EDUPEDEDUPED

Journal of Literature Language and Academic StudiesJournal of Literature Language and Academic Studies

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap sikap media Republika.co.id dalam memberitakan isu tewasnya Benjamin Netanyahu melalui pendekatan analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan media dalam mengonstruksi realitas berdasarkan ideologi tertentu, terutama dalam isu yang sensitif secara politik dan kemanusiaan. Metode – Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif kritis dengan teknik purposive sampling terhadap tiga berita Republika.co.id yang terbit pada Maret 2026. Data berupa pilihan leksikal dan konstruksi kalimat dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan tiga dimensi Fairclough, yaitu dimensi tekstual, praktik kewacanaan, dan praktik sosiokultural. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi tekstual, media menggunakan diksi evaluatif seperti penjahat perang, pelaku genosida, dan dalang, serta konstruksi kalimat yang menempatkan Netanyahu sebagai aktor utama dalam berbagai tindakan kekerasan. Pada dimensi praktik kewacanaan, sikap media tampak dari pemilihan dan pengolahan sumber secara selektif serta penyajian informasi yang tetap mempertahankan sudut pandang kritis dalam konteks klarifikasi isu. Pada dimensi praktik sosiokultural, sikap tersebut berkaitan dengan situasi viral di media sosial, karakter institusional media yang nasionalis-religius, serta latar sosial masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim. Temuan ini menunjukkan bahwa pemberitaan Republika.co.id merefleksikan sikap kritis terhadap Netanyahu dan Israel.

Berdasarkan analisis wacana kritis model Norman Fairclough, dapat disimpulkan bahwa pemberitaan Republika.id terhadap isu tewasnya Benjamin Netanyahu menunjukkan sikap kritis dan negatif terhadap tokoh tersebut serta Israel.Sikap ini terlihat dari penggunaan diksi evaluatif seperti penjahat perang dan pelaku genosida, konstruksi kalimat yang menempatkan Netanyahu sebagai aktor utama kekerasan, serta konteks sosial dan institusional media yang nasionalis-religius.Pemberitaan tersebut tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun dan menegaskan sikap media terhadap isu yang lebih luas, yaitu agresi Israel terhadap Palestina.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis sikap media internasional dalam meliput isu serupa, seperti bagaimana media Barat membingkai peristiwa kematian tokoh politik global. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi dampak viralnya informasi di media sosial terhadap pembentukan opini publik, khususnya dalam konteks isu kemanusiaan. Terakhir, studi lebih lanjut bisa menggali hubungan antara ideologi media dan representasi kelompok minoritas, misalnya melalui analisis pemberitaan tentang konflik etnis atau agama di berbagai platform media.

  1. Ideologi Media pada Pemberitaan Nusantara Sebagai Ibu Kota Baru Indonesia | Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu... jisip.jurnaliisipjakarta.id/index.php/jisip/article/view/67Ideologi Media pada Pemberitaan Nusantara Sebagai Ibu Kota Baru Indonesia Jurnal ISIP Jurnal Ilmu jisip jurnaliisipjakarta index php jisip article view 67
  2. The Representation of Religious Figures’ Responses to The Al Zaytun Controversy: A Critical Discourse... journals.stecab.com/jahss/article/view/847The Representation of Religious FiguresAo Responses to The Al Zaytun Controversy A Critical Discourse journals stecab jahss article view 847
  3. Mengungkap Sikap Media Republika dalam Memberitakan Isu Tewasnya Benjamin Netanyahu: Analisis Wacana... journals.eduped.org/index.php/J-LLANS/article/view/2067Mengungkap Sikap Media Republika dalam Memberitakan Isu Tewasnya Benjamin Netanyahu Analisis Wacana journals eduped index php J LLANS article view 2067
Read online
File size185.38 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test