RADEN FATAHRADEN FATAH

Medina-Te : Jurnal Studi IslamMedina-Te : Jurnal Studi Islam

Tafsir al-Azhar karya Hamka dalam penafsirannya jelas menampakkan adanya operasional-fungsional hermeneutika al-Quran, meskipun secara metodologis tidak secara utuh dan sinergis dalam merepresentasikan hermeneutika al-Quran sebagai metode penafsiran. “Taslim yang dimaksud Hamka di dalam haluan tafsir al-Azhar terhadap akidah dan ibadah adalah persoalan kaifiyat berakidah dan beribadah bukan pada pemahaman dan spirit ayat. Tidak digunakannya istilah sebutan hermeneutika di atau dalam tafsir al-Azhar tidak meniscakan ketiadaan gagasan hermeneutis operasional-fungsional di dalam studi al-Quran. Karena itu, upaya melakukan kontekstualisasi al-Quran, sebagaimana digagas oleh hermeneutika ketika berhadapan dengan teks dalam mengejawantahkan makna al-Quran sholihun likulli zaman wa makan sebagai solusi kekinian, untuk lebih membumikan al-Quran telah lama dilakukan.

Penafsiran Hamka terhadap ayat-ayat akidah dan ibadah tidak terpaku pada teks saja, melainkan juga mempertimbangkan konteks historis dan sosial.Tafsir al-Azhar secara operasional jelas menggunakan hermeneutika modern dalam menafsirkan ayat-ayat tersebut, memberikan pemahaman yang plural dan toleran.Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa Hamka telah mengintegrasikan prinsip-prinsip hermeneutika dalam tafsirnya, meskipun istilah hermeneutika itu sendiri tidak secara eksplisit digunakan.

Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk membandingkan pendekatan hermeneutika Hamka dengan pendekatan hermeneutika ulama lain di Indonesia, untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam interpretasi Al-Quran. Kedua, studi mendalam mengenai pengaruh konteks sosial-politik Indonesia pada penafsiran Hamka dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang relevansi tafsir al-Azhar bagi masyarakat Indonesia. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada analisis hermeneutika Hamka dalam menafsirkan ayat-ayat yang berkaitan dengan isu-isu kontemporer, seperti keadilan sosial, hak asasi manusia, dan lingkungan hidup, untuk melihat bagaimana tafsirnya dapat memberikan solusi bagi permasalahan-permasalahan tersebut. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu tafsir dan memberikan kontribusi bagi pemahaman Al-Quran yang lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan masyarakat modern.

Read online
File size161.39 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test