SINERGISSINERGIS
ARTERI : Jurnal Ilmu KesehatanARTERI : Jurnal Ilmu KesehatanStatus gizi lebih masih menjadi permasalahan di Indonesia maupun seluruh dunia. Pada dasarnya, status gizi lebih disebabkan oleh asupan energi yang tidak seimbang dengan pengeluarannya. Secara lebih dalam, status gizi dapat dipengaruhi oleh faktor psikososial seperti perilaku makan dan pandangan individu terhadap makanan. Kedua hal tersebut dapat terbentuk sejak dini yang dipengaruhi oleh pengalaman dengan makanan seperti cara orang tua memberi makan yang kemudian dibawa hingga dewasa. Perilaku makan yang tidak sehat, salah satunya emotional eating, sering kali dikaitkan dengan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah riwayat praktik pemberian makan dan perilaku emotional eating berhubungan dengan kerjadian status gizi lebih pada mahasiswa Kota Bandung. Penelitian dengan desain case-control ini dilakukan pada tanggal 18-28 Februari 2025 di Kota Bandung dengan mahasiswa gizi lebih sebagai kelompok kasus dan mahasiswa gizi normal sebagai kelompok kontrol. Pengambilan subjek dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 47 orang pada masing-masing kelompok. Status gizi diperoleh melalui pengukuran antropometri, sedangkan riwayat praktik pemberian makan dinilai dari Comprehensive Feeding Practices Questionnaire (CFPQ) dan perilaku emotional eating menggunakan Emotional Eater Questionnaire (EEQ). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat (Chi-Square). Hasil menunjukkan bahwa riwayat praktik pemberian makan (p=0,038; OR=2,616) dan emotional eating (p=0,001; OR=4,551) berhubungan dengan status gizi lebih. Hal ini menekankan pentingnya peran orang tua dan regulasi emosi dalam mencapai status gizi optimal.
Riwayat praktik pemberian makan dan emotional eating berhubungan dengan status gizi lebih.Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam membentuk pola makan sejak dini, serta regulasi emosi yang baik dapat mengurangi risiko status gizi lebih.Penelitian ini menyarankan perlunya pendekatan edukatif untuk meningkatkan kesadaran orang tua tentang dampak perilaku pemberian makan dan regulasi emosi terhadap kesehatan gizi anak.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengaruh langsung praktik pemberian makan orang tua terhadap kebiasaan makan anak, bukan hanya berdasarkan persepsi. Selain itu, perlu dikaji lebih dalam bagaimana teknik regulasi emosi yang tepat dapat mengurangi kecenderungan emotional eating. Terakhir, penelitian juga bisa mengeksplorasi perbedaan pengaruh pola makan dan emotional eating di daerah dengan tingkat pendidikan atau ekonomi berbeda, untuk memahami faktor lingkungan yang memengaruhi status gizi.
| File size | 540.73 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKES BHMSTIKES BHM Hasil menunjukkan prevalensi overweight sebesar 19,07 %. Usia 15–16 tahun, jenis kelamin perempuan, dan tingkat kelas lebih tinggi terkait secaraHasil menunjukkan prevalensi overweight sebesar 19,07 %. Usia 15–16 tahun, jenis kelamin perempuan, dan tingkat kelas lebih tinggi terkait secara
STIKES BHMSTIKES BHM Jumlah sampel sebanyak 99 responden yang merupakan pasien yang mendapatkan pelayanan pemeriksaan oleh dokter internsip di instalasi gawat darurat, rawatJumlah sampel sebanyak 99 responden yang merupakan pasien yang mendapatkan pelayanan pemeriksaan oleh dokter internsip di instalasi gawat darurat, rawat
STIKES BHMSTIKES BHM Selain itu, dijabarkan potensi penggunaannya untuk analisis utilisasi layanan kesehatan, tren penyakit, prediksi risiko, evaluasi kebijakan, serta estimasiSelain itu, dijabarkan potensi penggunaannya untuk analisis utilisasi layanan kesehatan, tren penyakit, prediksi risiko, evaluasi kebijakan, serta estimasi
SARIPEDIATRISARIPEDIATRI Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan metode potong lintang (cross-sectional) menggunakan data sekunder dari studi South East AsianDesain penelitian ini adalah observasional analitik dengan metode potong lintang (cross-sectional) menggunakan data sekunder dari studi South East Asian
STIKESRSHUSADASTIKESRSHUSADA Kegiatan PkM edukasi pencegahan anemia pada remaja di SMPN 1 Ciomas, Bogor berhasil meningkatkan pengetahuan siswa secara signifikan.metode interaktifKegiatan PkM edukasi pencegahan anemia pada remaja di SMPN 1 Ciomas, Bogor berhasil meningkatkan pengetahuan siswa secara signifikan.metode interaktif
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Jenis penelitian adalah observasional dengan desain cross sectional dan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 50 orang. Data dikumpulkanJenis penelitian adalah observasional dengan desain cross sectional dan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 50 orang. Data dikumpulkan
UPPUPP Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan perbaikan kreatifitas jenis makanan tambahan yang beragam dan di sukai peserta didik, serta tujuanKegiatan ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan perbaikan kreatifitas jenis makanan tambahan yang beragam dan di sukai peserta didik, serta tujuan
UPERTISUPERTIS Metode DPPH digunakan untuk menentukan aktivitas antioksidan berdasarkan nilai IC50. Nilai IC50 ekstrak rimpang temu ireng sebesar 746,75μg/mL, nilaiMetode DPPH digunakan untuk menentukan aktivitas antioksidan berdasarkan nilai IC50. Nilai IC50 ekstrak rimpang temu ireng sebesar 746,75μg/mL, nilai
Useful /
SINERGISSINERGIS Sekitar 28,3% insiden pelanggaran patient safety di Indonesia dilakukan oleh perawat. Insiden keselamatan pasien (IKP) meningkat signifikan dari 289 insidenSekitar 28,3% insiden pelanggaran patient safety di Indonesia dilakukan oleh perawat. Insiden keselamatan pasien (IKP) meningkat signifikan dari 289 insiden
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 44 orang. Asupan karbohidrat pada kategori lebih sebesar 86,4%, kategori normal 9%, dan kategori kurang 4,6%. NilaiJumlah sampel yang diteliti sebanyak 44 orang. Asupan karbohidrat pada kategori lebih sebesar 86,4%, kategori normal 9%, dan kategori kurang 4,6%. Nilai
UKWKUKWK Kemudahan akses, ringkas, dan menghemat kertas menjadi ciri dokumen digital, sama halnya dengan dokumentasi kegiatan baik foto maupun notulensi hasil rapat.Kemudahan akses, ringkas, dan menghemat kertas menjadi ciri dokumen digital, sama halnya dengan dokumentasi kegiatan baik foto maupun notulensi hasil rapat.
UKWKUKWK Keberadaan Surat Pendamping Ijasah di Unika Widya Karya Malang merupakan kebijakan baru yang diselenggarakan, dimana dalam pelaksanaannya dikerjakan olehKeberadaan Surat Pendamping Ijasah di Unika Widya Karya Malang merupakan kebijakan baru yang diselenggarakan, dimana dalam pelaksanaannya dikerjakan oleh