SINERGISSINERGIS

ARTERI : Jurnal Ilmu KesehatanARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan

Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya strategis dalam pengendalian kelahiran dan peningkatan kesejahteraan ibu. Salah satu metode kontrasepsi yang paling banyak digunakan adalah kontrasepsi suntik, baik suntik 1 bulan maupun 3 bulan. Penggunaan kontrasepsi suntik dapat menimbulkan efek samping hormonal, salah satunya berupa perubahan siklus menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis . Penelitian ini menggunakan desain korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu akseptor KB suntik di PMB Ani Farmadiani sebanyak 95 orang dengan pemberian suntik KB 1 bulan dan 3 bulan, dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna KB suntik 3 bulan mengalami siklus menstruasi tidak teratur, sedangkan pengguna KB suntik 1 bulan cenderung memiliki siklus menstruasi teratur. Uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,005 (p<0,05) yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan kontrasepsi suntik dengan perubahan siklus menstruasi. Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara penggunaan kontrasepsi suntik dengan perubahan siklus menstruasi, di mana perubahan lebih banyak terjadi pada pengguna KB suntik 3 bulan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi tenaga kesehatan dalam memberikan konseling kontrasepsi kepada akseptor KB.

Terdapat hubungan antara penggunaan kontrasepsi suntik dengan perubahan siklus menstruasi, di mana perubahan lebih banyak terjadi pada pengguna KB suntik 3 bulan.Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi tenaga kesehatan dalam memberikan konseling kontrasepsi kepada akseptor KB.Disarankan untuk mengkaji faktor lain seperti lama penggunaan KB suntik, status gizi, dan kondisi psikologis yang dapat memengaruhi siklus menstruasi.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan terhadap kesehatan reproduksi ibu, terutama dalam konteks keberlanjutan penggunaan metode kontrasepsi. Selain itu, penelitian dapat membandingkan efek hormonal kontrasepsi suntik 1 bulan dan 3 bulan secara lebih mendalam, termasuk perbedaan respons individu terhadap perubahan siklus menstruasi. Terakhir, studi dapat fokus pada efektivitas konseling yang disesuaikan dengan latar belakang pendidikan dan kebutuhan psikologis akseptor KB untuk meningkatkan kepatuhan dan manajemen efek samping.

Read online
File size270.75 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test