RADEN FATAHRADEN FATAH

ALKIMIA : Jurnal Ilmu Kimia dan TerapanALKIMIA : Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan

Kebutuhan energi di Indonesia yang semakin meningkat mendorong dikembangkannya berbagai penelitian berbasis teknologi terbarukan yang efisien dan ramah lingkungan. Salah satu teknologi alternatif yang dikembangkan adalah Microbial Fuel Cell (MFC). MFC bekerja dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk mendegradasi senyawa organik sehingga dapat menghasilkan energi listrik. Penelitian ini mengembangkan sistem Stack MFC untuk mengetahui pengaruh pengolahan limbah cair tahu terhadap kuat arus yang diproduksi. Sistem ini menggunakan elektroda karbon brush, Proton Exchange Membran (PEM) sebagai penukar kation, limbah cair tahu sebagai substrat, dan isolat bakteri asli limbah tahu sebagai pendegradasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses MFC selama 72 jam menghasilkan potensi kuat arus listrik sebesar 0,96 mA pada Stack MFC dan 0,43 mA pada Blanko. Sistem ini juga menurunkan nilai Chemical Oxygen Demand (COD) sebesar 28–38%.

Berdasarkan penelitian, penggunaan isolat bakteri limbah cair tahu dalam sistem Stack MFC menghasilkan kuat arus listrik maksimum sebesar 1,3 mA, sedangkan Blanko Single Chamber hanya menghasilkan 0,43 mA.Pengolahan limbah cair tahu melalui Stack MFC yang dirangkai secara paralel dapat menurunkan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) sebesar 19–37,5%, tergantung pada aktivitas bakteri dalam reaktor.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada optimasi desain Stack MFC untuk meningkatkan efisiensi konversi energi dari limbah organik. Selain itu, perlu dilakukan eksplorasi isolat bakteri lain yang lebih efektif dalam degradasi limbah tahu dan produksi energi listrik. Penelitian juga dapat mengkaji potensi penggunaan limbah organik lain sebagai substrat pada sistem MFC untuk memperluas aplikasi teknologi ini dalam pengelolaan limbah rumah tangga.

Read online
File size330.47 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test