EDUPEDEDUPED

INCOME: Indonesian Journal of Community Service and EngagementINCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement

Peningkatan volume sampah rumah tangga menjadi tantangan pengelolaan lingkungan perkotaan, termasuk di Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung, seiring keterbatasan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti dan masih rendahnya kebiasaan memilah sampah dari sumber. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan praktik pemilahan sampah rumah tangga warga Kelurahan Cijawura sesuai anjuran pemerintah melalui program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung. Metode pelaksanaan mengikuti kerangka design thinking meliputi tahap empathize, define, ideate, prototype, dan test, melalui sosialisasi dan edukasi door to door oleh mahasiswa dan dosen pendamping lintas program studi kepada rumah tangga, kader RW/RT, PKK, dan Karang Taruna.

Program sosialisasi dan edukasi pemilahan sampah rumah tangga di Kelurahan Cijawura yang selaras dengan anjuran pemerintah melalui program Kang Pisman menunjukkan RW 13 sebagai model percontohan yang hampir mencapai kondisi zero waste, sekaligus memperluas fasilitas Rumah Maggot ke enam RW dan memanfaatkan media edukasi flash card dalam sosialisasi kepada masyarakat maupun sekolah.Keberhasilan tersebut ditopang oleh pendekatan design thinking yang menempatkan warga sebagai pelaku utama perubahan perilaku, dengan mahasiswa dan dosen pendamping berperan sebagai fasilitator praktik langsung di lapangan.Meskipun demikian, replikasi praktik baik ke RW lain masih memerlukan pendampingan berkelanjutan mengingat keterbatasan lahan pengelolaan dan variasi partisipasi warga antarwilayah.Kegiatan pengabdian selanjutnya direkomendasikan untuk memperkuat penerapan prinsip “Kurangi guna menekan timbulan sampah sejak dari sumber, memperluas replikasi praktik baik RW 13 ke RW-RW lain di Kelurahan Cijawura maupun kelurahan dampingan lainnya, serta mengintegrasikan dashboard monitoring berbasis data agar keberlanjutan program dapat dipantau secara terukur.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: 1. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan replikasi praktik baik RW 13 ke RW-RW lain, termasuk peran pendampingan berkelanjutan, ketersediaan lahan, dan partisipasi warga. 2. Mengeksplorasi strategi-strategi inovatif untuk mengatasi keterbatasan lahan pengelolaan sampah di wilayah perkotaan, seperti penggunaan teknologi pengolahan sampah yang efisien atau pengembangan model bisnis sampah yang berkelanjutan. 3. Melakukan studi komparatif antara program Kang Pisman di Kelurahan Cijawura dengan program serupa di kelurahan lain, untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan dan tantangan yang dihadapi dalam penerapan program ini di berbagai wilayah.

  1. Sosialisasi dan Edukasi Pemilahan Sampah Rumah Tangga Berbasis Program Kang Pisman di Kelurahan Cijawura,... doi.org/10.56855/income.v5i3.2408Sosialisasi dan Edukasi Pemilahan Sampah Rumah Tangga Berbasis Program Kang Pisman di Kelurahan Cijawura doi 10 56855 income v5i3 2408
Read online
File size670.13 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test