IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN

El-Mu'Jam. Jurnal Kajian Al Qur'an dan Al-HadisEl-Mu'Jam. Jurnal Kajian Al Qur'an dan Al-Hadis

Krisis lingkungan global, yang ditandai dengan deforestasi besar-besaran dan degradasi ekosistem, telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna mendalam dari istilah fasād (kerusakan/korupsi) dalam QS. Ar-Rum ayat 41 melalui pendekatan semantik Toshihiko Izutsu dan untuk menganalisis relevansinya dengan fenomena eksploitasi sumber daya alam kontemporer. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan analisis deskriptif-analitis. Temuan menunjukkan bahwa, pada dasarnya, fasād berarti kerusakan atau kondisi yang menyimpang dari keseimbangan. Secara relasional dalam Al-Quran, fasād sangat terkait dengan konsep ketidakadilan (ẓulm), pelanggaran, dan pengabaian amanah kekhalifahan (khalifah). Relevansinya dengan eksploitasi alam saat ini meliputi tindakan perusakan hutan, penambangan yang tidak bertanggung jawab, dan pencemaran limbah, yang semuanya merupakan manifestasi nyata dari tangan manusia yang mengganggu keseimbangan ciptaan Allah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mengatasi krisis ekologi membutuhkan transformasi spiritual dan penerapan etika lingkungan berdasarkan nilai-nilai Al-Quran.

Berdasarkan analisis semantik Toshihiko Izutsu terhadap istilah fasād dalam QS.Ar-Rum ayat 41, dapat disimpulkan bahwa makna fasād bersifat integratif, bukan sekadar kerusakan fisik, melainkan kegagalan sistemik yang bermula dari kerusakan moral dan spiritual manusia yang kemudian termanifestasi dalam kerusakan ekologi di daratan dan lautan.Evolusi makna Al-Quran mentransformasi istilah fasād dari penggunaan leksikal sederhana masa Jahiliyyah menjadi konsep teologis yang kompleks yang menghubungkan perilaku manusia dengan stabilitas kosmos.Implikasi praktisnya, eksploitasi sumber daya alam yang melampaui batas daya dukung lingkungan adalah pelanggaran syariat.Al-Quran menyerukan perlunya etika lingkungan yang kuat di mana pengelolaan alam harus didasarkan pada prinsip keberlanjutan dan keadilan spiritual.Penanggulangan krisis lingkungan tidak cukup hanya dengan pendekatan teknis, melainkan harus disertai dengan perubahan cara pandang manusia terhadap alam sebagai amanah Ilahi.

Untuk mengatasi krisis ekologi, diperlukan perubahan cara pandang manusia terhadap alam sebagai amanah Ilahi. Penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan etika lingkungan yang kuat, dengan menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dan keadilan spiritual dalam pengelolaan sumber daya alam. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi lebih lanjut konsep fasād dalam Al-Quran dan implikasinya terhadap perilaku manusia dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Penelitian ini juga dapat menjadi dasar untuk mengembangkan strategi mitigasi terhadap eksploitasi sumber daya alam, dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan, konservasi dan restorasi ekosistem, serta pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.

Read online
File size813.66 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test