IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN

El-Mu'Jam. Jurnal Kajian Al Qur'an dan Al-HadisEl-Mu'Jam. Jurnal Kajian Al Qur'an dan Al-Hadis

Konsep rezeki merupakan salah satu tema fundamental dalam al-Quran yang terus mengalami perkembangan pemaknaan seiring perubahan konteks sosial dan intelektual para mufasir. Meskipun kajian mengenai rezeki telah banyak dilakukan, penelitian yang mengomparasikan tafsir klasik dan kontemporer dengan menggunakan perspektif resepsi Hans Robert Jauss masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep rezeki dalam al-Quran melalui studi komparatif terhadap Jāmi al-Bayān karya Aṭ-Ṭabarī dan Tafsir al-Misbah karya M. Quraish Shihab, serta menjelaskan bagaimana horizon harapan kedua mufasir memengaruhi konstruksi makna rezeki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aṭ-Ṭabarī memaknai rezeki dalam kerangka normatif-teologis dengan menekankan ketetapan Allah, kepatuhan terhadap syariat, dan orientasi ukhrawi. Sebaliknya, Quraish Shihab memahami rezeki secara lebih kontekstual dengan menekankan keterkaitan antara ketentuan Ilahi, ikhtiar manusia, tanggung jawab moral, dan dimensi sosial.

Penelitian ini menunjukkan bahwa konsep rezeki dalam al-Quran memiliki makna yang luas, mencakup dimensi material dan nonmaterial sebagai bentuk karunia Allah Swt.Hasil analisis komparatif memperlihatkan bahwa Aṭ-Ṭabarī dan M.Quraish Shihab memiliki kesamaan dalam memandang Allah sebagai sumber segala rezeki, tetapi berbeda dalam memberikan penekanan makna.Aṭ-Ṭabarī memahami rezeki dalam kerangka normatif-teologis dengan menitikberatkan pada ketetapan Allah, kepatuhan terhadap syariat, dan orientasi ukhrawi.Sebaliknya, Quraish Shihab mengembangkan pemahaman yang lebih kontekstual dengan menempatkan rezeki sebagai anugerah yang berkaitan dengan ikhtiar manusia, tanggung jawab moral, dan realitas sosial.Perbedaan tersebut merupakan konsekuensi dari perbedaan horizon of expectations yang dibentuk oleh konteks historis, sosial, dan intelektual masing-masing mufasir.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan studi ini dengan memperluas cakupan analisis ke tafsir-tafsir lain dari periode klasik maupun kontemporer untuk membandingkan pola resepsi yang berbeda. Selain itu, pendekatan teori resepsi Hans Robert Jauss dapat diterapkan pada tema-tema Al-Quran lainnya, seperti konsep keadilan atau kebebasan, untuk melihat dinamika pemaknaan yang terjadi di berbagai konteks historis. Penelitian juga bisa fokus pada pengaruh faktor sosial dan budaya modern terhadap interpretasi kontemporer konsep rezeki, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan perubahan pola hidup masyarakat saat ini.

  1. Makna Rezeki dalam Ayat-Ayat Al-Qur'an (Kajian Tafsir Ibnu Katsir) | Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur'an... doi.org/10.59579/qaf.v4i1.3534Makna Rezeki dalam Ayat Ayat Al Quran Kajian Tafsir Ibnu Katsir Qaf Jurnal Ilmu Al Quran doi 10 59579 qaf v4i1 3534
  2. Jurnal Substantia. dialektika pendekatan normatif kontekstual penafsiran rezeki studi komparatif tafsir... doi.org/10.22373/substantia.v27i1.29412Jurnal Substantia dialektika pendekatan normatif kontekstual penafsiran rezeki studi komparatif tafsir doi 10 22373 substantia v27i1 29412
  3. KISAH ASHABUL KAHFI DALAM AL-QUR’AN: KAJIAN KOMPARATIF ANTARA TAFSIR AL-MISBAH DAN TAFSIR IBNU... ejournal.uinponorogo.ac.id/index.php/jusma/article/view/522KISAH ASHABUL KAHFI DALAM AL QURAoAN KAJIAN KOMPARATIF ANTARA TAFSIR AL MISBAH DAN TAFSIR IBNU ejournal uinponorogo ac index php jusma article view 522
Read online
File size772.28 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test