POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition ScienceJurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition ScienceYoung women are susceptible to nutritional problems, one of which is anemia. The cause of anemia is the lack of consumption of macro and micronutrients, such as iron and zinc. The problem of anemia in adolescent girls will cause adverse effects such as causing babies born with low weight, stunting babies, and high prenatal mortality. The purpose of this study was to determine the relationship between zinc and iron consumption and hemoglobin levels in high school students Negeri 1 Gianyar. The type of data in this study is analytical using a cross sectional design. The population in this study was grade 11 and 12 students with a sample of 60 people selected by random sampling. Data on zinc and iron consumption were obtained using a 24-hour food recall questionnaire processed using the 2007 Nutri Survey program, and hemoglobin levels were obtained by digital multicheck method, namely with GCHb Easy Touch. Data were analyzed using bivariate analysis using the spearman rank test. The results showed the level of zinc and iron consumption was still lacking. The average consumption of zinc and iron after the data was processed was zinc consumption which was 4.3 mg and iron consumption which was 3.95 mg. Consumption of zinc and iron is lower than the daily needs, namely zinc 9 mg and iron 15 mg. There was no significant association (p>0.05) between zinc consumption and hemoglobin levels. There was no significant association (p>0.05) between iron and hemoglobin levels in adolescent girls.
Siswa SMAN 1 Gianyar memiliki kadar hemoglobin normal dengan rata-rata 12,92 g/dL.Siswa SMAN 1 Gianyar memiliki tingkat konsumsi seng dan zat besi yang kurang.Tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi seng dan kadar hemoglobin, serta antara konsumsi zat besi dan kadar hemoglobin.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi kadar hemoglobin pada siswi, seperti status sosial ekonomi keluarga, pola makan secara keseluruhan, dan aktivitas fisik. Selain itu, penting untuk meneliti efektivitas intervensi gizi spesifik, seperti pemberian suplemen zat besi dan seng, serta edukasi gizi yang berkelanjutan, dalam meningkatkan kadar hemoglobin dan status gizi siswi. Terakhir, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai persepsi dan perilaku siswi terkait konsumsi makanan bergizi, serta hambatan-hambatan yang mereka hadapi dalam menerapkan pola makan sehat, sehingga dapat dirancang program intervensi yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif dan berkontribusi pada upaya pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri di Indonesia.
| File size | 244.25 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Quraish Shihab mendefinisikan qanaahPenelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Quraish Shihab mendefinisikan qanaah
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Data dikumpulkan melalui kuesioner SQ‑FFQ dan dianalisis menggunakan odds ratio serta uji chi‑square. Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikanData dikumpulkan melalui kuesioner SQ‑FFQ dan dianalisis menggunakan odds ratio serta uji chi‑square. Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan karbohidrat dan status gizi dengan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes MellitusPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan karbohidrat dan status gizi dengan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Mellitus
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Selatan. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 62 siswi kelas XI. Pengumpulan data dilakukanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Selatan. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 62 siswi kelas XI. Pengumpulan data dilakukan
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Hasil menunjukkan bahwa 70,8 % balita diberi ikan karena kandungan gizi tinggi, 72,2 % mulai diberi ikan pada usia 1 tahun, serta 68,9 % porsi ikanHasil menunjukkan bahwa 70,8 % balita diberi ikan karena kandungan gizi tinggi, 72,2 % mulai diberi ikan pada usia 1 tahun, serta 68,9 % porsi ikan
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan tepung komposit daun kelor dan hati ayam 16 % dapat meningkatkan nilai gizi siomay sekaligus mempertahankanPenelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan tepung komposit daun kelor dan hati ayam 16 % dapat meningkatkan nilai gizi siomay sekaligus mempertahankan
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Simpanan ini akan menumpuk pada pembuluh darah menjadi plak yang menyebabkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah. Penyumbatan ini membuat kelenturanSimpanan ini akan menumpuk pada pembuluh darah menjadi plak yang menyebabkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah. Penyumbatan ini membuat kelenturan
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Stunting atau sering disebut kerdil atau pendek adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronisStunting atau sering disebut kerdil atau pendek adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis
Useful /
PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING Media ini dikembangkan karena metode ceramah masih mendominasi, kurang menarik, dan memengaruhi motivasi serta pemahaman siswa. Metode penelitian melibatkanMedia ini dikembangkan karena metode ceramah masih mendominasi, kurang menarik, dan memengaruhi motivasi serta pemahaman siswa. Metode penelitian melibatkan
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR 96 (like) and 4. 93 (like), taste 4. 24 (like) and 4. 24 (very like), texture 4. 23 (like) and 4. 24 (very like), overall reception 4. 22 (very like) and96 (like) and 4. 93 (like), taste 4. 24 (like) and 4. 24 (very like), texture 4. 23 (like) and 4. 24 (very like), overall reception 4. 22 (very like) and
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Perlu dilakukan peningkatan pemantauan dan evaluasi asupan zat gizi di rumah serta edukasi diet bagi pasien rawat jalan. Asupan natrium sebagian besarPerlu dilakukan peningkatan pemantauan dan evaluasi asupan zat gizi di rumah serta edukasi diet bagi pasien rawat jalan. Asupan natrium sebagian besar
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya Hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat. Menurut Riskesdas (2018) prevalensiDiabetes Mellitus (DM) adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya Hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat. Menurut Riskesdas (2018) prevalensi