HAMZANWADIHAMZANWADI

Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan DasarJurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dan guru, mengidentifikasi hambatan, serta mendeskripsikan solusi dalam meningkatkan minat belajar anak berkebutuhan khusus (disleksia) di SDN 3 Masbagik Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri atas 1 guru kelas IV, 7 siswa disleksia, dan 7 orang tua siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua berperan dalam memberikan motivasi, dukungan emosional, pendampingan belajar, serta menjalin komunikasi dengan guru. Guru berperan sebagai fasilitator dan motivator melalui penggunaan media visual, pendekatan individual, serta metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan anak disleksia. Hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu orang tua, rendahnya pemahaman mengenai disleksia, keterbatasan media pembelajaran, dan kurang optimalnya komunikasi antara sekolah dan keluarga. Solusi yang diterapkan meliputi peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, penggunaan media pembelajaran yang lebih menarik, penguatan komunikasi antara guru dan orang tua, serta pelibatan anggota keluarga dalam pendampingan belajar di rumah. Penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang efektif antara orang tua dan guru merupakan faktor utama dalam meningkatkan minat belajar anak disleksia. Temuan ini memberikan rekomendasi bagi sekolah untuk memperkuat kemitraan dengan keluarga dalam mendukung pelaksanaan pendidikan inklusif.

Kolaborasi antara orang tua dan guru sangat penting dalam meningkatkan minat belajar anak disleksia.Orang tua memberikan dukungan emosional dan pendampingan belajar, sementara guru menggunakan metode pembelajaran adaptif.Hambatan utama meliputi keterbatasan waktu orang tua dan pemahaman tentang disleksia.Solusi yang diterapkan mencakup pelatihan guru, komunikasi intensif, dan keterlibatan keluarga.Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan pendidikan inklusif untuk anak berkebutuhan khusus.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi pembelajaran interaktif untuk meningkatkan keterlibatan anak disleksia. Kedua, studi lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari program pelatihan guru dalam pendidikan inklusif. Ketiga, penelitian dapat membandingkan efektivitas berbagai pendekatan pendampingan belajar oleh keluarga dan guru dalam konteks budaya yang berbeda. Saran-saran ini bertujuan untuk memperluas pemahaman tentang strategi optimal dalam mendukung anak disleksia, sekaligus mengembangkan pendekatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/10.1007/s41809-023-00118-2Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer 10 1007 s41809 023 00118 2
  2.  . 0 mdpi.com/2227-7102/13/12/1192A 0 mdpi 2227 7102 13 12 1192
Read online
File size184.25 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test