WALIDEMINSTITUTEWALIDEMINSTITUTE

SICOPUSSICOPUS

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai SPF pada dua sampel beda sunscreen dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kegagalan dalam menentukan kandungan vitamin C pada setiap sampel. Penelitian ini didasarkan pada prinsip-prinsip kosmetik kimia dan instrumen analitis. Efektivitas sunscreen diukur melalui pengukuran SPF menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Vitamin C, yang merupakan antioksidan umum dalam sunscreen, memerlukan kondisi analitis yang tepat untuk pendeteksiannya. Analisis akar penyebab menggunakan Diagram Ikan Ishikawa mengidentifikasi kesalahan sistematis dalam prosedur laboratorium, yang mengarah pada perbaikan dalam pengujian produk kosmetik dan jaminan kualitas. Tinjauan literatur: Sunscreen adalah persiapan kosmetik yang digunakan untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet matahari. Kemampuan perlindungan produk sunscreen diukur dalam hal SPF (Sun Protection Factor). Salah satu bahan yang ditemukan dalam sunscreen adalah Vitamin C. Vitamin C banyak digunakan dalam formulasi kosmetik, karena kandungan antioksidan alami dan kemampuannya untuk melindungi kulit dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas, serta untuk meningkatkan proses regenerasi kulit.

Studi ini menyelidiki kandungan vitamin C dan nilai Sun Protection Factor (SPF) pada dua sampel sunscreen komersial.Temuan menunjukkan bahwa sampel yang diberi label My Choice memiliki nilai SPF sedikit lebih tinggi (2,514) dibandingkan dengan Devnen (1,913).Namun, kedua nilai tersebut berada di bawah ambang SPF minimum yang didefinisikan oleh Rekomendasi Komisi Eropa 2006/647/EC, menunjukkan bahwa tidak ada produk yang memenuhi standar untuk diklasifikasikan dalam kategori perlindungan rendah atau tinggi.Selain itu, terdapat kesenjangan signifikan dalam penentuan kandungan vitamin C, yang mendorong analisis akar penyebab menggunakan diagram ikan (Ishikawa).Analisis mengidentifikasi enam faktor utama yang berkontribusi.persiapan sampel yang tidak memadai (Man), ketidakstabilan oksidatif asam askorbat (Material), akumulasi residu di kolom HPLC (Metode), batasan waktu selama pengukuran (Pengukuran), pemeliharaan peralatan yang tidak memadai (Mesin), dan kondisi laboratorium yang kurang optimal akibat sistem exhaust yang rusak (Lingkungan).Temuan ini menekankan pentingnya praktik analitis yang tepat, pemeliharaan peralatan, dan pengendalian lingkungan untuk memperoleh hasil yang akurat dan andal dalam pengujian produk kosmetik.

Berdasarkan hasil penelitian ini, kami mengusulkan beberapa saran penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut terhadap formulasi produk dan akurasi label sunscreen. Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai SPF yang diperoleh tidak sesuai dengan rekomendasi kompendia, sehingga penting untuk menilai kembali formulasi produk dan memastikan akurasi informasi yang disampaikan kepada konsumen. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat berfokus pada pengembangan metode analisis vitamin C yang lebih andal dan akurat. Studi ini menemukan kesulitan dalam mendeteksi kandungan vitamin C, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk menyempurnakan metode analisis dan meningkatkan kepekaan pendeteksian. Terakhir, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh faktor-faktor lingkungan, seperti suhu dan sirkulasi udara, terhadap stabilitas sampel selama persiapan dan analisis. Studi ini menunjukkan bahwa kondisi laboratorium yang kurang optimal dapat mempengaruhi hasil, sehingga penting untuk menyelidiki dan mengoptimalkan lingkungan laboratorium untuk memperoleh hasil yang lebih akurat.

  1. The efficacy and safety of sunscreen use for the prevention of skin cancer | CMAJ. efficacy safety sunscreen... doi.org/10.1503/cmaj.201085The efficacy and safety of sunscreen use for the prevention of skin cancer CMAJ efficacy safety sunscreen doi 10 1503 cmaj 201085
  2. Sunscreen use optimized by two consecutive applications | PLOS One. sunscreen optimized two consecutive... doi.org/10.1371/journal.pone.0193916Sunscreen use optimized by two consecutive applications PLOS One sunscreen optimized two consecutive doi 10 1371 journal pone 0193916
  3. jqsh. jqsh need enable javascript run app doi.org/10.36401/jqsh-23-42jqsh jqsh need enable javascript run app doi 10 36401 jqsh 23 42
  4. 0. pdf obj endobj procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents group tabs os 6s inb ie... arcjournals.org/pdfs/ijarcs/v3-i7/1.pdf0 pdf obj endobj procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents group tabs os 6s inb ie arcjournals pdfs ijarcs v3 i7 1 pdf
Read online
File size451.59 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test