STKIP MELAWISTKIP MELAWI
Bestari: Jurnal Pendidikan dan KebudayaanBestari: Jurnal Pendidikan dan KebudayaanPenelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh pola asuh orang tua terhadap gizi buruk pada anak, yaitu untuk mengidentifikasi dan mengatasi faktor-faktor yang dapat menyebabkan masalah gizi buruk pada anak. Pola asuh yang tepat sangat penting untuk memastikan anak mendapatkan nutrisi yang cukup dan tumbuh kembang secara optimal. Urgensi dari penelitian ini sangatlah besar karena pola asuh merupakan faktor dominan yang mempengaruhi status gizi anak, bahkan lebih dari sekedar faktor ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yaitu pendekatan yang dilakukan oleh peneliti menggunakan angka dan rumus, sehingga pengumpulan data pada penelitian ini meliputi observasi, pre-test, post-test, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kelurahan Kisanata terdapat anak yang mengalami pertumbuhan yang terhambat dibandingkan dengan anak seusianya. Sesuai dengan pengamatan, pertumbuhan yang dialami oleh anak sangat lambat dengan berat badan tidak memenuhi standar dan beberapa masalah lainnya. Bagi masyarakat, penelitian ini berperan menambah pengetahuan tentang hubungan pola asuh dengan status gizi anak.
Status gizi buruk pada anak bukan hanya disebabkan oleh ketersediaan pangan secara ekonomi, tetapi lebih merupakan hasil dari kegagalan interaksi psikososial dalam proses pengasuhan.Pola asuh yang seimbang antara kontrol dan responsivitas terbukti menjadi faktor utama dalam mencegah malnutrisi, sementara pola asuh yang mengabaikan atau terlalu otoriter justru meningkatkan risiko gizi buruk.Intervensi kesehatan gizi akan kurang efektif jika tidak disertai dengan upaya perbaikan perilaku dan pola asuh orang tua secara berkelanjutan.
Pertama, perlu dikaji bagaimana perbedaan pola asuh antara orang tua yang bekerja dan tidak bekerja memengaruhi kebiasaan makan anak, terutama dalam hal pendampingan saat makan dan variasi menu harian, untuk melihat pengaruh spesifik kesibukan terhadap kualitas pola asuh gizi. Kedua, penting untuk meneliti efektivitas intervensi edukasi berbasis posyandu yang menggabungkan simulasi praktik makan sehat bersama anak, guna mengevaluasi apakah pendekatan langsung dan partisipatif dapat lebih mengubah perilaku pola asuh dibanding penyuluhan biasa. Ketiga, perlu diteliti penerapan model pola asuh otoritatif dalam konteks budaya lokal, termasuk tantangan dan penerimaannya oleh keluarga, agar intervensi yang dirancang tidak hanya akademis tetapi juga relevan dan berkelanjutan secara sosial. Temuan dari ketiga arah penelitian ini dapat membantu merancang program yang tidak hanya memperbaiki asupan, tetapi juga memperkuat peran orang tua sebagai pengarah utama gizi seimbang pada anak. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengukur dampak jangka panjang dari perbaikan pola asuh terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Dengan menggabungkan aspek budaya, praktik sehari-hari, dan sistem pendukung lokal, penelitian berikutnya bisa menghasilkan model intervensi yang lebih holistik dan mudah diadopsi masyarakat. Fokus pada perubahan perilaku orang tua, bukan hanya pengetahuan, akan menjadi kunci keberhasilan. Studi ini juga bisa mengeksplorasi peran anggota keluarga lain seperti kakek-nenek dalam membentuk kebiasaan makan anak. Hasilnya diharapkan dapat dijadikan dasar pengembangan kebijakan kesehatan anak yang lebih menyeluruh. Pada akhirnya, pendekatan multilayer yang menyentuh individu, keluarga, dan komunitas diperlukan untuk mengatasi masalah gizi buruk secara tuntas.
| File size | 1.21 MB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UWMYUWMY Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dengan perilaku konsumsi buah dan sayur pada siswa SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta. TerdapatTerdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dengan perilaku konsumsi buah dan sayur pada siswa SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta. Terdapat
UNTADUNTAD Peningkatan tinggi badan dan berat badan pada anak-anak menunjukkan bahwa intervensi berhasil memenuhi kebutuhan gizi mendasar selama implementasi empatPeningkatan tinggi badan dan berat badan pada anak-anak menunjukkan bahwa intervensi berhasil memenuhi kebutuhan gizi mendasar selama implementasi empat
UNTADUNTAD Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan total responden 48 wanita hamil. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive, dan data dikumpulkanPenelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan total responden 48 wanita hamil. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive, dan data dikumpulkan
UNMUHUNMUH 006 dan 0. 27 pada variabel Pola makan dan pola aktifitas dengan Exp (B) 18. 5 dan 3,5. Faktor dominan pada kejadian obesitas adalah pola makan dan aktifitas006 dan 0. 27 pada variabel Pola makan dan pola aktifitas dengan Exp (B) 18. 5 dan 3,5. Faktor dominan pada kejadian obesitas adalah pola makan dan aktifitas
LENTERANUSALENTERANUSA Peserta menunjukkan antusiasme dan minat yang tinggi dalam memahami manfaat kesehatan dari makanan sehat serta cara memulai pola makan sehat secara bertahap.Peserta menunjukkan antusiasme dan minat yang tinggi dalam memahami manfaat kesehatan dari makanan sehat serta cara memulai pola makan sehat secara bertahap.
UNIPASBYUNIPASBY Cuci tangan dengan pemberian edukasi merupakan cara yang efektif untuk membantu mereka memahami langkah‑langkah cuci tangan yang benar. Pengabdian MasyarakatCuci tangan dengan pemberian edukasi merupakan cara yang efektif untuk membantu mereka memahami langkah‑langkah cuci tangan yang benar. Pengabdian Masyarakat
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Perilaku cuci tangan yang baik dan benar ini diharapkan dapat menjadi stimulasi bagi anak balita dan lingkungan sekitarnya untuk dapat dijadikan perilakuPerilaku cuci tangan yang baik dan benar ini diharapkan dapat menjadi stimulasi bagi anak balita dan lingkungan sekitarnya untuk dapat dijadikan perilaku
RCIPUBLISHERRCIPUBLISHER Jumlah seluruh jawaban yang di peroleh dari responden dihitung dalam bentuk presentase dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwaJumlah seluruh jawaban yang di peroleh dari responden dihitung dalam bentuk presentase dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Useful /
PUBLINEPUBLINE Data dikumpulkan melalui tes literasi statistik yang tervalidasi dan dianalisis menggunakan uji t berpasangan dan independen untuk menilai perbedaan signifikanData dikumpulkan melalui tes literasi statistik yang tervalidasi dan dianalisis menggunakan uji t berpasangan dan independen untuk menilai perbedaan signifikan
UBUB Hasil dari pelatihan ini selain mendapatkan respon kepuasan positif dari peserta terhadap materi pelatihan yang diberikan, peserta juga memperoleh pemahamanHasil dari pelatihan ini selain mendapatkan respon kepuasan positif dari peserta terhadap materi pelatihan yang diberikan, peserta juga memperoleh pemahaman
UBUB Dunia remaja adalah dunia yang masih labil, terkait kondisi kognitif dan kepribadian yang masih berkembang. Remaja terpapar media sosial yang masif danDunia remaja adalah dunia yang masih labil, terkait kondisi kognitif dan kepribadian yang masih berkembang. Remaja terpapar media sosial yang masif dan
STKIP MELAWISTKIP MELAWI Temuan penting penelitian ini yaitu penerapan pembelajaran berbasis game ubur-ubur terbukti berhasil dalam meningkatkan kemampuan kognitif. PenelitianTemuan penting penelitian ini yaitu penerapan pembelajaran berbasis game ubur-ubur terbukti berhasil dalam meningkatkan kemampuan kognitif. Penelitian