IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN

El-Mu'Jam. Jurnal Kajian Al Qur'an dan Al-HadisEl-Mu'Jam. Jurnal Kajian Al Qur'an dan Al-Hadis

Para penafsir Al-Quran kontemporer semakin sering memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan tafsir mereka kepada audiens yang lebih luas dan beragam. Salah satu tokoh menonjol dalam tren ini adalah Muhammad Ismail Al-Ascholy, seorang cendekiawan muda dari Bangkalan, Madura. Ia secara aktif membagikan pemikirannya melalui fitur Instastory di akun Instagram-nya @ismailascholy, serta kerap menggunakan platform seperti YouTube, Zoom Meetings, dan Instagram Live untuk menyampaikan tafsir lisan. Penelitian ini bertujuan untuk menyoroti sifat dinamis pendekatan lisan dalam penafsiran Al-Quran di konteks kontemporer, serta mengkaji karakteristik khas dari tafsir lisan Surah An-Nas oleh Al-Ascholy yang disajikan dalam program Ngaji Tafsir Ala NU x Lora Ismail Al-Ascholy di kanal Ala NU. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif, dengan merujuk pada teori penafsiran lisan dari Andreas Gorke yang dilengkapi oleh konsep orality dari Walter J. Ong. Temuan penelitian ini menyoroti ciri khas kelisanan dalam karya-karya Al-Ascholy, terutama pada pengulangan ayat-ayat di bagian akhir Surah An-Nas dan penekanan terhadap ancaman-ancaman serius yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyampaian tafsir lisan melalui media sosial dapat menjadi media alternatif bagi para penafsir kontemporer untuk terlibat aktif dan berkontribusi dalam perkembangan wacana penafsiran Al-Quran masa kini.

Pemanfaatan media sosial sebagai sarana penyampaian tafsir lisan mencerminkan dinamika perkembangan tafsir Al-Quran kontemporer.Penafsiran Al-Ascholy terhadap Surah An-Nas menekankan keselarasan bunyi di akhir ayat serta bahaya bisikan setan (waswas) yang dianggap lebih mengancam dibanding gangguan eksternal.Gaya penyampaian Al-Ascholy mengandung empat dari sembilan karakteristik kelisanan menurut Ong.agregatif, konservatif, redundan, serta dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari.

Saran pertama adalah mengkaji dampak penggunaan media sosial terhadap perubahan pola pemahaman masyarakat terhadap tafsir Al-Quran. Saran kedua adalah membandingkan metode tafsir Al-Ascholy dengan pendekatan tradisional untuk melihat perbedaan efektivitas dalam menyampaikan pesan religius. Saran ketiga adalah menganalisis pengaruh penggunaan analogi dan humor dalam tafsir lisan terhadap tingkat keterlibatan audiens, terutama generasi muda.

  1. Tafsir Syafahi Ahmad Bahaudin Nur Salim : Studi Analisis Karakteristik Kelisanan Dan Penafsiran | Tabsyir:... doi.org/10.59059/tabsyir.v5i2.1050Tafsir Syafahi Ahmad Bahaudin Nur Salim Studi Analisis Karakteristik Kelisanan Dan Penafsiran Tabsyir doi 10 59059 tabsyir v5i2 1050
  2. Membaca Tafsir Oral Hannan Attaki Tentang Memuliakan Istri Di Media Sosial (Analisis Channel Youtube... doi.org/10.32678/jsga.v10i1.6872Membaca Tafsir Oral Hannan Attaki Tentang Memuliakan Istri Di Media Sosial Analisis Channel Youtube doi 10 32678 jsga v10i1 6872
Read online
File size639.49 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test