PUBLINEPUBLINE

Primary Journal of Multidisciplinary ResearchPrimary Journal of Multidisciplinary Research

Kelelahan kerja merupakan salah satu masalah umum yang dialami perawat, terutama di ruang rawat inap dengan beban kerja tinggi. Jumlah pasien yang ditangani dapat memengaruhi tingkat kelelahan, karena semakin banyak pasien semakin besar tanggung jawab perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara jumlah pasien yang ditangani dan tingkat kelelahan perawat di ruang rawat inap. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 60 perawat yang dipilih dengan sampling purposive. Alat ukur berupa kuesioner kelelahan yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar perawat yang menangani pasien melebihi rasio standar mengalami kelelahan sedang hingga tinggi. Analisis statistik menunjukkan hubungan signifikan antara jumlah pasien yang ditangani dan tingkat kelelahan perawat (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin banyak pasien yang ditangani, semakin tinggi tingkat kelelahan yang dialami. Kesimpulan menunjukkan bahwa jumlah pasien yang ditangani memiliki dampak signifikan terhadap tingkat kelelahan perawat. Oleh karena itu, manajemen rumah sakit diharapkan mempertimbangkan rasio perawat-pasien untuk menjaga kualitas layanan dan kesehatan perawat.

Jumlah pasien yang ditangani memiliki hubungan erat dengan tingkat kelelahan perawat di ruang rawat inap.Perawat yang menangani jumlah pasien melebihi rasio standar cenderung mengalami kelelahan sedang hingga tinggi, yang berdampak pada kondisi fisik dan psikologis mereka.Kelelahan perawat juga memengaruhi kualitas pelayanan dan keselamatan pasien, sehingga penting untuk menjaga keseimbangan antara jumlah pasien dan tenaga perawat.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh rasio perawat-pasien yang berbeda terhadap hasil kesehatan pasien dan kelelahan perawat. Selain itu, evaluasi efektivitas pengaturan shift kerja yang lebih fleksibel dalam mengurangi beban kerja perawat menjadi arah penelitian yang relevan. Terakhir, studi tentang peran dukungan organisasi dalam meningkatkan kesejahteraan perawat dan mengurangi risiko burnout dapat memberikan wawasan baru untuk kebijakan manajemen rumah sakit.

Read online
File size812.73 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test