EDUPEDEDUPED

INCOME: Indonesian Journal of Community Service and EngagementINCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement

Direvisi 20 Oktober 2025 Revisi diterima 17 November 2025 (UMKM), Pengelolaan keuangan yang tertib merupakan salah satu tantangan utama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah termasuk di Kelurahan Sumompo, Kecamatan Tuminting, Kota Manado. Banyak UMKM belum memiliki catatan keuangan yang rapi, sehingga kesulitan melakukan evaluasi usaha maupun mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan formal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih penggunaan aplikasi SIAPIK (Sistem Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan) yang dikembangkan oleh Bank Indonesia sebagai solusi pencatatan keuangan digital. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan praktik, dan pendampingan awal kepada sekitar 15 pelaku UMKM dengan beragam jenis usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta menyambut positif penggunaan aplikasi SIAPIK dan mampu mengoperasikan fitur dasar pencatatan transaksi. Kendati demikian, ditemukan tantangan dalam hal konsistensi pencatatan, mengingat sebagian pelaku usaha masih terbiasa dengan metode manual atau tidak rutin mencatat transaksi. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi aplikasi digital tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga oleh kedisiplinan pengguna. Oleh karena itu, keberlanjutan program direncanakan melalui pendampingan berkala dan perluasan jangkauan peserta, sehingga aplikasi SIAPIK dapat benar-benar mendukung peningkatan literasi keuangan serta memperkuat daya saing UMKM di tingkat lokal.

Kegiatan pengabdian masyarakat mengenai implementasi aplikasi SIAPIK bagi UMKM di Kelurahan Sumompo Kecamatan Tuminting telah berhasil dilaksanakan pada tahap awal berupa sosialisasi dan pelatihan.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme tinggi untuk mempelajari pencatatan keuangan berbasis digital.Mereka menilai aplikasi SIAPIK mudah digunakan dan relevan dengan kebutuhan usaha, terutama dalam penyusunan laporan keuangan sederhana yang dapat mendukung akses pembiayaan ke lembaga keuangan.Meskipun demikian, tantangan yang muncul adalah konsistensi dalam melakukan pencatatan transaksi.Sebagian peserta mengaku masih kesulitan menjaga rutinitas input data karena keterbatasan waktu maupun kebiasaan lama.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak pendampingan berkelanjutan terhadap kebiasaan pencatatan keuangan UMKM. Selain itu, perlu dikembangkan integrasi aplikasi SIAPIK dengan lembaga keuangan lokal untuk memperkuat akses pembiayaan. Studi juga diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan yang disesuaikan dengan jenis usaha UMKM tertentu, seperti warung atau usaha kos, agar program lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

  1. Pendampingan UMKM dalam Pembuatan Laporan Keuangan dan Startegi dalam Sumber Dana Pembiayaan UMKM di... doi.org/10.54082/jamsi.811Pendampingan UMKM dalam Pembuatan Laporan Keuangan dan Startegi dalam Sumber Dana Pembiayaan UMKM di doi 10 54082 jamsi 811
  2. Implementasi Sistem Keuangan Digital untuk UMKM dan Koperasi di Kelurahan Sumompo Kecamatan Tuminting... journals.eduped.org/index.php/income/en/article/view/1752Implementasi Sistem Keuangan Digital untuk UMKM dan Koperasi di Kelurahan Sumompo Kecamatan Tuminting journals eduped index php income en article view 1752
  3. Peningkatan Akses Permodalan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) | Transgenera: Jurnal Ilmu Sosial,... doi.org/10.35457/transgenera.v1i2.3795Peningkatan Akses Permodalan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah UMKM Transgenera Jurnal Ilmu Sosial doi 10 35457 transgenera v1i2 3795
  4. Penerapan Aplikasi Keuangan Digital Untuk Membantu Pencatatan Dan Laporan Keuangan Bisnis UMKM | Haryati... doi.org/10.32502/sa.v6i2.9124Penerapan Aplikasi Keuangan Digital Untuk Membantu Pencatatan Dan Laporan Keuangan Bisnis UMKM Haryati doi 10 32502 sa v6i2 9124
Read online
File size346.71 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test