UBBUBB

Amreta MeenaAmreta Meena

Ikan Gurame (Osphronemus gouramy) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang populer di Indonesia khususnya Pulau Jawa karena rasanya yang lezat dan tekstur dagingnya yang padat. Budidaya Ikan Gurame memiliki keunggulan dibandingkan dengan budidaya jenis ikan air tawar lainnya yaitu harga jual yang lebih tinggi dan stabil. Namun bertambah luasnya budidaya menyebabkan permintaan terhadap benih dan induk Ikan Gurame semakin meningkat. Salah satu tantangan utama dalam pembenihan Ikan Gurame adalah daya tetas telur yang rendah dan viabilitas benih. Selain itu, beberapa permasalahan yang sering dihadapi dalam usaha pembenihan Ikan Gurame antara lain, tingkat kematian yang tinggi, fekunditas yang rendah, serta ukuran benih yang tidak seragam. Oleh karena itu, penerapan teknologi yang tepat sangat diperlukan. Bangka Belitung dengan sumber daya alam yang melimpah serta kondisi geografis dan iklim yang mendukung mempunyai potensi yang besar untuk budidaya Ikan Gurame. Tingginya permintaan pasar, baik lokal maupun internasional, turut meningkatkan prospek perekonomian komoditas ini. Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi Jawa Barat dipilih sebagai tempat untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) karena memiliki fasilitas yang memadai dan pengalaman yang cukup dalam membudidayakan Ikan Gurame. Metode yang digunakan dalam Praktik Kerja Lapangan (PKL) yaitu partisipasi langsung, observasi, dan wawancara. Hasil Pemijahan yang dilakukan berupa pemijahan alami dengan perbandingan 1 Induk Gurame Jantan dan 1 Induk Gurame Betina. Parameter pengamatan yang dihasilkan yaitu Fekunditas 2.600 telur, FR 98%, HR 93%, dan SR 84%.

Teknik pemijahan Ikan Gurame di BBPBAT Sukabumi dilakukan dengan teknik pemijahan alami dengan sistem paket.Tahapan yang dilakukan pada kegiatan pemijahan Ikan Gurame dimulai dari pemeliharaan induk, persiapan wadah, seleksi induk, pemijahan, pemanenan telur, penetasan telur, dan pemeliharaan larva.Pemijahan dilakukan di kolam semi beton bersekat dengan masing-masing sekat terdapat 1 jantan dan 1 betina.Fekunditas dari kegiatan pemijahan ini yaitu 2.600 butir, fertilization rate 98%, hatching rate 93%, dan survival rate 84%.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian tentang pengaruh kualitas air terhadap daya tetas telur Ikan Gurame dengan pendekatan pengukuran parameter lingkungan secara real-time. Kedua, eksplorasi faktor genetik pada induk Ikan Gurame untuk meningkatkan fekunditas dan kualitas benih. Ketiga, pengujian alternatif pakan alami seperti fitoplankton atau mikroorganisme untuk meningkatkan kelangsungan hidup larva. Penelitian-penelitian ini dapat mengoptimalkan teknik pembenihan yang sudah ada dengan memperhatikan aspek lingkungan, biologis, dan ekonomis.

Read online
File size994.8 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test