SINERGISSINERGIS

ARTERI : Jurnal Ilmu KesehatanARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan

Cakupan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif yang suboptimal masih menjadi tantangan kesehatan yang signifikan. Intervensi non-farmakologis diperlukan untuk mendukung proses laktasi. Daun katuk (Sauropus androgynus) secara tradisional dikenal sebagai galactagogue alami karena kandungan senyawa bioaktifnya seperti polifenol dan steroid yang dapat merangsang hormon prolaktin dan oksitosin. Namun, bukti empiris mengenai efikasinya selama periode kritis awal pascapersalinan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsumsi daun katuk terhadap produksi ASI pada ibu pascapersalinan, yang diukur melalui kenaikan berat badan bayi. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental satu kelompok dengan pendekatan pretest-posttest. Sebanyak 16 ibu pascapersalinan direkrut melalui teknik purposive sampling. Intervensi berupa konsumsi 200 gram daun katuk yang dikukus setiap hari selama tujuh hari berturut-turut. Produksi ASI diukur secara tidak langsung melalui kenaikan berat badan bayi yang dinilai sebelum intervensi (Hari ke-4) dan sesudah (Hari ke-8). Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kenaikan berat badan bayi yang signifikan secara statistik setelah intervensi. Median kenaikan berat badan bayi meningkat dari 110 gram pada pretest menjadi 190 gram pada posttest. Uji Wilcoxon Signed-Rank mengonfirmasi bahwa peningkatan ini signifikan (Z = -3.527, p = 0,001). Konsumsi daun katuk berhubungan secara signifikan dengan peningkatan produksi ASI pada ibu pascapersalinan. Hal ini mendukung potensi daun katuk sebagai intervensi non-farmakologis yang mudah diakses untuk meningkatkan laktasi. Namun, karena desain penelitian pra-eksperimental tanpa kelompok kontrol, temuan ini harus diinterpretasikan dengan hati-hati. Penelitian lebih lanjut yang menggunakan desain randomized controlled trial (RCT) direkomendasikan untuk menetapkan hubungan sebab-akibat.

Penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi daun katuk (Sauropus androgynus) berhubungan dengan peningkatan produksi ASI pada ibu pascapersalinan, terbukti dari peningkatan kenaikan berat badan bayi secara signifikan.Proporsi ibu dengan produksi ASI tidak cukup berkurang dari 81,2% menjadi 0%, sedangkan ibu dengan peningkatan produksi ASI meningkat hingga 93,8%.Meskipun hasil ini menunjukkan potensi manfaat daun katuk dalam mendukung laktasi, temuan ini perlu diinterpretasikan dengan hati-hati karena tidak adanya kelompok kontrol.Perbaikan yang diamati juga mungkin dipengaruhi oleh perubahan fisiologis pascapersalinan alami.Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut dengan desain eksperimental terkontrol diperlukan untuk menetapkan efek kausal konsumsi daun katuk terhadap produksi ASI secara lebih jelas.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang konsumsi daun katuk terhadap laktasi di luar periode awal pascapersalinan. Selain itu, peneliti bisa mengeksplorasi kombinasi daun katuk dengan galactagogue alami lainnya untuk meningkatkan efektivitas intervensi. Terakhir, penting untuk mempelajari respons ibu dengan kondisi medis tertentu, seperti mastitis, terhadap konsumsi daun katuk, karena hal ini dapat memberikan wawasan lebih luas tentang keamanan dan efektivitasnya dalam berbagai konteks klinis.

Read online
File size468.39 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test