IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN

AS-Syar'e. jurnal Syari'ah dan HukumAS-Syar'e. jurnal Syari'ah dan Hukum

Sumpah dan janji merupakan instrumen penting dalam etika sosial dan hukum Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Syekh Wahbah Az Zuhaili dalam Tafsir Al Munir mengenai urgensi menjaga komitmen batiniah berdasarkan Q.S. An Nahl: 91. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interpretasi Az Zuhaili terhadap ayat ini menekankan pada konsep Muraqabatullah (pengawasan Allah). Meskipun ayat ini bersifat umum mengenai pengetahuan Allah, namun dalam konteks perjanjian, ia berfungsi sebagai landasan teologis bahwa setiap niat di balik sumpah baik yang nampak maupun yang tersembunyi akan dimintai pertanggungjawaban, sehingga integritas seorang Muslim diukur dari keselarasan antara lisan dan hatinya.

Berdasarkan interpretasi Wahbah Az Zuhaili dalam Tafsir Al Munir, Q.91 merupakan pengingat bahwa inti dari sumpah dan janji bukanlah pada kata-kata yang diucapkan, melainkan pada kejujuran niat yang ada dalam hati.Az Zuhaili memposisikan pengetahuan Allah sebagai instrumen pengawasan internal bagi setiap Muslim.Interpretasi Wahbah az Zuhaili terhadap Surah An Nahl ayat 91 memberikan pemahaman bahwa akar dari ketaatan dalam berjanji adalah rasa takut kepada Allah (Taqwa) yang mengetahui segala rahasia.Ayat ini bukan sekadar informasi tentang sifat Allah, melainkan sebuah instrumen hukum moral agar setiap individu menjaga lisan dan hatinya dari pengkhianatan.Dalam pandangan Al Munir, seorang Muslim yang sadar bahwa Allah mengetahui apa yang ia rahasiakan, tidak akan pernah berani menjadikan sumpah sebagai alat penipuan.Dengan memahami bahwa Allah mengetahui apa yang dirahasiakan, seorang mukmin akan menjaga integritas janjinya bukan karena takut pada sanksi sosial atau hukum manusia, melainkan karena rasa takut dan hormat kepada Allah Swt.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara tafsir Al Munir dengan tafsir-tafsir lain mengenai ayat yang sama, untuk melihat perbedaan interpretasi dan pemahaman tentang sumpah dan janji dalam Islam. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak sosial dan etis dari pemahaman ayat ini terhadap perilaku sosial umat Islam di era modern, serta bagaimana pemahaman ini dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti politik, ekonomi, dan hubungan antar individu.

  1. PANDANGAN AL-QUR`AN DAN AS-SUNNAH TENTANG WASATIYYAH (MODERASI) SERTA IMPLEMENTASINYA TERHADAP HUKUM... jurnal.idaqu.ac.id/index.php/at-taisir/article/view/90PANDANGAN AL QUR AN DAN AS SUNNAH TENTANG WASATIYYAH MODERASI SERTA IMPLEMENTASINYA TERHADAP HUKUM jurnalaqu ac index php at taisir article view 90
  2. Menelusuri Etika Bermasyarakat: Analisis Perspektif Wahbah Al-Zuhaili dalam Kitab Al-Tafsir Al-Munir... jurnal.stiq-amuntai.ac.id/index.php/al-qalam/article/view/3612Menelusuri Etika Bermasyarakat Analisis Perspektif Wahbah Al Zuhaili dalam Kitab Al Tafsir Al Munir jurnal stiq amuntai ac index php al qalam article view 3612
  3. Analisis Qirâ’at Sab‘ah pada Kitab Tafsîr al-Munîr Karya Wahbah al-Zuhaili.... ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/al-fikra/article/view/18629Analisis QiryAoat SabAoah pada Kitab Tafsyr al Munyr Karya Wahbah al Zuhaili ejournal uin suska ac index php al fikra article view 18629
  4. Studi Penafsiran Mitsaqan Ghalizha dalam Tafsir Fii Zhilalil Qur’an | Al Karima : Jurnal Studi... ejurnal.stiqisykarima.ac.id/index.php/AlKarima/article/view/87Studi Penafsiran Mitsaqan Ghalizha dalam Tafsir Fii Zhilalil QurAoan Al Karima Jurnal Studi ejurnal stiqisykarima ac index php AlKarima article view 87
Read online
File size310 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test