POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition ScienceJurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition ScienceTingkat pengetahuan higiene sanitasi penjamah makanan sangat mempengaruhi sikap mereka dalam mengolah makanan. Jika tingkat pengetahuan higiene sanitasi penjamah makanan rendah, maka penerapan personal higiene sanitasi perorangan juga akan rendah, dan sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbedaan penerapan higiene sanitasi berdasarkan tingkat pengetahuan penjamah makanan di RSUD Tabanan. Penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional ini melibatkan 30 penjamah makanan sebagai sampel. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan tentang penerapan higiene sanitasi terbagi menjadi kategori baik (53,3%) dan cukup (100,0%). Analisis statistik menggunakan uji t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pengetahuan dan penerapan higiene sanitasi penjamah makanan (p = 0.000).
Penelitian ini menemukan bahwa karakteristik sampel sebagian besar adalah perempuan berusia 41-45 tahun dengan pendidikan SMA/SMK dan pengalaman kerja lebih dari 5 tahun.Pengetahuan penjamah makanan tentang higiene sanitasi sebagian besar baik (53,3%), sedangkan penerapan higiene sanitasi sebagian besar baik (63,3%).Ada hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan penerapan higiene sanitasi penjamah makanan.Peneliti selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan variabel lain yang mempengaruhi penerapan higiene sanitasi selain tingkat pengetahuan.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi penerapan higiene sanitasi, seperti pelatihan yang diterima penjamah makanan, budaya organisasi, dan dukungan manajemen. Selain itu, studi komparatif antara fasilitas kesehatan dengan tingkat pengetahuan dan penerapan higiene sanitasi yang berbeda dapat memberikan wawasan lebih lanjut. Terakhir, penelitian kualitatif yang mendalam tentang persepsi dan pengalaman penjamah makanan dalam menerapkan higiene sanitasi dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang tantangan dan strategi yang efektif.
| File size | 363.46 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
BMABERSAMABMABERSAMA Demikian pula, komunikasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan, dengan t-hitung 7,228 > t-tabel 2,006 dan signifikansi 0,000, serta kontribusiDemikian pula, komunikasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan, dengan t-hitung 7,228 > t-tabel 2,006 dan signifikansi 0,000, serta kontribusi
BMABERSAMABMABERSAMA Proses rekrutmen yang tidak tepat dapat menimbulkan berbagai dampak negatif seperti kerugian finansial, penurunan produktivitas, turunnya moral kerja,Proses rekrutmen yang tidak tepat dapat menimbulkan berbagai dampak negatif seperti kerugian finansial, penurunan produktivitas, turunnya moral kerja,
BMABERSAMABMABERSAMA Pelayanan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen (t hitung = 12,639 > 1,985; signifikansi 0,000 < 0,05). Secara simultan, kualitasPelayanan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen (t hitung = 12,639 > 1,985; signifikansi 0,000 < 0,05). Secara simultan, kualitas
BMABERSAMABMABERSAMA Dalam analisis simultan (uji F), diperoleh hasil f hitung > f tabel (12,537 > 3,89) dengan nilai signifikansi (0,001 < 0,05), yang menunjukkan bahwa CurrentDalam analisis simultan (uji F), diperoleh hasil f hitung > f tabel (12,537 > 3,89) dengan nilai signifikansi (0,001 < 0,05), yang menunjukkan bahwa Current
BMABERSAMABMABERSAMA Teknik analisis yang digunakan meliputi uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, dan uji F. Hasil uji t menunjukkan bahwa PerputaranTeknik analisis yang digunakan meliputi uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, dan uji F. Hasil uji t menunjukkan bahwa Perputaran
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Penambahan puree buah naga merah pada jaja laklak meningkatkan karakteristik organoleptik seperti warna, tekstur, dan rasa, serta menambah kandungan seratPenambahan puree buah naga merah pada jaja laklak meningkatkan karakteristik organoleptik seperti warna, tekstur, dan rasa, serta menambah kandungan serat
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR 000 untuk pengetahuan, sikap, dan kadar gula darah sebelum dan setelah konseling, yang berarti perubahan signifikan, sedangkan p-value 0. 087 untuk praktek000 untuk pengetahuan, sikap, dan kadar gula darah sebelum dan setelah konseling, yang berarti perubahan signifikan, sedangkan p-value 0. 087 untuk praktek
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Obesitas adalah salah satu masalah gizi yang disebabkan oleh akumulasi lemak dalam tubuh dan konsumsi makanan yang melebihi kebutuhan. Konsumsi berbagaiObesitas adalah salah satu masalah gizi yang disebabkan oleh akumulasi lemak dalam tubuh dan konsumsi makanan yang melebihi kebutuhan. Konsumsi berbagai
Useful /
UNSIKAUNSIKA Tes dan wawancara digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang paling sering terjadi dalam pengucapanTes dan wawancara digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang paling sering terjadi dalam pengucapan
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Bayi dengan berat badan rendah dapat berdampak pada jangka pendek dan panjang. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara polaBayi dengan berat badan rendah dapat berdampak pada jangka pendek dan panjang. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara pola
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara asupan natrium dengan tekanan darah (p = 0,000) dan antara asupan lemak dengan tekanan darah (p = 0,031).Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara asupan natrium dengan tekanan darah (p = 0,000) dan antara asupan lemak dengan tekanan darah (p = 0,031).
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18,2% balita memiliki status gizi stunting, denganPengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18,2% balita memiliki status gizi stunting, dengan