PNJPNJ

Construction and Material JournalConstruction and Material Journal

Fakta di beberapa quary pasir wilayah Sorong Raya, kadar lumpurnya masih cukup tinggi yaitu kisaran 8% - 19% dengan mutu beton yang didapatkan maksimal K-200. Dalam upaya mencari alternatif material pasir lokal tersebut, teridentifikasi ada limbah dari perusahaan pengolah tambang batu pecah yang ada di Kota Sorong yaitu PT Pro Intertech Indonesia (PII QUARY). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis mutu beton rata-rata yang dihasilkan dari uji laboratorium atas benda uji beton yang memakai limbah PII Quary dan untuk mengidentifikasi potensi serta kelayakan limbah PII Quary apakah dapat dijadikan alternatif pengganti agregat halus beton. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium Teknologi Beton Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sorong. Penelitian yang menggunakan jenis material limbah dari PII Quary berupa pasir batu. Sampel yang diambil akan dicampur dengan agregat kasar, semen dan air untuk kemudian diketahui karakteristik mutu beton yang dihasilkan. Hasil penelitian didapatkan uji kuat tekan rata-rata silinder beton umur 28 hari sebesar 17,5 MPa belum mencapai mutu beton yang ditargetkan yaitu 25 MPa. Limbah batu pecah PII Quary disimpulkan dapat dijadikan sebagai alternatif bahan pengganti agregat halus beton. Akan tetapi, mutu beton yang dihasilkan hanya memenuhi mutu beton kelas 1 yang digunakan bukan untuk pekerjaan struktur.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, dapat menyimpulkan bahwa.Hasil identifikasi potensi dan kelayakan limbah batu pecah PII Quary untuk dijadikan alternatif pengganti agregat halus beton yaitu.Hasil pengujian agregat halus limbah batu pecah mengandung kandungan lumpur sebesar 19,4%.Dari analisa saringan yang dilaksanakan Modulus Halus Butir (MHB) agregat halus limbah batu pecah adalah 4,8865 gr/cm³.Dari hasil nilai berat jenis untuk kondisi jenuh kering permukaan agregat halus limbah batu pecah sebesar 2,645 gr/cm³.Besarnya penyerapan air agregat Limbah Batu Pecah yaitu 13,8% 2.Hasil pengujian kuat tekan rata-rata beton dengan agregat halus limbah batu pecah PII Quary.Umur 3 hari = 13,3007 Mpa b.Umur 7 hari = 13,7643 Mpa c.Umur 28 hari = 17,5354 Mpa Dari hasil laboratorium uji kuat tekan rata-rata silinder beton dengan menggunakan agregat halus limbah batu pecah PII Quary belum mencapai mutu beton yang ditargetkan fc 25 mpa.Limbah batu pecah PII Quary yang digunakan sebagai bahan pengganti agregat halus pada penelitian ini, disimpulkan dapat dijadikan sebagai alternatif bahan pengganti agregat halus beton.Akan tetapi, mutu beton yang dihasilkan hanya memenuhi mutu beton kelas 1 yang digunakan bukan untuk pekerjaan struktur.

Beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan berdasarkan hasil penelitian ini antara lain: Pertama, penelitian lebih lanjut tentang metode pengolahan limbah PII Quary seperti pencucian atau pemrosesan khusus untuk mengurangi kadar lumpur agar memenuhi standar SNI dan meningkatkan kualitas beton. Kedua, studi tentang dampak jangka panjang penggunaan limbah PII Quary dalam beton terhadap daya tahan dan keawetan struktur, terutama dalam kondisi lingkungan ekstrem. Ketiga, eksplorasi penggunaan limbah PII Quary dalam aplikasi beton non-struktural seperti lapisan permukaan jalan atau bahan baku konstruksi sementara, dengan mempertimbangkan biaya produksi dan keberlanjutan lingkungan. Saran-saran ini bertujuan untuk memperluas pemanfaatan limbah PII Quary secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Read online
File size811.9 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test