UM MetroUM Metro

GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan KonselingGUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling

Guru bimbingan dan konseling (BK) memiliki peran penting sebagai garis depan penyampaian layanan konseling di sekolah. Oleh karena itu, kesejahteraan psikologis mereka menjadi faktor vital yang harus ditangani. Penelitian ini bertujuan meneliti konstruk psikologis yang memengaruhi kesejahteraan psikologis guru BK serta mengkategorikan tingkat kesejahteraan psikologis mereka. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan kerangka PRISMA dan strategi PICO, dengan data inklusif. Lima studi empiris relevan dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa kecerdasan emosional, dukungan sosial keluarga, self-compassion, self-efficacy, kecerdasan spiritual, religiositas, serta faktor demografis (jenis kelamin dan status sosial ekonomi) secara positif memengaruhi kesejahteraan psikologis. Sebaliknya, komponen empati personal distress memberikan dampak negatif. Studi juga menemukan bahwa guru BK laki-laki memiliki tingkat kesejahteraan psikologis lebih tinggi dibandingkan teman-temannya di sisi perempuan, dengan tingkat kesejahteraan secara keseluruhan berkisar dari menengah hingga rendah di dua wilayah yang dievaluasi. Temuan ini menekankan perlunya meningkatkan kesejahteraan psikologis guru BK melalui penanganan faktor-faktor penyumbang spesifik, sehingga dapat memperbaiki kualitas layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas ruang lingkup konstruk psikologis yang diteliti untuk lebih memahami kompleksitas kesejahteraan guru.

Kesejahteraan psikologis guru bimbingan dan konseling dapat ditingkatkan dengan memperhatikan kecerdasan emosional, dukungan sosial keluarga, self-compassion, self-efficacy, kecerdasan spiritual, dan religiositas, serta menurunkan tingkat personal distress.Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor tersebut sebagai komponen penting yang secara positif berkontribusi pada kesejahteraan psikologis.Penelitian lanjutan diharapkan dapat memperluas cakupan ilmu dari kesejahteraan psikologis untuk mengetahui lebih lanjut kompleksitas dinamika kesejahteraan guru BK.

Pertama, penelitian dapat mengkaji secara komparatif peran kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dalam mengurangi stres kerja guru BK, seperti apakah salah satu konstruk lebih efektif dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis. Kedua, studi longitudinal dapat dilakukan untuk menilai perubahan tingkat personal distress dan faktor-faktor penyumbang lainnya selama satu tahun pelajaran, sehingga dapat memonitor efektivitas intervensi kebijakan sekolah. Ketiga, pengembangan dan evaluasi program pelatihan berbasis teknik self-compassion dan self-efficacy bagi guru BK dapat dijadikan arah penelitian berikutnya, dengan tujuan mengukur dampak praktis terhadap kualitas layanan bimbingan dan konseling serta peningkatan kepuasan guru terhadap pekerjaan mereka.

  1. Religiosity and Psychological Well-Being of School Counselors | Syahril | AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan.... doi.org/10.35445/alishlah.v15i2.2365Religiosity and Psychological Well Being of School Counselors Syahril AL ISHLAH Jurnal Pendidikan doi 10 35445 alishlah v15i2 2365
  2. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0033-295x.84.2.191APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0033 295x 84 2 191
  3. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/a0039252APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 a0039252
  4. Psychological Well-Being of School Counsellors Model. well school counsellors model cookies ensure closing... eu-jer.com/psychological-well-being-of-school-counsellors-modelPsychological Well Being of School Counsellors Model well school counsellors model cookies ensure closing eu jer psychological well being of school counsellors model
Read online
File size257.54 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test