IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN

Tarbi: Jurnal Ilmiah MahasiswaTarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Pemikiran Ibnu Sina mengenai jiwa manusia memberikan kontribusi penting dalam khazanah keilmuan Islam, khususnya dalam bidang filsafat dan psikologi. Jiwa (nafs) dipandang sebagai substansi immaterial yang menjadi sumber kesadaran, kehendak, dan kehidupan manusia. Dalam kerangka pemikirannya, jiwa memiliki tiga tingkatan utama, yaitu jiwa nabati (vegetatif), jiwa hewani (sensitif), dan jiwa insani (rasional). Jiwa merupakan bentuk (shurah) yang tidak dapat dilihat secara kasat mata. Jiwa bukan bagian dari tubuh manusia, tubuh hanya menjadi tempat bersemayamnya. Jiwa itu kekal, ia tidak akan mati meskipun tubuhnya telah tiada. Jiwa dan tubuh memiliki hubungan yang erat dan hubungan antara keduanya merupakan simbiosis mutualisme. Jiwa didefinisikan sebagai kesempurnaan awal bagi tubuh, namun bukan berarti jiwa dapat mendahului tubuh. Tanpa tubuh jiwa tidak dapat disebut sebagai jiwa yang sesungguhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pandangan Ibnu Sina tentang kondisi jiwa manusia.

Ibnu Sina memandang jiwa (nafs) sebagai substansi non-materiil yang menjadi sumber kehidupan, kesadaran, dan kehendak manusia.Jiwa bersifat kekal dan tidak binasa bersama tubuh, meskipun keberadaannya bergantung pada tubuh sebagai wadah manifestasinya.Hubungan jiwa dan tubuh bersifat saling melengkapi, di mana tubuh menjadi instrumen bagi aktivitas jiwa.Menurut Ibnu Sina, jiwa terbagi menjadi tiga tingkatan.jiwa nabati (pertumbuhan dan nutrisi), jiwa hewani (gerak dan nafsu), dan jiwa insani (rasionalitas dan intelektualitas).Melalui pengembangan akal dan penyucian jiwa, manusia dapat mencapai kesempurnaan spiritual serta kebahagiaan sejati.Jiwa menjadi inti eksistensi manusia yang menghubungkan dunia materi dengan realitas transendental.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikemukakan. Pertama, dilakukan studi perbandingan antara konsep jiwa Ibnu Sina dengan pemikiran filsuf muslim lainnya untuk memahami perbedaan dan persamaan dalam pendekatan psikologis. Kedua, dilakukan analisis kritis terhadap penerapan konsep jiwa Ibnu Sina dalam konteks psikologi modern, khususnya dalam pengelolaan kesehatan mental berbasis nilai Islam. Ketiga, dilakukan penelitian lapangan untuk mengevaluasi relevansi konsep jiwa Ibnu Sina dalam membentuk identitas dan perilaku manusia di era digital. Saran-saran ini bertujuan untuk memperkaya wawasan ilmiah tentang jiwa dan memperkuat integrasi antara ilmu filsafat, psikologi, dan agama.

Read online
File size243.92 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test