IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN
Tarbi: Jurnal Ilmiah MahasiswaTarbi: Jurnal Ilmiah MahasiswaTujuan dari penelitian ini adalah untuk memperkuat karakter sosial siswa kelas 1 MI pada mata pelajaran Bahasa Jawa melalui permainan tradisional cublak-cublak suweng. Latar belakang penelitian ini adalah masih cenderung rendah karakter sosial siswa kelas 1 MI Pejagatan karena pada dasarnya siswa kelas satu masih butuh banyak arahan dari guru. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklusnya terdiri dari empat tahap yaitu: Perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 1 MI Pejagatan yang berjumlah 17 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, wawancara dan dokumentasi. Tes yang digunakan adalah tes bukan berupa soal melainkan berupa tiga tes observasi, tes skala sikap dan tes kinerja diberikan dalam berbentuk pre-test pada awal penelitian dan post-test pada akhir siklus II, serta rubrik penilaian karakter sosial siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dari siklus I ke siklus II. Nilai rata-rata karakter sosial siswa meningkat dari 68,75% pada pre test menjadi 81,1% pada post test Siklus II. Penelitian ini juga diperkuat oleh presentase ketuntasan yang klasikal dari observasi Siklus 1 peserta didik dari 50 % menjadi 69 % padaSiklus 2 dan Observasi Guru Siklus 1 dari 68% menjadi 91 % di akhir Siklus II. Peningkatan ini terlihat melonjak pada setiap aspek kerjasama, kejujuran, disiplin, tanggung jawab. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media tradisional cublak-cublak suweng mampu memperkuat karakter sosial pada peserta didik kelas 1 MI. Penggunaan media permainan tradisional cublak-cublak suweng mampu memberikan kebebasan kepada peserta didik kelas 1 untuk mengembangkan karakter yang dimilikinya.
Penelitian PTK ini dilakukan dengan tujuan utama yaitu untuk memperkuat karakter sosial pada siswa kelas 1 MI pada Mata Pelajaran Bahasa Jawa dengan materi tembang dolanan dengan menggunakan permainan tradisional cublak-cublak suweng untuk meningkatkan empat aspek karakter sosial yaitu, kerjasama, disiplin, jujur serta toleransi.Peningkatan karakter sosial pada siswa kelas 1 juga dapat dilihat pada saat bermain cublak-cublak suweng.Pada aspek kerjasama peserta didik mampu bekerja kelompok secara baik, mau menolong teman yang kesulitan dalam bermain, pada aspek disiplin peserta didik mampu bekerja sama dengan tertib dan tidak ada kericuhan, pada aspek toleransi peserta didik mau menghargai pendapat temannya yang salah pada saat menebak suweng, dan yang terakhir pada aspek kejujuran peserta didik mampu menebak serta menyembunyikan suweng dengan jujur tiadak ada kecurangan dalam bermain.Peningkatan tersebut membuktikan bahwasaanya penggunaan media permainan tradisional cublak-cublak suweng sebagai penguat karakter sosial siswa kelas 1 mampu memperkuat serta meningkatkan karakter sosial siswa.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas permainan tradisional lainnya dalam meningkatkan karakter sosial pada siswa dengan latar belakang budaya yang berbeda. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat mengkaji dampak jangka panjang penggunaan permainan tradisional seperti Cublak-Cublak Suweng terhadap perkembangan karakter sosial siswa setelah beberapa tahun pembelajaran. Ketiga, penelitian dapat fokus pada pengembangan metode pembelajaran yang mengintegrasikan permainan tradisional dengan teknologi modern untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan efektivitas pembelajaran karakter sosial.
- PENGEMBANGAN MODUL PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI UPAYA MENGEMBANGKAN KARAKTER ADIL PADA ANAK USIA 9-12... es.upy.ac.id/index.php/es/article/view/1230PENGEMBANGAN MODUL PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI UPAYA MENGEMBANGKAN KARAKTER ADIL PADA ANAK USIA 9 12 es upy ac index php es article view 1230
- Permainan Tradisional Pukang dari Provinsi Lampung dan Pembentukan Karakter Bersahabat pada Peserta Didik... ibtidaiydatokarama.org/index.php/ibtidaiy/article/view/9Permainan Tradisional Pukang dari Provinsi Lampung dan Pembentukan Karakter Bersahabat pada Peserta Didik ibtidaiydatokarama index php ibtidaiy article view 9
- Pengembangan model permainan tradisional untuk membangun karakter pada siswa SD kelas atas | Jurnal Keolahragaan.... doi.org/10.21831/jk.v5i2.7215Pengembangan model permainan tradisional untuk membangun karakter pada siswa SD kelas atas Jurnal Keolahragaan doi 10 21831 jk v5i2 7215
| File size | 227.61 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan budaya sekolah diwujudkan melalui berbagai kegiatan pembiasaan, seperti doa bersama, pembacaan surat-suratHasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan budaya sekolah diwujudkan melalui berbagai kegiatan pembiasaan, seperti doa bersama, pembacaan surat-surat
COMPARTDIGITALCOMPARTDIGITAL Berdasarkan hasil kajian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa multimedia memiliki peran yang signifikan dalam mendukung pembelajaranBerdasarkan hasil kajian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa multimedia memiliki peran yang signifikan dalam mendukung pembelajaran
UMSUMS Pelaksanaan Program ROOTS di SMK Negeri 2 Pelaihari berhasil meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan keterampilan sosio-emosional siswa dalam mencegah cyberbullying.Pelaksanaan Program ROOTS di SMK Negeri 2 Pelaihari berhasil meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan keterampilan sosio-emosional siswa dalam mencegah cyberbullying.
IAIDUKANDANGANIAIDUKANDANGAN Namun, penerapan juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital di kalangan guru, dan kurangnya kebijakanNamun, penerapan juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital di kalangan guru, dan kurangnya kebijakan
COMPARTDIGITALCOMPARTDIGITAL Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur, observasi, serta kuesioner kepada guru dan siswa. Hasil perancangan berupa diorama tigaPenelitian menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur, observasi, serta kuesioner kepada guru dan siswa. Hasil perancangan berupa diorama tiga
COMPARTDIGITALCOMPARTDIGITAL Game board adalah media pembelajaran interaktif yang memadukan unsur edukasi dan hiburan. CyberQuest di kembangkan untuk mengajarkan literasi digital kepadaGame board adalah media pembelajaran interaktif yang memadukan unsur edukasi dan hiburan. CyberQuest di kembangkan untuk mengajarkan literasi digital kepada
COMPARTDIGITALCOMPARTDIGITAL berpotensi menjadi media edukasi yang menyenangkan dan relevan untuk menanamkan growth mindset. berhasil menciptakan media edukasi visual yang efektifberpotensi menjadi media edukasi yang menyenangkan dan relevan untuk menanamkan growth mindset. berhasil menciptakan media edukasi visual yang efektif
UMLUML Manfaat dalam penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan kepada khalayak umum terkait dukungan dan peran orang tua untuk mengatasi keterlambatan bicaraManfaat dalam penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan kepada khalayak umum terkait dukungan dan peran orang tua untuk mengatasi keterlambatan bicara
Useful /
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Jiwa bersifat kekal dan tidak binasa bersama tubuh, meskipun keberadaannya bergantung pada tubuh sebagai wadah manifestasinya. Hubungan jiwa dan tubuhJiwa bersifat kekal dan tidak binasa bersama tubuh, meskipun keberadaannya bergantung pada tubuh sebagai wadah manifestasinya. Hubungan jiwa dan tubuh
STAITTDSTAITTD Program ini dilaksanakan selama 12 minggu melalui beberapa tahapan, dimulai dari penilaian awal keterampilan untuk mengidentifikasi kemampuan dasar siswa.Program ini dilaksanakan selama 12 minggu melalui beberapa tahapan, dimulai dari penilaian awal keterampilan untuk mengidentifikasi kemampuan dasar siswa.
STAITTDSTAITTD Tujuan pendampingan ini adalah memperbaiki kemampuan membaca al-Quran pada 10 orang remaja. Kesimpulan dari kegiatan pendampingan tahsin menunjukkan bahwaTujuan pendampingan ini adalah memperbaiki kemampuan membaca al-Quran pada 10 orang remaja. Kesimpulan dari kegiatan pendampingan tahsin menunjukkan bahwa
STAITTDSTAITTD Perpaduan komponen Marketing Mix akan menjadi kekuatan untuk memikat konsumen. Marketing mix yang diteliti dalam penelitian ini yaitu produk, harga, lokasi,Perpaduan komponen Marketing Mix akan menjadi kekuatan untuk memikat konsumen. Marketing mix yang diteliti dalam penelitian ini yaitu produk, harga, lokasi,