UBBUBB

Amreta MeenaAmreta Meena

Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas fisik dan kimia air di dua perairan (Air Duren dan Embung Bumang) yang secara geografis jauh dari pusat pertambangan timah di Pulau Bangka, menjadikannya tolok ukur penting untuk menilai degradasi kualitas air regional. Hasil penelitian menunjukkan kualitas air yang tidak memenuhi baku mutu dan bersifat asam di kedua lokasi. Perairan Embung Bumang menunjukkan rata-rata pH 5,5 dan kadar DO yang sangat rendah, diperburuk oleh populasi eceng gondok yang masif. Sementara itu, Perairan Air Duren memiliki rata-rata pH 5,7 dan DO yang masih sesuai standar. Tingkat keasaman yang tinggi di kedua lokasi mengindikasikan adanya pengaruh karakteristik geologis regional Pulau Bangka yang terbentuk dari batuan intrusif timah, meskipun tidak terkait langsung dengan aktivitas pertambangan saat ini. Disimpulkan bahwa keasaman air merupakan isu kualitas air yang meluas di Bangka, berpotensi memengaruhi biota akuatik dan kelayakan konsumsi air.

Kualitas fisik dan kimia air di Embung Bumang menunjukkan kondisi yang kurang normal dan tidak sehat untuk organisme perairan.Secara fisik, air embung sedikit berbau lumpur, memiliki suhu rata-rata yang tinggi, dan berwarna agak coklat bening yang sedikit keruh.Secara kimia, hasil pengukuran utama mengindikasikan adanya masalah signifikan.pH air rata-rata sangat rendah (5,5), menunjukkan air bersifat asam dan jauh dari standar normal (6,5-7,5), serta memiliki kadar Oksigen Terlarut (DO) yang rendah (rata-rata 3,3).Tingginya suhu dan rendahnya DO dapat diperburuk oleh populasi eceng gondok yang lebat, sementara keasaman tinggi (pH rendah) kemungkinan besar terkait dengan kondisi geologis lokal seperti batuan intrusi timah yang membentuk tanah di Pulau Bangka, meskipun embung tersebut jauh dari aktivitas pertambangan aktif.Sehingga kedua perairan tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh manusia.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih mendalam tentang pengaruh karakteristik geologis Pulau Bangka terhadap kualitas air, khususnya terkait dengan pembentukan batuan intrusif timah dan dampaknya pada keasaman air. Selain itu, perlu dilakukan analisis lebih lanjut tentang dampak populasi eceng gondok yang masif terhadap kualitas air dan ekosistem perairan. Studi ini dapat membantu memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas air di daerah tersebut dan mengembangkan strategi pengelolaan yang efektif untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Read online
File size300.99 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test