuk mengkaji dampak implementasi Kurikulum Merdeka terhadap pemerataan kualitas pendidikan, khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu dan daerah terpencil. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis data dari berbagai sumber, seperti hasil belajar siswa, survei kepuasan orang tua, dan observasi lapangan. Dengan demikian, hasil penelitian dapat memberikan rekomendasi yang komprehensif dan terukur untuk meningkatkan kualitas implementasi Kurikulum Merdeka dan mencapai tujuan pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Read online
File size202.91 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test