POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR

Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition ScienceJurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition Science

Diabetes mellitus dapat dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, praktek diet, dan kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan perubahan pengetahuan, sikap, praktek diet, dan kadar gula darah setelah konseling gizi pada pasien dengan diabetes mellitus yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Tabanan. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperimental dengan One-Group Pretest-Posttest Design. Jumlah sampel yang digunakan adalah 30 pasien dengan diabetes mellitus yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Tabanan. Data yang dikumpulkan meliputi usia, pendidikan, jenis kelamin, pengetahuan, sikap, praktek diet, dan kadar gula darah. Data dikumpulkan dua kali, sebelum dan setelah konseling. Untuk menentukan apakah ada perubahan pengetahuan, sikap, praktek diet, dan kadar gula darah sebelum dan setelah konseling, digunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan p-value 0.000 untuk pengetahuan, sikap, dan kadar gula darah sebelum dan setelah konseling, yang berarti perubahan signifikan, sedangkan p-value 0.087 untuk praktek diet sebelum dan setelah konseling, yang berarti tidak ada perubahan signifikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa konseling gizi dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap pasien, serta mengendalikan kadar gula darah.

Terjadi perubahan signifikan pada pengetahuan, sikap, dan kadar gula darah sesudah konseling gizi pada penderita diabetes melitus rawat inap di RSUD Tabanan.Tidak terdapat perubahan signifikan pada praktek diet sesudah konseling gizi pada penderita diabetes melitus rawat inap di RSUD Tabanan.Disarankan kepada penderita DM melakukan konseling gizi secara rutin sebagai wahana edukasi dan kontrol atau kendali praktek diet karena konseling gizi terbukti memberikan perubahan yang significan terhadap pengetahuan, sikap, dan kadar gula darah pasien DM.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak pasien dan rumah sakit. Selain itu, dapat dilakukan penelitian untuk mengevaluasi efektivitas konseling gizi dalam jangka panjang, yaitu dengan melakukan follow-up terhadap pasien setelah beberapa bulan atau tahun. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan konseling gizi, seperti dukungan keluarga, motivasi pasien, dan akses terhadap informasi gizi yang akurat. Dengan demikian, dapat dikembangkan strategi intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktek diet pada penderita diabetes melitus.

Read online
File size171.78 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test