PERADABANPUBLISHINGPERADABANPUBLISHING

Peradaban Journal of Religion and SocietyPeradaban Journal of Religion and Society

Fenomena fatherlessness atau ketidakhadiran peran ayah dalam kehidupan anak merupakan persoalan serius di era modern. Dampaknya mencakup lemahnya kontrol diri, penurunan kualitas hubungan sosial, hingga krisis identitas pada anak. Kesenjangan ini menunjukkan urgensi untuk merevitalisasi peran ayah, tidak hanya sebagai penyedia kebutuhan material, tetapi juga sebagai pendidik dan pembimbing spiritual. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep keteladanan ayah dalam Surah Ash‑Shaffat [37]:102 melalui Tafsir al‑Misbah dan mengintegrasikannya dengan teori keterlibatan ayah menurut Michael E. Lamb, yang mencakup dimensi engagement, accessibility, dan responsibility. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui pendekatan kepustakaan dengan teknik analisis isi terhadap teks tafsir, literatur keislaman, dan teori psikologi perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan Nabi Ibrahim dalam membimbing Ismail mencerminkan keterlibatan ayah yang ideal: komunikasi dialogis, kehadiran emosional yang aman, dan keteladanan dalam menjalankan tanggung jawab spiritual. Integrasi ini menunjukkan bahwa nilai‑nilai Al‑Quran sejalan dengan temuan psikologi modern, dan dapat menjadi dasar konseptual untuk membangun model pendidikan keluarga yang berimbang antara aspek.

Penelitian menunjukkan bahwa keteladanan Nabi Ibrahim dalam Surah Ash‑Shaffat [37].102 mencerminkan tiga dimensi keterlibatan ayah menurut Michael E.Lamb—engagement, accessibility, dan responsibility—melalui dialog, kehadiran emosional, dan tanggung jawab spiritual.Integrasi nilai‑nilai Quran dengan teori psikologi modern memberikan landasan konseptual yang kuat untuk model pendidikan keluarga yang seimbang, sekaligus menyoroti pentingnya peran ayah dalam pembentukan karakter, moral, dan kesejahteraan anak.Meskipun terbatas pada analisis konseptual satu ayat, hasil ini mendorong penelitian lapangan dan pengembangan modul pelatihan ayah berbasis nilai Quran serta kebijakan yang mendukung keterlibatan ayah aktif.

Penelitian lanjutan sebaiknya melakukan studi lapangan empiris untuk mengukur bagaimana ayah Muslim di berbagai wilayah Indonesia menerapkan model kepengasuhan berdasar Quran yang dijabarkan dalam Tafsir al‑Misbah, serta menilai pengaruhnya terhadap perkembangan sosial, emosional, dan akademik anak. Selanjutnya, perlu dikembangkan program pelatihan ayah yang mengintegrasikan prinsip‑prinsip Tafsir al‑Misbah dengan kerangka kerja Michael E. Lamb, kemudian diuji efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas interaksi ayah‑anak dan kesejahteraan keluarga. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi ayat‑ayat Quran lain yang membahas peran ayah untuk memperluas model konseptual, membandingkannya dengan teori kepengasuhan modern lintas budaya, dan menilai relevansinya dalam kebijakan publik serta program pendidikan orang tua.

  1. Login. required fields marked asterisk rumah jurnal iain bone dikelola lppm jurnal.iain-bone.ac.id/index.php/aldin/article/view/567Login required fields marked asterisk rumah jurnal iain bone dikelola lppm jurnal iain bone ac index php aldin article view 567
Read online
File size463.04 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test