POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition ScienceJurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition ScienceDiabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat resistensi insulin. Penderita DM termasuk kelompok yang berisiko mengalami penurunan status gizi. Semakin lama seseorang menderita diabetes, akan memengaruhi status gizi karena kontrol glukosa yang tidak optimal, sehingga lemak tubuh dan protein otot termetabolisme sebagai pengganti glukosa. Selain itu, konsumsi energi juga merupakan faktor langsung yang memengaruhi status gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama menderita DM dan konsumsi energi dengan status gizi pasien diabetes melitus tipe 2 di UPTD Puskesmas II Denpasar Barat. Jenis penelitian adalah observasional dengan desain cross sectional dan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 50 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengukuran, disajikan dalam bentuk frekuensi dan tabel silang, serta dilakukan uji normalitas dengan uji Shapiro Wilk. Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara lama menderita DM dengan status gizi pasien DM (p = 0,003, r = -0,415). Sementara itu, hasil uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara konsumsi energi dengan status gizi pasien DM (p = 0,001, r = 0,714).
Terdapat hubungan yang signifikan antara lama menderita diabetes melitus dengan status gizi pasien DM tipe 2 di UPTD Puskesmas II Denpasar Barat, dengan arah hubungan negatif, artinya semakin lama menderita DM, semakin rendah status gizi.Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara konsumsi energi dengan status gizi, dengan arah hubungan positif, menunjukkan bahwa konsumsi energi yang lebih tinggi berkaitan dengan status gizi yang lebih baik.Konsumsi energi memiliki pengaruh yang lebih kuat dibandingkan lama menderita DM terhadap status gizi pasien DM tipe 2.
Penelitian lanjutan perlu menguji hubungan antara lama menderita diabetes dengan kadar glukosa darah pasien DM tipe 2 untuk memahami bagaimana durasi penyakit memengaruhi kontrol metabolik secara langsung. Selain itu, penting untuk meneliti pengaruh asupan karbohidrat dan serat terhadap fluktuasi kadar glukosa darah harian, agar dapat dirancang intervensi diet yang lebih spesifik dan efektif bagi pasien. Penelitian juga perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penurunan berat badan pada pasien DM tipe 2, termasuk gangguan metabolisme, asupan makanan, dan aktivitas fisik, untuk menyusun strategi manajemen gizi yang komprehensif. Studi-studi ini sebaiknya menggunakan desain longitudinal agar dapat melihat perkembangan kondisi pasien dari waktu ke waktu. Kombinasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kebiasaan makan dan tantangan yang dihadapi pasien. Penelitian juga perlu melibatkan ahli gizi dalam pendampingan jangka panjang untuk mengevaluasi efektivitas konseling gizi individual. Fokus pada pasien dengan status gizi kurang atau lebih dapat menghasilkan rekomendasi yang lebih terarah. Pemahaman mendalam tentang pola asupan dan respons metabolik akan mendukung terapi gizi yang personal. Hasil penelitian semacam ini dapat menjadi dasar pengembangan program edukasi di puskesmas. Temuan tersebut juga dapat membantu menyusun kebijakan penatalaksanaan DM yang lebih holistik dan berkelanjutan.
- HUBUNGAN ANTARA LAMA SAKIT DENGAN STATUS ANTROPOMETRI PASIEN DM TIPE 2 RAWAT JALAN DI RSUD DR. SAIFUL... majalahfk.ub.ac.id/index.php/mkfkub/article/view/178HUBUNGAN ANTARA LAMA SAKIT DENGAN STATUS ANTROPOMETRI PASIEN DM TIPE 2 RAWAT JALAN DI RSUD DR SAIFUL majalahfk ub ac index php mkfkub article view 178
- HUBUNGAN ANTARA LAMA SAKIT DENGAN STATUS ANTROPOMETRI PASIEN DM TIPE 2 RAWAT JALAN DI RSUD DR. SAIFUL... doi.org/10.21776/ub.majalahkesehatan.005.01.7HUBUNGAN ANTARA LAMA SAKIT DENGAN STATUS ANTROPOMETRI PASIEN DM TIPE 2 RAWAT JALAN DI RSUD DR SAIFUL doi 10 21776 ub majalahkesehatan 005 01 7
| File size | 241.58 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Selama pandemi Covid‑19, fenomena “New Normal menjadi kebiasaan baru masyarakat yang mempengaruhi aktivitas ekonomi, termasuk pedagang wanita di PasarSelama pandemi Covid‑19, fenomena “New Normal menjadi kebiasaan baru masyarakat yang mempengaruhi aktivitas ekonomi, termasuk pedagang wanita di Pasar
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Penelitian observasional dengan desain cross-sectional ini menggunakan teknik sampling non-random/non-probability dengan accidental sampling. SebanyakPenelitian observasional dengan desain cross-sectional ini menggunakan teknik sampling non-random/non-probability dengan accidental sampling. Sebanyak
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dan Konsumsi Zat Gizi Mikro Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Stunting adalah status gizi yang ditunjukkan oleh panjangHubungan Pemberian ASI Eksklusif dan Konsumsi Zat Gizi Mikro Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Stunting adalah status gizi yang ditunjukkan oleh panjang
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 62 siswi kelas XI. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran kadar hemoglobin dan wawancaraPenelitian menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 62 siswi kelas XI. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran kadar hemoglobin dan wawancara
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Terdapat hubungan yang bermakna dan searah antara tingkat konsumsi zat gizi mikro (seng, kalsium, fosfor) dengan status stunting pada balita usia 12-24Terdapat hubungan yang bermakna dan searah antara tingkat konsumsi zat gizi mikro (seng, kalsium, fosfor) dengan status stunting pada balita usia 12-24
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan tepung komposit daun kelor dan hati ayam 16 % dapat meningkatkan nilai gizi siomay sekaligus mempertahankanPenelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan tepung komposit daun kelor dan hati ayam 16 % dapat meningkatkan nilai gizi siomay sekaligus mempertahankan
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR The problem of anemia in adolescent girls will cause adverse effects such as causing babies born with low weight, stunting babies, and high prenatal mortality.The problem of anemia in adolescent girls will cause adverse effects such as causing babies born with low weight, stunting babies, and high prenatal mortality.
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Simpanan ini akan menumpuk pada pembuluh darah menjadi plak yang menyebabkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah. Penyumbatan ini membuat kelenturanSimpanan ini akan menumpuk pada pembuluh darah menjadi plak yang menyebabkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah. Penyumbatan ini membuat kelenturan
Useful /
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Hasil menunjukkan bahwa penambahan puree 30% meningkatkan nilai organoleptik (warna, tekstur, rasa, penerimaan keseluruhan) serta kandungan serat kasarHasil menunjukkan bahwa penambahan puree 30% meningkatkan nilai organoleptik (warna, tekstur, rasa, penerimaan keseluruhan) serta kandungan serat kasar
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR 000 untuk pengetahuan, sikap, dan kadar gula darah sebelum dan setelah konseling, yang berarti perubahan signifikan, sedangkan p-value 0. 087 untuk praktek000 untuk pengetahuan, sikap, dan kadar gula darah sebelum dan setelah konseling, yang berarti perubahan signifikan, sedangkan p-value 0. 087 untuk praktek
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Nutrition is one of the important factors that determine the level of health and harmony between physical development and mental development. The levelNutrition is one of the important factors that determine the level of health and harmony between physical development and mental development. The level
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Laporan BPOM RI 2019 menunjukkan terdapat 373 kasus keracunan makanan di Bali, di antaranya 43 kasus terkait jajanan olahan. Pada jajanan tersebut, bumbuLaporan BPOM RI 2019 menunjukkan terdapat 373 kasus keracunan makanan di Bali, di antaranya 43 kasus terkait jajanan olahan. Pada jajanan tersebut, bumbu