PUBLINEPUBLINE

Primary Journal of Multidisciplinary ResearchPrimary Journal of Multidisciplinary Research

Kehamilan merupakan proses fisiologis yang memerlukan perhatian khusus untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Pemeriksaan kehamilan (ANC) bertujuan untuk mendeteksi risiko dini, mencegah komplikasi, serta mempersiapkan ibu untuk persalinan dan masa nifas. Meski ANC sudah menjadi standar pelayanan, banyak ibu hamil masih tidak patuh terhadap jadwal pemeriksaan karena kurangnya pengetahuan, kesadaran rendah, atau dukungan yang tidak memadai dari tenaga kesehatan. Konseling antenatal merupakan pendekatan komunikasi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman, motivasi, dan kesadaran ibu hamil dalam menjaga kesehatan selama kehamilan. Penelitian ini menunjukkan bahwa konseling antenatal secara signifikan meningkatkan kepatuhan ibu hamil terhadap jadwal ANC, dengan p-value < 0,05. Ibu hamil yang menerima konseling menunjukkan peningkatan pemahaman tentang pentingnya ANC, motivasi untuk hadir sesuai jadwal, serta sikap positif terhadap perawatan kehamilan. Temuan ini menegaskan bahwa konseling antenatal merupakan intervensi efektif untuk meningkatkan kepatuhan ANC. Oleh karena itu, disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan kualitas dan frekuensi konseling antenatal sebagai bagian dari layanan rutin, sehingga dapat mengurangi angka ketidakpatuhan, mendeteksi risiko lebih awal, serta menurunkan morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi.

Konseling antenatal terbukti efektif dalam meningkatkan kepatuhan ibu hamil terhadap pemeriksaan kehamilan.Melalui konseling, ibu hamil mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya ANC, yang berdampak pada peningkatan motivasi dan sikap positif terhadap perawatan kehamilan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konseling antenatal berperan penting dalam memperbaiki kepatuhan ANC, sehingga dapat menurunkan risiko komplikasi kehamilan dan mendukung pencapaian target SDGs dalam bidang kesehatan ibu dan anak.Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan kualitas konseling antenatal dan mengintegrasikannya secara optimal dalam layanan rutin.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan pendekatan konseling antenatal berbasis teknologi digital, seperti aplikasi atau video edukasi, untuk meningkatkan akses dan keterlibatan ibu hamil, terutama di daerah pedesaan. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pelatihan intensif tenaga kesehatan dalam komunikasi efektif dan manajemen waktu untuk meningkatkan kualitas konseling. Terakhir, studi lanjutan juga bisa mengeksplorasi peran dukungan keluarga dalam meningkatkan kepatuhan ANC melalui intervensi bersama antara tenaga kesehatan dan anggota keluarga ibu hamil.

  1. Comparison of Convenience Sampling and Purposive Sampling, American Journal of Theoretical and Applied... doi.org/10.11648/j.ajtas.20160501.11Comparison of Convenience Sampling and Purposive Sampling American Journal of Theoretical and Applied doi 10 11648 j ajtas 20160501 11
Read online
File size825.11 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test