IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN

El-Mu'Jam. Jurnal Kajian Al Qur'an dan Al-HadisEl-Mu'Jam. Jurnal Kajian Al Qur'an dan Al-Hadis

Artikel ini mengkaji makna Islam sebagaimana diungkapkan dalam al-Quran melalui perspektif Muhammad Asad. Penelitian ini mengeksplorasi penafsiran teks suci dengan menekankan konsep penyerahan diri yang menyeluruh kepada Allah SWT. Menurut Muhammad Asad, Islam bukan sekadar serangkaian ritual dan aturan, melainkan sebuah realisasi spiritual yang menuntut kedalaman hati, pikiran, dan jiwa dalam tunduk kepada keesaan Tuhan. Studi ini menganalisis berbagai ayat al-Quran yang menegaskan bahwa keselamatan hakiki dibangun atas dasar keimanan yang tulus, keyakinan akan hari pembalasan, serta perbuatan kebaikan. Di samping itu, artikel membahas prinsip kebebasan beragama yang menolak paksaan dalam keyakinan dan mengajak setiap individu untuk memilih dengan bebas jalan spiritualnya. Pendekatan inklusif Muhammad Asad yang menolak eksklusivitas sektarian membuka ruang untuk dialog antarumat beragama, sekaligus menggarisbawahi dimensi universal Islam yang menyatukan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa esensi Islam sebagai penyerahan diri kepada Allah memiliki relevansi mendalam dalam upaya menciptakan harmoni dan perdamaian global.

Inti ajaran Islam adalah penyerahan diri total kepada Allah SWT.Menurut Muhammad Asad, Islam tidak terbatas pada ritual atau aturan formal semata, melainkan merupakan manifestasi realitas spiritual yang menyeluruh, di mana setiap individu menyerahkan hati, pikiran, dan seluruh keberadaannya kepada Sang Pencipta.Penafsiran ini terlihat jelas dalam sejumlah ayat Al-Quran yang menekankan keutamaan pengakuan keesaan Allah, keyakinan akan hari pembalasan, serta perlunya amal kebaikan sebagai landasan keselamatan.Asad juga menekankan bahwa keselamatan tidak eksklusif bagi kelompok atau agama tertentu, melainkan terbuka bagi siapa pun yang dengan tulus mengimani Allah dan mengamalkan nilai-nilai kebaikan.Selain itu, artikel ini menguraikan pentingnya prinsip kebebasan beragama, di mana tidak ada paksaan dalam urusan keyakinan.Setiap individu dianjurkan untuk memilih jalannya sendiri dalam meraih hubungan yang mendalam dengan Tuhan, sebagaimana dicontohkan oleh keteladanan Nabi Ibrahim.

1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak interpretasi Muhammad Asad terhadap praktik keagamaan modern di Indonesia, khususnya dalam konteks pendidikan dan dialog antarumat beragama. 2. Studi tentang peran al-Quran dalam mempromosikan toleransi antaragama, dengan fokus pada bagaimana penafsiran inklusif Asad dapat diimplementasikan dalam kebijakan publik. 3. Analisis kritis terhadap tantangan dalam menerapkan prinsip kebebasan beragama di era digital, termasuk pengaruh media sosial terhadap pemahaman masyarakat tentang nilai-nilai universal dalam Islam.

  1. PEMBENTUKAN KULTUR AKHLAK MULIA DI KALANGAN MAHASISWA UNY MELALUI PEMBELAJARAN PAI | Jurnal Cakrawala... journal.uny.ac.id/index.php/cp/article/view/223PEMBENTUKAN KULTUR AKHLAK MULIA DI KALANGAN MAHASISWA UNY MELALUI PEMBELAJARAN PAI Jurnal Cakrawala journal uny ac index php cp article view 223
  2. Makna Islam dalam Al-Qur’an: Studi Penafsiran ‘Abdullāh Yūsuf ‘Alī dan Muḥammad... doi.org/10.15408/ref.v23i2.29173Makna Islam dalam Al QurAoan Studi Penafsiran AoAbdullAh Ysuf AoAl dan Muuammad doi 10 15408 ref v23i2 29173
Read online
File size830.29 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test