CAHAYA ICCAHAYA IC

Journal of Health Innovation and Environmental EducationJournal of Health Innovation and Environmental Education

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara perawatan tali pusat terbuka dan infeksi neonatal dalam 28 hari pertama setelah persalinan di fasilitas bidan primer di Iseyin, Oyo State, Nigeria, serta mengidentifikasi prediktor biologis dan lingkungan independen terhadap risiko infeksi. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif terhadap 980 neonatus cukup bulan yang lahir antara Januari 2022 dan Desember 2024 di enam pusat obstetri primer terdaftar di Iseyin. Data diperoleh dari register bersalin dan catatan tindak lanjut. Analisis regresi log-binomial multivariabel dan matching skor propensi 1:1 dilakukan menggunakan STATA versi 17 untuk mengestimasi risiko relatif terkoreksi (RR) dengan selang kepercayaan 95%. Infeksi neonatal terjadi pada 8,7% kelompok perawatan tali pusat terbuka dan 6,5% kelompok antiseptik. Setelah penyesuaian multivariabel dan matching skor propensi, perawatan tali pusat terbuka tidak secara signifikan dikaitkan dengan peningkatan risiko infeksi (aRR 1,15; 95% CI 0,76–1,73; p = 0,49). Berat badan lahir rendah, ruptur membran lama, dan sanitasi rumah tangga terbatas merupakan prediktor independen, sedangkan inisiasi dini pemberian ASI memiliki efek protektif. Penelitian ini memberikan bukti kontekstual tentang efektivitas perawatan tali pusat terbuka dalam layanan bidan primer di kawasan semi-urban Afrika Barat. Dengan mengintegrasikan matching skor propensi dan data layanan rutin, penelitian ini menjembatani kesenjangan antara uji coba antiseptik terkontrol dan praktik keperawatan tingkat implementasi, mendukung strategi pencegahan infeksi neonatal berbasis risiko dan sistem.

Perawatan tali pusat terbuka tidak secara independen dikaitkan dengan peningkatan risiko infeksi neonatal dalam 28 hari pertama setelah persalinan di fasilitas obstetri primer di Iseyin, Nigeria, bahkan setelah penyesuaian multivariabel dan matching skor propensi.Faktor seperti berat badan lahir rendah, ruptur membran lama, dan sanitasi rumah tangga terbatas teridentifikasi sebagai prediktor independen risiko infeksi neonatal, sementara inisiasi dini pemberian ASI menunjukkan efek protektif.Temuan ini menunjukkan bahwa strategi pencegahan infeksi neonatal di setting bidan primer sebaiknya berfokus pada deteksi dini risiko biologis dan perbaikan kondisi lingkungan, bukan hanya pada penggantian rutin dengan antiseptik.

Pertama, perlu penelitian prospektif lintas wilayah di berbagai daerah semi-urban dan pedesaan Afrika Sub-Sahara untuk mengevaluasi ambang batas kontekstual penggunaan antiseptik tali pusat berdasarkan kondisi sanitasi rumah tangga dan akses pelayanan kesehatan. Kedua, diperlukan penelitian intervensi yang menguji efektivitas pendekatan pencegahan infeksi berbasis risiko, seperti pemantauan intensif bagi bayi berat lahir rendah dan ibu dengan ruptur membran lama, dibandingkan dengan pendekatan seragam untuk semua neonatus. Ketiga, studi lebih lanjut perlu mengeksplorasi bagaimana program pendampingan rumah pasca persalinan oleh tenaga kesehatan komunitas dapat meningkatkan kepatuhan terhadap perawatan tali pusat kering dan bersih, terutama di rumah tangga dengan sanitasi terbatas, serta dampaknya terhadap insiden infeksi neonatal. Penelitian-penelitian ini akan membantu mengembangkan strategi pencegahan yang lebih tepat sasaran, efisien, dan adaptif terhadap kondisi setempat, tanpa mengandalkan intervensi universal yang mungkin tidak sesuai secara kontekstual. Selain itu, pendekatan holistik yang mengintegrasikan perawatan tali pusat dengan faktor perinatal dan lingkungan dapat memperkuat sistem pencegahan infeksi neonatal di tingkat primer. Dengan menilai kombinasi antara risiko biologis, paparan intrapartum, dan kondisi rumah tangga, penelitian lanjutan dapat merancang alat skrining sederhana untuk mengidentifikasi bayi dengan risiko tinggi. Intervensi berbasis rumah juga dapat dievaluasi untuk melihat sejauh mana pendidikan kesehatan dan kunjungan rutin dapat mengubah perilaku perawatan tali pusat di masyarakat. Penelitian yang melibatkan analisis mikrobiologis dari kasus infeksi juga penting untuk mengonfirmasi diagnosis klinis dan mengidentifikasi patogen dominan. Secara keseluruhan, penelitian lanjutan harus berorientasi pada konteks lokal dan sistem kesehatan yang ada agar temuannya dapat langsung diimplementasikan secara operasional.

  1. Infinity Journal. proving geometry theorems student prospective teachers perseverance mathematical reasoning... e-journal.stkipsiliwangi.ac.id/index.php/infinity/article/view/4028Infinity Journal proving geometry theorems student prospective teachers perseverance mathematical reasoning e journal stkipsiliwangi ac index php infinity article view 4028
  2. Continuity of Open Umbilical Cord Care and Risk of Neonatal Infection in a Primary Obstetric Setting:... cahaya-ic.com/index.php/JHIEE/article/view/2915Continuity of Open Umbilical Cord Care and Risk of Neonatal Infection in a Primary Obstetric Setting cahaya ic index php JHIEE article view 2915
Read online
File size347.66 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test