UBBUBB

MINERALMINERAL

Proses penetralkan air asam tambang di Kolam Pengendap Lumpur (KPL) Pit 3 Barat Banko Barat PT Bukit Asam Tbk menggunakan kapur tohor untuk menetralkan air asam tambang. Namun, penggunaan kapur tohor tidak efektif karena tidak sesuai dengan volume air di KPL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktualisasi penggunaan kapur tohor dalam proses penetralan air asam tambang, menganalisis kualitas air setelah pengujian di laboratorium, serta menghitung perbandingan penggunaan kapur tohor dan biaya kebutuhan kapur tohor aktual dan setelah perhitungan ulang. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa dosis kapur tohor yang diperlukan untuk menetralkan air asam tambang adalah 0,2 gr/l, sedangkan penggunaan aktual di lapangan mencapai 0,4 gr/l. Hal ini menyebabkan penghematan biaya sebesar 50%.

Proses penetralan air asam tambang di KPL Pit 3 Barat Banko Barat menggunakan metode aktif dengan penambahan kapur tohor secara manual.Dosis kapur tohor sebesar 0,2 gr/l dapat menetralkan air asam tambang hingga pH 7,11 dan memenuhi standar baku mutu lingkungan.Penggunaan kapur tohor setelah pengujian ulang menghemat biaya sebesar Rp 612.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji alternatif bahan penetralkan selain kapur tohor yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Selain itu, penting untuk mengembangkan metode pengukuran pH secara otomatis dan real-time untuk meningkatkan efisiensi penggunaan kapur tohor. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada dampak jangka panjang dari penggunaan kapur tohor terhadap ekosistem perairan di sekitar area penambangan.

Read online
File size320.41 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test