POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition ScienceJurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition ScienceStunting merupakan masalah gizi utama yang menjadi perhatian di Indonesia. Stunting didefinisikan sebagai kondisi status gizi anak berdasarkan indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) dengan nilai z-score < -2SD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat konsumsi zat gizi mikro, status imunisasi, dan stunting pada balita usia 12-24 bulan di Desa Sangkan Gunung, Sidemen, Kabupaten Karangasem. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian terdiri dari 44 balita (usia 12-24 bulan). Jenis data yang digunakan meliputi data primer, yaitu status stunting, tingkat konsumsi zat gizi mikro (seng, kalsium, fosfor), status imunisasi, serta data sekunder berupa jumlah balita dan gambaran umum Desa Sangkan Gunung. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18,2% balita memiliki status gizi stunting, dengan 15,9% memiliki konsumsi seng rendah, 18,2% konsumsi kalsium rendah, 15,9% konsumsi fosfor rendah, dan 2,3% memiliki status imunisasi tidak lengkap. Uji statistik Korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat konsumsi zat gizi mikro (seng, kalsium, fosfor) dengan status stunting pada balita (p = 0,015; 0,003; 0,004), serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status imunisasi dengan status stunting pada balita (p = 0,313).
Terdapat hubungan yang bermakna dan searah antara tingkat konsumsi zat gizi mikro (seng, kalsium, fosfor) dengan status stunting pada balita usia 12-24 bulan di Desa Sangkan Gunung, Sidemen, Kabupaten Karangasem.Tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara status imunisasi dengan status stunting meskipun arah korelasinya positif.Orang tua diharapkan menerapkan pola makan seimbang untuk memenuhi kebutuhan zat gizi mikro balita guna mencegah stunting.
Pertama, perlu diteliti lebih lanjut bagaimana pola konsumsi pangan keluarga memengaruhi asupan zat gizi mikro pada balita di wilayah tersebut, karena meskipun konsumsi rata-rata cukup, masih ada proporsi anak yang defisit dan mengalami stunting. Kedua, penting untuk mengeksplorasi faktor non-gizi seperti kondisi sanitasi, akses air bersih, dan praktik pengasuhan yang mungkin berkontribusi terhadap stunting meskipun imunisasi sudah lengkap. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian longitudinal untuk melihat pengaruh intervensi edukasi gizi berbasis posyandu terhadap perbaikan status gizi balita dalam jangka panjang, mengingat saran dalam penelitian ini menekankan peran kader dan edukasi. Penelitian-penelitian ini dapat membantu memahami secara holistik penyebab stunting dan merancang program pencegahan yang lebih efektif di tingkat desa.
| File size | 260.52 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UMIUMI Kekurangan sistem ini termasuk tidak adanya bounding box, sehingga aplikasi tetap memberikan hasil deteksi meskipun objek yang dipindai bukan daging ayam.Kekurangan sistem ini termasuk tidak adanya bounding box, sehingga aplikasi tetap memberikan hasil deteksi meskipun objek yang dipindai bukan daging ayam.
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR 087 untuk praktek diet sebelum dan setelah konseling, yang berarti tidak ada perubahan signifikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa konseling gizi dapat087 untuk praktek diet sebelum dan setelah konseling, yang berarti tidak ada perubahan signifikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa konseling gizi dapat
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Penelitian mendesak peningkatan pengetahuan dan keterampilan pedagang melalui pelatihan hygiene serta penerapan standar sanitasi yang lebih ketat untukPenelitian mendesak peningkatan pengetahuan dan keterampilan pedagang melalui pelatihan hygiene serta penerapan standar sanitasi yang lebih ketat untuk
UWMYUWMY Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pengetahuan ibu tentang gizi termasuk kategori sedang dengan frekuensi 51,2%. 2) Pemilihan makanan balita oleh ibu termasukHasil penelitian menunjukkan: 1) Pengetahuan ibu tentang gizi termasuk kategori sedang dengan frekuensi 51,2%. 2) Pemilihan makanan balita oleh ibu termasuk
UNNUUNNU Pendidikan kesehatan ini dapat meningkatkan pemahaman remaja, sehingga diharapkan dapat mengurangi angka kejadian diare dan meningkatkan kualitas hidupPendidikan kesehatan ini dapat meningkatkan pemahaman remaja, sehingga diharapkan dapat mengurangi angka kejadian diare dan meningkatkan kualitas hidup
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional ini melibatkan 30 penjamah makanan sebagai sampel. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan tentangPenelitian observasional dengan rancangan cross-sectional ini melibatkan 30 penjamah makanan sebagai sampel. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan tentang
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Kurikulum Merdeka, sebagai kebijakan Menteri Pendidikan, diimplementasikan secara bertahap pada kelas I dan IV SD, menuntut guru dan kepala sekolah melakukanKurikulum Merdeka, sebagai kebijakan Menteri Pendidikan, diimplementasikan secara bertahap pada kelas I dan IV SD, menuntut guru dan kepala sekolah melakukan
JQWHJQWH Uji statistik yang digunakan adalah chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara jumlah anak, berat badan lahir, status pemberianUji statistik yang digunakan adalah chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara jumlah anak, berat badan lahir, status pemberian
Useful /
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskuler tidak menular. Diperkirakan kejadian hipertensi di Indonesia tahun 2018 sebanyak 63.309.620 orang, denganHipertensi merupakan penyakit kardiovaskuler tidak menular. Diperkirakan kejadian hipertensi di Indonesia tahun 2018 sebanyak 63.309.620 orang, dengan
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Metode eksperimental dengan rancangan acak blok (RBD) melibatkan lima tingkat perlakuan (10–30% puree) dan tiga replikasi. Hasil menunjukkan bahwa penambahanMetode eksperimental dengan rancangan acak blok (RBD) melibatkan lima tingkat perlakuan (10–30% puree) dan tiga replikasi. Hasil menunjukkan bahwa penambahan
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap peternak sapi potong serta kendala terhadap adopsi teknologi pengolahan limbahTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap peternak sapi potong serta kendala terhadap adopsi teknologi pengolahan limbah
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Ada perbedaan antara penjadwalan proyek rencana dan realisasi, yaitu rencana diperkirakan selesai dalam 30 hari, tetapi realisasi proyek selesai dalamAda perbedaan antara penjadwalan proyek rencana dan realisasi, yaitu rencana diperkirakan selesai dalam 30 hari, tetapi realisasi proyek selesai dalam