EDUPEDEDUPED

Journal of Literature Language and Academic StudiesJournal of Literature Language and Academic Studies

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggambaran rasisme dalam film The Help, sebuah karya yang merefleksikan ketidaksetaraan rasial yang berakar pada sistem sosial, interaksi sehari-hari, dan representasi media. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pengambilan sampel bertujuan. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan pencatatan, kemudian diidentifikasi, diklasifikasikan, dan dianalisis menggunakan teori rasisme Carmichael dan Hamilton. Temuan menunjukkan bahwa karakter kulit hitam dalam The Help mengalami dua jenis rasisme, yaitu rasisme individual dan rasisme institusional. Rasisme individual tercermin dalam hinaan langsung, penghinaan, dan perlakuan interpersonal yang tidak setara. Sebaliknya, rasisme institusional direpresentasikan melalui norma-norma sosial, kebijakan, dan struktur hukum yang mempertahankan segregasi rasial serta membatasi hak-hak individu kulit hitam. Studi ini berkontribusi pada penelitian sebelumnya dengan menyediakan analisis terfokus terhadap The Help menggunakan teori rasisme Carmichael dan Hamilton, khususnya dalam membedakan rasisme sebagai masalah pribadi dan struktural. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi mahasiswa, peneliti, dan pendidik di bidang sastra, studi film, dan ilmu sosial dengan meningkatkan pemahaman mereka tentang rasisme sebagai isu sosial yang kompleks.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, film The Help menggambarkan rasisme sebagai isu sosial serius yang memengaruhi kehidupan karakter kulit hitam secara personal dan struktural.Rasisme individu terlihat melalui tindakan diskriminatif, penghinaan verbal, dan perlakuan tidak setara, sedangkan rasisme institusional diwakili oleh aturan, norma, serta sistem sosial yang membatasi hak dan kebebasan komunitas kulit hitam.Dengan demikian, film ini menekankan bahwa rasisme adalah masalah yang mengakar kuat dalam masyarakat, didorong oleh prasangka pribadi dan didukung oleh struktur yang menormalisasi diskriminasi serta segregasi.

Melihat analisis mendalam tentang rasisme individu dan institusional dalam film The Help yang telah dilakukan, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan untuk memperkaya pemahaman kita. Pertama, penelitian mendatang dapat memperluas kerangka teoretis dengan menerapkan lensa yang berbeda, misalnya, teori kritis ras atau perspektif intersekionalitas, untuk menganalisis film The Help atau karya-karya serupa yang menggambarkan ketidakadilan rasial. Pendekatan ini berpotensi mengungkap nuansa rasisme yang lebih kompleks, seperti bagaimana identitas ganda — seperti gender, kelas, dan status sosial — saling berinteraksi dengan ras untuk membentuk pengalaman diskriminasi, yang mungkin belum sepenuhnya tergali dengan teori yang digunakan saat ini. Pertanyaan kunci yang bisa diajukan adalah: apakah penerapan teori-teori ini akan menghasilkan temuan yang berbeda atau lebih mendalam tentang dinamika kekuasaan dan penindasan yang direpresentasikan dalam film? Kedua, akan sangat berharga untuk mendalami bagaimana karakter kulit hitam dalam film ini, meskipun menghadapi sistem rasis yang menindas, menunjukkan bentuk-bentuk agensi, ketahanan, atau bahkan strategi perlawanan. Bagaimana mereka mempertahankan martabat diri, membangun solidaritas, atau melakukan tindakan resistensi, baik secara terang-terangan maupun terselubung, dalam konteks sosial yang sangat membatasi kebebasan mereka? Memahami mekanisme bertahan hidup ini dapat memberikan wawasan penting tentang ketangguhan individu dan komunitas dalam menghadapi diskriminasi. Ketiga, sebuah studi tentang penerimaan audiens terhadap The Help akan sangat relevan. Bagaimana penonton, terutama dari latar belakang ras dan generasi yang berbeda, menafsirkan representasi rasisme dalam film ini? Apakah film ini berhasil dalam menyampaikan pesan anti-rasisme secara efektif, atau apakah ada perbedaan signifikan dalam cara audiens memahami isu-isu sensitif ini, serta bagaimana film tersebut memengaruhi pandangan mereka tentang sejarah dan realitas rasisme saat ini? Mengkaji respons audiens dapat menyoroti dampak sosial dan pendidikan dari karya sinema semacam ini.

  1. Representation of Racism in Antebellum Movie: Semiotic analysis of Roland Barthes | Journal of Pedagogy... doi.org/10.56741/jpes.v1i1.4Representation of Racism in Antebellum Movie Semiotic analysis of Roland Barthes Journal of Pedagogy doi 10 56741 jpes v1i1 4
  2. RACISM IN TONI MORRISON S THE BLUEST EYE | KOMPETENSI. racism toni morrison bluest eye kompetensi authors... doi.org/10.53682/kompetensi.v1i11.3587RACISM IN TONI MORRISON S THE BLUEST EYE KOMPETENSI racism toni morrison bluest eye kompetensi authors doi 10 53682 kompetensi v1i11 3587
  3. Afro-American Women Discrimination on Hidden Figures : A Critical Discourse Analysis | Ikawati | Indonesian... doi.org/10.24071/ijels.v4i1.1631Afro American Women Discrimination on Hidden Figures A Critical Discourse Analysis Ikawati Indonesian doi 10 24071 ijels v4i1 1631
  4. SOCIOLINGUISTICS ANALYSIS OF RACISM AND HUMANITY IN THE GREEN BOOK MOVIE | LITERA : Jurnal Bahasa Dan... doi.org/10.36002/litera.v9i1.2532SOCIOLINGUISTICS ANALYSIS OF RACISM AND HUMANITY IN THE GREEN BOOK MOVIE LITERA Jurnal Bahasa Dan doi 10 36002 litera v9i1 2532
Read online
File size229.9 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test